Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 23 Juli 2021 21:37
Bincang Bincang Blok Rokan di Duri, Masyarakat Mandau Minta Porsi Ideal ke PHR

Jum’at, 23 Juli 2021 21:10
Sabet Peringkat 4 Nasional Kota Perlindungan Anak,
Komnas PA Bengkalis: Bukti Kerja Keras Bupati Kasmarni


Jum’at, 23 Juli 2021 20:27
PCR Peduli Salurkan Santunan Anak Yatim di Tiga Rumah Ibadah

Jum’at, 23 Juli 2021 20:18
Tiga Pelaku Pembakaran Hutan Lindung Bukit Suligi Diamankan Polisi Rohul

Jum’at, 23 Juli 2021 20:03
Diduga Dicovidkan dan Diterlantarkan, Keluarga Korban Kecelakaan di Inhu Lapor Polda Riau

Jum’at, 23 Juli 2021 20:01
Hadir di Pangkalan Kerinci Spektra Fair Tebar Promo

Jum’at, 23 Juli 2021 18:58
PT. SLS Bantu 1 Unit Ambulan untuk Kelurahan Pangkalan Lesung, Pelalawan

Jum’at, 23 Juli 2021 18:55
Kuansing Dapat 51,66 Kilometer Feeder Jalan Tol Dharmasraya-Kuansing-Rengat

Jum’at, 23 Juli 2021 16:46
TNI AL Terus Gencarkan Serbuan Vaksin di Dumai

Jum’at, 23 Juli 2021 16:14
Ditpolairud Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 3 Kilogram Sabu Asal Malaysia



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 18 Juni 2021 17:20
Dukung Daya Saing Ekonomi Dengan Penguatan Standar Industri

BSKJI Kemenperin dan BSN bersinergi perkuat penerapan standar industri. Sinergitas itu, salah satu syarat guna mendukung daya saing ekonomi.

Riauterkini - PEKANBARU - Kementerian Perindustrian melalui Balai Pengembangan Produk dan Standardisasi Industri (BPPSI) terus mendorong upaya pengembangan dan peningkatan daya saing ekonomi di Provinsi Riau.

Memiliki ragam komuditi dan sumber daya alam yang berlimpah menjadi modal besar. Namun, masuk persaingan industri, diperlukan penguatan kelembagaan untuk mendukung penerapan standar oleh industri.

“Peran BPPSI Pekanbaru sebagai unit pelaksana teknis atau perpanjangan tangan Kementerian Perindustrian perlu terus ditingkatkan. Terutama dalam mendorong penerapan standar oleh pelaku industri yang ada di Provinsi Riau,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Dr Ir Doddy Rahadi, MT pada acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara BPPSI Pekanbaru dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) di Pekanbaru, Riau, Jumat (18/6/21).

Menurut Kepala BSKJI Kemenperin, proses standarisasi melalui akreditasi Lembaga Penilaian Kesesuaian seperti Laboratorium Uji/Kalibrasi dan Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro), dapat menciptakan jaminan mutu dari produk/jasa yang dihasilkan. Hal ini akan meningkatan daya saing industri.

BSKJI Kementerian Perindustrian telah hadir dengan 23 Lab Uji, 22 LSPro, dan 18 Lab Kalibrasi yang berada di Satker Balai Besar dan Baristand Industri dan berlokasi tersebar di beberapa wilayah Indonesia, salah satunya BPPSI Pekanbaru, serta telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional.

BSKJI sendiri terus mengupayakan peningkatan penerapan standar dengan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh 24 Satker BSKJI yang terkait dengan standardisasi. Kegiatan terkait standardisasi seluruh satuan kerja BSKJI dari awal tahun hingga bulan Juni 2021 ini, tentunya membutuhkan kerjasama yang baik dengan Badan Standardisasi Nasional selaku lembaga yang menaungi pembentukan SNI dan proses akreditasi Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK).

“Hari ini, dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama antara BPPSI Pekanbaru dan BSN, maka sinergi program dan kegiatan ke depan akan semakin baik. Kami mengharapkan ke depannya sinergi antara BSN dan BSKJI dengan UPT di bawahnya dapat semakin menguatkan penerapan standar dan penilaian kesesuaian, sehingga produk industri dalam negeri akan semakin berdaya saing. Hal ini tentunya sangat sejalan dengan program Presiden dan nasional dengan tagline bangga buatan Indonesia,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Drs Kukuh S Achmad, MSc. Dalam pengarahannya, beliau mengharapkan koordinasi antara BSN dan BSKJI dapat semakin erat, sehingga bisa sharing visi dan output kegiatan. Sangat penting bagi BSN dan BSKJI beserta LPK di bawahnya untuk bersinergi program, sehingga penerapan standar dapat semakin kuat dan industri dalam negeri akan semakin baik kualitasnya.

“Pembinaan industri, khususnya IKM, dalam memenuhi SNI dapat dilakukan dengan lebih baik dan masif jika dilakukan secara bersama. Masih banyak IKM yang memerlukan dukungan dan pembinaan dalam memenuhi standar, sehingga kerja sama BSN dan BSKJI ini akan menjadi langkah yang sangat baik” tambah Pak Kukuh.

Penandatanganan perjanjian kerja sama penguatan penerapan standar Mendorong penerapan standar dan penilaian kesesuaian oleh industri yang ada di provinsi Riau, BSKJI Kemenperin melakukan kerja sama dengan BSN. Penendatanganan perjanjian kerja sama (PKS) tersebut dilakukan oleh Fathullah ST MSc selaku kepala BPPSI Pekanbaru (BSKJI Kemenperin) dengan Heru Suseno, SPiMT selaku Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian (BSN). Penandatanganan PKS itu sendiri disaksikan oleh Kukuh dan Doddy.

“PKS ini menjadi momentum dan komitmen bersama dalam upaya mendorong penerapan standar oleh IKM di provinsi Riau, tentunya sesuai tugas dan wewenang kami masing-masing," ujar Fathullah.

Dalam kesempatan itu juga, BPPSI Pekanbaru juga memaparkan penerapan digitalisasi pelayanan publik. Seperti diketahui, BPPSI Pekanbaru menyediakan pelayanan publik mencakup pengujian produk, kalibrasi peralatan, dan sedang pengembangan lembaga inspeksi dan lembaga pemeriksa halal.

“Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberi kemudahan bagi pelanggan, BPPSI Pekanbaru mengembangkan Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPELIK) pada BPPSI Pekanbaru, yang dapat akses di mana saja dan bisa melalui komputer atau gadget lainnya (handphone/tablet)," tambah Fathullah. Kukuh dan Heru juga turut menyaksikan cara penggunaan SIPELIK tersebut.

“Inovasi pelayanan publik yang dapat memberi kemudahan bagi pelanggan dalam mencapatkan akses pelayanan publik ini tentu perlu diapresiasi, dan kami sangat mendukung penerapannya. Ini akan semakin mendorong penerapan standar oleh pelaku industri, karena semakin mudah dalam mendapatkan layanan," paparnya.***(mok)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Bincang Bincang Blok Rokan di Duri, Masyarakat Mandau Minta Porsi Ideal ke PHR
- Sabet Peringkat 4 Nasional Kota Perlindungan Anak,
Komnas PA Bengkalis: Bukti Kerja Keras Bupati Kasmarni

- PCR Peduli Salurkan Santunan Anak Yatim di Tiga Rumah Ibadah
- Diduga Dicovidkan dan Diterlantarkan, Keluarga Korban Kecelakaan di Inhu Lapor Polda Riau
- Hadir di Pangkalan Kerinci Spektra Fair Tebar Promo
- PT. SLS Bantu 1 Unit Ambulan untuk Kelurahan Pangkalan Lesung, Pelalawan
- Kuansing Dapat 51,66 Kilometer Feeder Jalan Tol Dharmasraya-Kuansing-Rengat
- Carut Marut Penyeberangan Bengkalis-Pakning,
Dewan Sudah Sering Peringatkan Dishub Bengkalis

- Siapkan Dapur Umum, Gubri Lepas Tim Pemberian Makanan Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19
- Gandeng Kejari, Bapenda Bengkalis Incar Peningkatan Pajak dan Retribusi
- Petani Sawit Sembelih Sapi dan Kambing di Apkasindo Riau
- Andi Rachman Dorong Pelaku Usaha di Riau Ciptakan Daya Saing
- Pemprov Riau Raih Anugerah KPAI
- Tekan Angka Stunting PKK Kuansing Salurkan PMT
- Laka Maut di Duri, Diduga Korban Alami Laka Tunggal
- PWI Inhil Laksanakan Ibadah Kurban
- Pemprov Tambah Tempat Tidur Isolasi Mandiri
- Pesawat Tempur F-16 Latihan Rutin Sambil Pantau Karhutla
- Penangkaran Sarang Burung Walet Potensi Tingkatkan PAD Bengkalis
- Ponpes Ahmad Dahlan Telukkuantan Gelar Silaturahmi Internasional Alumni 


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com