Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 September 2021 13:48
Kasus Melandai, Masyarakat Bengkalis Diingatkan Jangan Lengah

Sabtu, 25 September 2021 09:37
Dinas PUPR Riau Diminta Segera Perbaiki Jembatan Sungai Mesjid Dumai

Sabtu, 25 September 2021 09:31
Polda Riau Lepas Pasukan BKO Papua

Sabtu, 25 September 2021 08:57
Walikota: Pekanbaru Mendekati Indikator PPKM Level 1

Sabtu, 25 September 2021 08:51
Kadiskes Pekanbaru: Tinggal 7 Kelurahan Zona Merah di Pekanbaru

Sabtu, 25 September 2021 08:48
Sembuh 9, Pasien Positif Covid-19 Kuansing Bertambah 3 Orang

Sabtu, 25 September 2021 07:37
Jumat Barokah, Jamaah Dhuafa Masjid Ikhlas LBT Dapat Paket Sembako

Sabtu, 25 September 2021 07:31
Cegah Penukaran COVID-19, DWP Kota Pekanbaru Gelar Vaksinasi Massal di Gedung Maharatu

Sabtu, 25 September 2021 07:24
Hari Tani, BPP Bantan Salurkan Ratusan Benih dan Sayuran ke Masyarakat

Jum’at, 24 September 2021 20:46
Aliansi Peduli Lingkungan Nagan Raya Aceh akan Adopsi Penanganan Gambut Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 22 Juli 2021 13:49
Ponpes Ahmad Dahlan Telukkuantan Gelar Silaturahmi Internasional Alumni 

Alumni Ponpes Ahmad Dahlan Telukkuantan tersebar ke beberapa negara. Mereka menyemangati santri dalam silaturrahmi internasional alumni.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Sekelumit cerita para alumni Pondok Pesantren (Ponpes) KH Ahmad Dahlan cukup menambah semangat para santri Ponpes yang terletak di Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Kuantan Tengah itu.

Pasalnya, alumni Ponpes Ahmad Dahlan itu tersebar di berbagai wilayah, baik di Indonesia maupun luar negeri. Seperti di Mesir dan Sudan.

Berbagi cerita ini dikemas dalam acara "silaturahmi Internasional" bersama alumni yang digelar secara virtual, Rabu (21/7/2021) kemarin.

Saat ini alumni Pondok Pesantren KH Ahmad Dahlan di negara Timur Tengah ada tujuh orang. Diantaranya, tujuh orang di Sudan dan satu orang di Mesir.

Dalam silahturahmi online itu, para alumni menceritakan perjuangan mereka selama menuntut ilmu di negara para nabi itu. Mulai yang berangkat ke Mesir dengan biaya sendiri hingga menjadi imam masjid di Sudan.

Silaturahmi internasional ini diikuti seluruh santri dan santriyah serta ustadz dan ustadzah dan keluarga besar Ponpes KH Ahmad Dahlan.

Mudirul Mahad Pondok Pesantren KH Ahmad Dahlan, H Mulkan M Sarin Lc MA mengaku bersyukur karena silaturahmi internasional ini bisa digelar dengan para alumni dari berbagai negara.

 “Alhamdulillah, keluarga besar Ponpes KH Ahmad Dahlan bisa bersilaturahmi. Nanti kita dengarkan cerita perjalanan alumni kita di Mesir dan Sudan," ujarnya.

Menurut Mulkan, silaturahmi Internasional ini merupakan salah satu kegiatan yang akan melecut semangat para santri dan santriyah Ponpes KH Ahmad Dahlan.

"Terutama kelas 1 Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah agar semangat menuntut ilmu di Ponpes," ungkapnya.

Salah satu alumni di Sudan, Kiki Saputra mengaku seharusnya ia dan Deno sudah pulang ke Indonesia tahun ini. Namun akibat Covid-19, terpaksa mengundur kepulangan ke Indonesia dua tahun lagi.

"Semua berdasar keputusan yang telah ditetapkan kampus," Cerita Kiki Saputra.

Ia mengatakan alumni Ponpes KH Ahmad Dahlan selalu terdepan dalam menuntut ilmu dan dikenal tekun. Seperti ustadz Sutejo yang biasa imam ketika di Pondok dulu, masih eksis jadi Imam di masjid-masjid di Sudan.

"Alhamdulillah saya juga merupakan ketua mahasiswa Kuantan Singingi di Sudan," katanya.

Lain halnya dengan Muhammad Faris. Alumni yang saat ini menuntut ilmu di Mesir itu mengaku berangkat ke Mesir dengan jalur mandiri dan biaya sendiri.

"Sudah 10 bulan saya di Mesir. Banyak pengalaman baru. Semuanya tidak luput dari pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran. Intinya adalah kesabaran, kita harus tahan dengan cobaan dalam menuntut ilmu.” ujarnya.

"Kita semangat menuntut ilmu, supaya kelak ketika kami pulang bisa menebarkan ilmu yang kami dapatkan disini," lanjutnya.

Diakhir sambutannya, H Mulkan M Sarin Lc MA menyampaikan pepatah Al Imam Syafi’i, "Jika tidak tahan dengan letihnya belajar, maka bersiaplah dengan pahitnya kebodohan”.

"Pepatah ini harus menjadi pegangan para penuntut ilmu dan seluruh santri-santriyah Ponpes KH Ahmad Dahlan," katanya.(rls)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Dinas PUPR Riau Diminta Segera Perbaiki Jembatan Sungai Mesjid Dumai
- Jumat Barokah, Jamaah Dhuafa Masjid Ikhlas LBT Dapat Paket Sembako
- Hari Tani, BPP Bantan Salurkan Ratusan Benih dan Sayuran ke Masyarakat
- Aliansi Peduli Lingkungan Nagan Raya Aceh akan Adopsi Penanganan Gambut Riau
- Jalin Kemitraan, BRI Cabang Duri Semeja Bareng Wartawan
- Loncati Pagar, Petugas Rutan Pekanbaru Gagalkan Upaya Pelarian Tahanan
- Berencana Dirikan BUMD Bidang Agro, Kabiro Ekonomi Sumbar Kunjungi PT SPR
- Tahun Kedua, Warga BTN Duri Timur Bagikan Ratusan Nasi Bungkus
- Tim Gabungan Amankan Penjual Kulit Harimau Sumatera di Riau
- Dewan Pers Apresiasi Pergub Kerjasama Media Riau
- Realiasi Rendah, Gubri Janji Tegur Direktur Kredit BRK
- Ciptakan Inovasi Pelayanan Baru, Camat Singingi Luncurkan Program AJAK
- Pandemi Berlanjut, 1.158 Wanita Pekanbaru Pilih Jadi Janda
- 3 Personil Polres Kuansing Terima Penghargaan
- Bupati Andi Putra Tinjau Rumah Batik Andalan Kuansing
- Petugas Lapas Bengkalis Belajar Padamkan Api
- Bupati Wardan Terima Penghargaan “Adhi Bhakti Tani Nelayan Madya"
- Lawan SK Gubri, MA Tolak Gugatan Anggota DPRD Kampar
- Panglima TNI Apresiasi Penurunan Level Covid-19 di Riau
- Gubri Dampingi Panglima TNI Tinjau Vaksinasi Massal


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com