Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 26 Mei 2020 23:32
Terharu Perjuangan Pengamen di Duri, Srikandi Masuri Pilih Anju Berbaju Lebaran

Selasa, 26 Mei 2020 21:14
Tiga Pasien Positif Covid-19 Bengkalis Kembali Dilaporkan Sembuh

Selasa, 26 Mei 2020 20:19
Tubuh Menghitam, Seorang Pemulung di Pekanbaru Ditemukan Membusuk di Kolong Jembatan

Selasa, 26 Mei 2020 20:05
Kembali Beraktifitas, Pemprov Riau Kembali Tegaskan Pentingnya Protokol Kesehatan

Selasa, 26 Mei 2020 19:43
Angka Kesembuhan di Provinsi Riau Termasuk Tinggi di Indonesia

Selasa, 26 Mei 2020 19:32
Dua Hari Terakhir Riau Nihil Tambahan Pasien Positif Covid-19

Selasa, 26 Mei 2020 17:24
Total Rp8,4 M, 114 Desa di Bengkalis Telah Salurkan BLTDD Tahap Pertama

Selasa, 26 Mei 2020 16:58
Kabur ke Sumut, Polisi Tangkap Pembunuh Buruh Sawit di Pelalawan

Selasa, 26 Mei 2020 16:48
Pasca Libur Idul Fitri, Bupati Sapa Camat Se-Inhil Melalui Vidcon

Selasa, 26 Mei 2020 16:05
PSBB, Akses ke Pantai Indah Selatbaru, Bengkalis Ditutup Sementara

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 11 Desember 2014 18:39
Serifikasi Pengelolaan Hutan Lestari,
RAPP Optimis Bisa Berkompetisi di Pasar Global


RAPP hadiri seminar Skema Sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari dan Lacak Balak (CoC) IFCC di Jakarta. Perusahaan yang bergerak di binang industri kehutanan bisa menambah pangsa pasar.

Riauterkini-JAKARTA- Salah satu acuan para perusahaan dan komsumen dunia dalam menggunakan produk-produk hasil pengelolaan hutan secara lestari adalah dengan adanya sertifikasi dan logo PEFC. Di Indonesia sendiri sejak 1Oktober 2014 kemarin resmi mendapatkan sertifikasi tersebut, yang dinamakan Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC).

PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri kehutanan sangat optimis dengan adanya sertifikasi pengelolaan hutan lestari (IFCC) bisa menambah pangsa pasar ke negara-negara yang selama ini belum dimasuki RAPP. Di mana selama ini RAPP sudah memasarkan produk-produknya ke 75 negara.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PT RAPP Kusnan Rahmin usai acara Launching & Seminar Skema Sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari dan Lacak Balak (CoC) IFCC di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (11/12/14). Katanya, dengan adanya sertifikasi pengelolaan hutan lestari di Indonesia akan membuka pasar baru bagi RAPP untuk mengembangkan ekspor ke negara-negara lain.

"Dengan adanya sertifikasi IFCC ini akan membuka pasar bagi Indonesia untuk berkompetisi ditingkat global. Di mana akan meningkatkan konsumen kita di luar negeri nantinya," kata Kusnan.

Ditambahkan Kusnan, dengan sertifiasi IFCC ini akan membuka peluang dan penetrasi pasar bagi RAPP untuk lebih meningkatkan pasarnya. Katanya, selama ini RAPP telah memasarkan produknya ke 75 negara, dan dengan IFCC ini diharapkan akan lebih banyak lagi negara yang menerima produk RAPP.

"Guna IFCC ini bagi RAPP adalah sendiri sebagai penetrasi pasar supaya kita bisa bersaing, lebih meningkatkan pemasaran lagi, lebih dari 75 negara yang saat ini sudah kita pasarkan," sebutnya.

Kusnan mengatakan, pihaknya menyambut baik penerapan sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari dan Sistem Lacak Balak (CoC) oleh IFCC bagi industri dalam negeri. Sertifikasi tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi tawar dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk Indonesia di pasar global.

"Kami optimis produk-produk Indonesia akan semakin diakui sebagai produk ramah lingkungan dan kompetitif, ujar dia.

Ke depannya, Kusnan berharap agar sertifikasi IFCC dapat berjalan sesuai dengan fungsinya, yaitu membangun kerjasama yang saling menguntungkan antara para pemangku kepentingan dalam rangka menyeimbangkan fungsi kelestarian lingkungan, kesejahteraan bagi masyarakat, dan manfaat ekonomi bagi perusahaan dan pendapatan negara.

"Selama ini, potensi pertumbuhan industri kehutanan lestari di Indonesia belum optimal. Sertifikasi IFCC ini diharapkan dapat memperluas pasar produk Indonesia di negara tujuan ekspor," ungkapnya.***(jor)

Loading...


Berita lainnya..........
- Pandemi Corona, Lebih 5 Ribu Pekerja di Riau Dirumahkan dan Di-PHK
- Peduli Covid-19, Bank Riau-Kepri Cabang Airmolek, Inhu Serahkan Bantuan Dana
- Perdana di Indonesia, Tokocrypto Berhasil Raih Pendanaan dari Binance
- Kliring Berjangka Indonesia Resmikan KBI E-Ducenter
- APINDO RIAU Buka Posko Pengaduan THR Bagi Perusahaan Terdampak Covid-19
- Triwulan I 2020, Perekonomian Riau Tumbuh 2,24 Persen
- Bagi 10.000 Angkot, Pertamina Beri Cashback 50 Persen untuk Pembelian Pertalite dan Dexlite Setiap Hari
- Kadis DPPP Pekanbaru Umumkan Penundaan Pasar Murah
- DPPP Pekanbari Bakal Gelar Pasar Murah di 12 Kecamatan
- AP II Hentikan Penerbangan Komersil Bandara SSK II Pekanbaru
- Bupati Inhil Resmikan 4 Pasar Kecamatan Secara Virtual
- Hadapi Ramadan, Kapasitas Jaringan Indosat Ooredoo Ready
- Meski Corona Merebak, Pertamina Prediksi Peningkatan Kebutuhan Energi Saat Ramadhan
- Triwulan I 2020, Investasi PMDN Riau Peringkat Pertama di Luar Jawa
- Pasar Saham Terus Tumbuh di Tengah Pandemi Corona
- Lahan Bekas Terbakar PT Serikat Putra Ditanami Nenas
- Ramadhan dan Lebaran, BI Jamin Ketersediaan Uang di Riau
- Efek Virus Corona, 17 April Lusa Mal SKA Pekanbaru Buka Terbatas
- Covid 19, Pertumbuhan Ekonomi Riau Diperkirakan Turun 0,6 persen
- Imbas Pandemi Corona, Ekonomi Masyarakat Rohil Kian Sulit


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com