Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Kamis, 20 Pebruari 2020 21:42
Cegah Stunting Sejak Dini, Himpaudi dan Disdikbud Siak Gelar Sosialisasi

Kamis, 20 Pebruari 2020 21:35
Presiden Jokowi Dapat Paparan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Riau

Kamis, 20 Pebruari 2020 20:57
Pemkab Siak Bersama KPP Pratama Pangkalan Kerinci Gelar Pekan Panutan Pajak

Kamis, 20 Pebruari 2020 20:25
Bendahara PWI Bengkalis Mazwin Tutup Usia, Alfisnardo : "Kami Sangat Kehilangan"

Kamis, 20 Pebruari 2020 20:10
Gubri Hadiri Rakornas Investas 2020 di Jakarta

Kamis, 20 Pebruari 2020 18:25
Menteri Basuki Semangati Karyawan HKI di Proyek Tol Pekanbaru-Dumai

Kamis, 20 Pebruari 2020 18:01
Tiga Jari Nenek Putus, Tabrakan Avanza VS Superband di Lintas Timur Pangkalan Kuras

Kamis, 20 Pebruari 2020 17:53
Disambut Gubri, Presiden Jokowi Tiba di Pekanbaru

Kamis, 20 Pebruari 2020 16:54
DPRD Bengkalis Desak Pemkab Usulkan Perda RTRW Kabupaten

Kamis, 20 Pebruari 2020 16:24
Tim Safari Politik Husni Thamrin Lantik Puluhan Relawan di Ukui

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 30 Januari 2019 21:58
Kondisi Ekonomi Kuansing Merosot Akibat Anjloknya Karet

Kondisi ekonomi masyarakat Kuansing merosot dari hari ke hari. Akibat harga karet yang tak kunjung naik.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Kondisi ekonomi Kuansing, kian hari kondisinya kian memprihatinkan. Hal ini akibat dampak dari harga karet yang tak kunjung naik di level petani Kuansing.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka meurut pengamat eonomi Riau, asal Kuansing, Trian Zulhadi, akan berakibat buruk terhadap perekonomian daerah.

Menurut, ekonom Riau, yang sebentar lagi meraih gelar doktor di UNPAD ini, ia menjelaskan, murahnya harga karet dilevel petani saat ini, karena rendahnya kualitas karet itu sendiri, sedangkan harga karet dunia sebenarnya menurut dia relatif stabil.

Salah satu jalan yang ekonomis dan efisien untuk megangkat harga karet ini, menurutnya, diperlukan peran pemerintah daerah melakukan pembinaan kepada petani dengan menurunkan Petugas Peyuluh Pertanian (PPL) agar kualitas karet dikalangan petani bisa terjaga.

"Da disarankan kepada petani karet ini, untuk membuat kelompok tani agar ada tawar menawar harga terhadap para pedagang pengumpul sampai ke industri karetnya," kata Trian.

Atau pun menurutnya, solusi lain, pemerintah daerah menyampakan proposal kepada pemerintah pusat untuk dibangunkan laboratorium pengujian kualitas karet seperti di Palembang. Dimana sebelum karet dijual ke pabrik terlebih dahulu dilakukan pengujian lab.

"Kalau langkah ini dilakukan pemerintah daerah, saya yakin harga karet akan kembali ke level 10.000 dan 15.000 per kg," ujar Trian.

Kemudian ia berpendapat masalah kebijakan pemerintah untuk mengubah ke tanaman lain, dengan tujuan meningkatkan pendapatan petani dan itu menurutnya, harus menguba pola pikir petani, itu kata Trian tidak mudah.

"Untuk saat ini yang bisa kita lakukan, menyarankan kepada petani karet, mebuat kebun sampingan, seperti sayur sayuran dan kacang kacang atau istilah lainya tumpang sarih dan hasilnya juga bisa dijual dipasar," saranya.

Sedangkan, untuk membuat industri hilir usaha UMKM dari komoditi karet, menurutnya, memerlukan investasi yang lumayan besar dan tidak mungkin dilakukan saat ini. Karena prosesnya kata Trian, cukup lama.** (Jok)

Loading...


Berita lainnya..........
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Kembali Turun
- Sekda Kuansing Panen Raya Bawang Merah di Benai
- Desember 2019, Perdagangan Luar Negeri Riau Surplus
- Triwulan IV 2019, IMMK Riau tumbuh 2,91 persen
- Bupati Siak Awali Pemeremajaan 122 Hektar Kebun Kelapa Sawit di Koto Gasib
- Buka Musrenbang Kuantan Hilir, Bupati Kuansing Komit Bantu Petani Karet
- Tajak Sumur BNE-P01, Sumur Pertama Ekslusif Operation PT Bumi Siak Pusako
- Perumahan Givency One Utamakan Keamanan dan Kenyamanan Penghuni
- Rimbang Baling Jadi Destinasi Wisata Favorite 2019
- Meski Turun, Harga TBS Sawit Riau Pekan Ini Masih di Rp 1800-an perkg
- Buka Musrenbang LDT, Bupati Mursini Sebut Taraf Hidup Petani Kuansing Terus Membaik
- Digelar 5 Hari di Pekanbaru, Mal SKA Wedding Expo 2020 Hadirkan Nuansa Pernikahan Sungguhan
- Musim Hujan, Pencuci Sepeda Motor Pedamaran Rohil Panen
- 2019, Pertumbuhan Ekonomi Riau 2,48 Persen
- Januari 2020, Riau Alami Inflasi 0,42 Persen
- Bina Petani Padi, BI Terapkan Tehnologi Mikroba Alfaafa
- Imlek, Bunga Laku Keras di Bagansiapiapi
- Penerapan Uang Elektronik untuk Parkir Picu Macet Parah di Pintu Masuk Bandara DSK II
- Rumah Nawacita Bantu Petani Sawit Gondai Dapatkan TORA
- Bupati Mursini Dinilai Berhasil Kurangi Pengangguran di Kuansing


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com