Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Kamis, 9 Juli 2020 11:49
Korban Luka-luka, Jambret Diringkus Polres Bengkalis

Kamis, 9 Juli 2020 09:10
Bupati Kuansing Ingin Bentuk 4 OPD untuk Dukung Sejumlah Program

Kamis, 9 Juli 2020 08:31
Tragis! Seorang Ibu Muda di Pelalawan Tewas Bakar Diri

Kamis, 9 Juli 2020 06:55
Sekda Inhil Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Kota Tembilahan Bersama BI

Rabu, 8 Juli 2020 19:34
PT PCR, Bagikan Puluhan Paket Sembako ke Warga Duri

Rabu, 8 Juli 2020 19:24
Pemkab Pelalawan Serahkan BLT untuk Dua Desa

Rabu, 8 Juli 2020 18:43
Hubungi Kimia Farma, Nama Kadiskes Riau Dicatut

Rabu, 8 Juli 2020 17:04
Tanggulangi COVID-19, RAPP Sumbangkan APD dan Sembako

Rabu, 8 Juli 2020 16:17
Pilkada Dumai, Pleno PAN Dumai Lahirkan Pasangan Edi Sepen-Zainal Abidin

Rabu, 8 Juli 2020 15:51
Pemprov Riau Optimis Menangkan Gugatan SK PAW Mantan Anggota DPRD Kampar

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 14 April 2019 19:19
Suara Petani Sawit Indonesia, Suara Pemenang

DPP Apkasindo minta seluruh petani sawit Indonesia di 22 DPW dan 116 DPD tidak golput. Jangan sampai ada suara sia sia.

Riauterkini-PEKANBARU-Puncak perhelatan demokrasi (Pemilu) tinggal dua hari lagi. Meski hanya hitungan jam proses puncak demokrasi itu, akan sangat berdampak bagi perjalanan Bangsa Indonesia lima tahun ke depan.

Lantaran itu Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Ir. Gulat ME Manurung, MP, Ahad (14/4/19) menghimbau kepada semua petani kelapa sawit Indonesia di seluruh pelosok Nusantara, untuk benar-benar memanfaatkan hak pilihnya.

"Jangan biarkan satupun suara Petani Sawit yang tercecer sia-sia. Negara memanggil kita Petani Sawit. Saya menghimbau 22 DPW APKASINDO setingkat Propinsi dan 116 DPD APKASINDO setingkat Kabupaten/Kota diseluruh Indonesia, untuk menggegas semua Petani Sawit di Daerahnya masing-masing untuk aktif berpartisipasi pada tanggal 17 April nanti untuk menghentikan aktifitas kegiatan perkelapasawitan dari jam 08.00-14.00 WIB," imbau Gulat Manurung.

Pada Pesta Demokrasi kali ini ada 228 orang Putra/i terbaik kader/Pengurus APKASINDO yang mencalonkan diri dari seluruh elemen kepengurusan menjadi Caleg DPRD Kab/Kota/Propinsi, DPR RI dan DPD RI, ini saat nya memastikan keterwakilan Petani di Parlemen.

"Ada sekitar 16 juta jiwa masyarakat yang bersentuhan langsung dengan kelapa sawit di Indonesia. Ini jumlah yang tidak sedikit. Saya berharap petani kelapa sawit jangan Golput. Jadilah pelopor suksesnya pesta demokrasi ini dengan mengajak tetangga dan handai taulan sama-sama ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari 'H'," pinta Gulat.

Terkait siapa calon presiden yang bakal dicoblos, Gulat sepenuhnya menyerahkan kepada para petani sawit.

"Saya yakin petani sudah sangat paham apa yang mereka butuhkan selama ini dan seperti apa kebutuhan itu bisa mereka gapai melalui keterwakilan di Parlemen dan Model Presiden mana yang bisa membawa gerbong kepentingan Petani Sawit Indonesia. Contoh sederhananya adalah Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), sarana prasaran, Program TORA dan sertifikasi tanah-tanah petani. Petani sudah sangat tahu dan merasakan manfaat program ini. Intinya, petani sawit saat ini sudah sangat mengerti siapa yang benar-benar mengerti dengan petani," ujar Gulat.

Saat ini kata Gulat, meski baru menahkodai DPP Apkasindo, tapi sudah langsung ada sederet gebrakan yang dilakukan. Salah satunya adalah berkirim surat protes kepada Uni Eropa tentang kebijakan RED II.

"Kebijakan ini enggak fair. Masak sawit yang oleh para peneliti dianggap paling aman dan bermutu tapi Uni Eropa justru melarang penggunaan sawit ini. Ini kan enggak bener. Enggak ada satupun manusia di dunia ini yang ingin merusak alamnya, apalagi petani. Entahlah nanti di eropa ditemukan cara bertanam sawit dengan teknologi pertanian di awang-awang, yg tidak perlu buka hutan, baru kita ikut mereka," ujar Gulat.

Dalam hal urusan lobi-lobi seperti ini diperlukan legislator yang benar-benar memahami tentang kalapa sawit dan industrinya, untuk itu sangat diperlukan suara Petani Sawit tgl 17 nanti untuk memastikan keterwakilan petani di parlemen. "Jangan sampai GOLPUT," pinta Gulat yang akrab dipanggil GM.

. Petani wajib mendukung perlawanan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap Uni Eropa, termasuk juga terhadap terobosan yang sedang dilakukan oleh Pemerintah.

"Salah satu cara yang paling sederhana untuk mendukung pemerintah adalah mari kita bersatu, saling erat berpegangan tangan bahwa 'sawit adalah kita'. Karena sawit merupakan anugerah terindah buat negara kita, oleh karena itu mari kita jadikan Sawit adalah salah Satu Perekat Bangsa dari Sabang sampai Merauke. Ingat tanggal 17 April, negara memanggil Suara Petani Kelapa Sawit, jangan sampai tidak menggunakan hak suara pada pesta demokrasi ini, suara petani sawit adalah suara penentu bagi keberlanjutan negara ini," pungkasnya.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Sekda Inhil Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Kota Tembilahan Bersama BI
- Setahun Berdiri BLK Mandiri Seberida, Inhu Hasilkan Puluhan Tenaga Terampil
- 1123 Paket Pasar Murah Disdagperin Bengkalis Mulai Didistribusikan
- PHRI Sebut Okupansi Hotel Mulai Mengeliat di Pekanbaru di Tengah Corona
- HUT BNI Ke 74, Pegawai dan SP BNI Bagikan 146.000 Paket Sembako
- BPDPKS Kucurkan Puluhan Miliar untuk Replanting Kebun Sawit Petani Mitra Asian Agri
- Anggaran Dialihkan Penanggulangan Covid-19, Tahun Ini Pelalawan Expo Ditiadakan
- SKK Migas-PT CPI Gelar WFD
- Sejumlah Titik Anjungan Rusak, Nasabah BNI di Duri Mengular Narik Rupiah
- OJK: Waspada Info Hoak Tarik Dana di Perbankan
- Pertamina Taja Bakul Online, Dukung Jualan UMKM Riau di Era New Normal
- Antisipasi Covid-19, BRI Telukkuantan Laksanakan Protokol Kesehatan
- Juni 2020, Peremajaan Sawit Rakyat di Riau Baru 9 Ribuan Hektar
- SRO Beri Stimulus Stakeholders Pasar Modal
- Pekan Ini Harga TBS Sawit Riau Naik
- PSBB Berakhir, Bisnis Perhotelan di Pekanbari Mulai Menggeliat
- Tinjau Pasar Modern, Bupati Kuansing Ingin Pastikan Pedagang Nyaman
- Bupati Kuansing Panen Bawang Merah di Desa Kompe Barangin
- Tagihan Listrik Naik, PLN Siapkan Skema
- Pasca Idul Fitri, Harga TBS Sawit Riau Naik


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com