Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 22 Nopember 2019 17:02
Dukcapil Bengkalis Selidiki Oknum Petugas dan Calo Penerbitan E-KTP

Jum’at, 22 Nopember 2019 16:25
Wajib Hadiri Pelantikan Sekda, Telegram Gubri Untuk Kepala Daerah Cuma Gertak Sambal

Jum’at, 22 Nopember 2019 16:18
Diterima 83 Formasi, Sudah 1.360 Pelamar Mendaftar Seleksi CPNS Bengkalis

Jum’at, 22 Nopember 2019 15:15
Dilantik Gubri Jadi Sekdaprov, Yan Prana Resmi Sempat Keliru Ucapkan Sumpah

Jum’at, 22 Nopember 2019 14:11
Tiga Kabupaten Kota di Riau Terima Penghargaan Swasti Saba KKS 2019

Jum’at, 22 Nopember 2019 13:00
EMP Bentu Suplai Gas untuk Program Jargas di Kota Dumai

Jum’at, 22 Nopember 2019 12:57
Kantor Pajak Laksanakan Kegiatan "Pajak Bertutur" di Telukkuantan

Jum’at, 22 Nopember 2019 12:14
Gubri Buka Amplop Bersegel, Sah, Yan Prana Jaya Sekdaprov Riau

Jum’at, 22 Nopember 2019 11:33
Gladi Resik Dijadwalkan Sebelum Pelantikan Sekdaprov Riau

Jum’at, 22 Nopember 2019 09:51
Pelantikan Sekdaprov Misterius, Ucapan Papan Bunga Wagubri Tanpa Nama Pejabat Dilantik

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 Juni 2019 11:39
APKASINDO Pelalawan Sayangkan PT MUP Tolak Beli TBS Masyarakat

PT MUP menolak membeli TBS sawit masyarakat. Langkah tersebut disesalkan APKASINDO Pelalawan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) kabupaten Pelalawan angkat bicara. Hal tersebut menyusul penolakan pembelian Tandan Buah Sawit (TBS) masyarakat desa Gondai dan Penarikan kecamatan Langgam yang dilakukan mendadak oleh PT Mitra Unggulan Kelapa (MUP).

"Penolakan pembelian TBS secara mendadak yang dilakukan PT MUP, sangat kita sayangkan. Kondisi ini tentu berdampak buruk bagi perekomian masyarakat setempat," terang ketua APKASINDO kabupaten Pelalawan, Jufri, SE, Selasa (25/6/19).

Penolakan pembelian TBS dari luar khususnya, buah masyarakat kata Jufri tentu berbenturan dengan perjanjian awal ketika beroperasinya, sebuah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) disebuah daerah.

"Kan dari awal itu, sudah ada perjanjian sebagai satu syarat pendirian PKS, beberapa persen harus ketersediaan TBS dari luar baik itu melalui pola kemitraan," terang Jufri.

Ia menilai, penolakan pembelian TBS dari luar yang dilakukan PT MUP saat ini, akal-akalan semata. "Kita dapat info, saat ini TBS dari kebun inti dia, sedang banjir, paska liburan lebaran," kata dia seraya meminta manajemen PT MUP untuk menampung pembelian TBS masyarakat.

Sebelumnya, masyarakat desa Gondai dan Penarikan kecamatan Langgam dibuat tak tenang oleh sikap manajemen PT Mitra Unggulan Perkasa (MUP). Pasalnya, saat ini grup perusahaan Asian Agri tersebut tidak lagi mau membeli Tandan Buah Segar (TBS) dari luar.

Padahal, keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT MUP ini, beroperasi di desa Penarikan. Akibat dari kejadian ini, membikin TBS milik masyarakat terlantar dan membusuk dan tidak tahu mau dijual kemana.

"Sebelumnya, tak ada masalah, tapi tiba-tiba akhir-akhir ini manajemen PT MUP tidak mau membeli buah sawit dari luar, termasuk TBS berasal dari kebun masyarakat di desa Gondai dan Penarikan," terang Yendrianto, tokoh pemuda desa Gondai kecamatan Gondai, Selasa (25/6/19).

Imbas dari kebijakan ini, kata Yendrianto, membuat masyarakat menderita. Ekonomi masyarakat saat ini sebutnya, terancam.

"Banyak buah masyarakat terlantar dan busuk, padahal ini salah satu mata pencarian masyakarakat untuk membiayai kebutuhan," bebernya.

Apalagi sambungnya, sehabis lebaran tahun ini kebutuhan masyarakat meningkat, ditambah lagi pada saat bersamaan disambut dengan dengan tahun ajaran baru sekolah. Biaya kebutuhan hidup kian meningkat.

"Bayangkan, betapa menderitanya, masyarakat lantaran sawit mereka tidak bisa dijual," tandasnya.

Ditempat terpisah Humas PT MUP Taufik menyebutkan penyebab penolakan, pembelian TBS dari luar, lantaran mesin PKS mereka saat ini dalam kondisi rusak.

"Infonya, mesin PKS kita kondisi rusak, jadi berimbas kepada penumpukan TBS, untuk lengkapnya, infonya saya telpon dulu orang pabrik," kata Taufik seraya berjanji beberapa jam kemudian bakal merilis resmi terkait masalah penolakan pembelian TBS ini.***(feb)

Loading...


Berita lainnya..........
- EMP Bentu Suplai Gas untuk Program Jargas di Kota Dumai
- Pemkab Buka Seleksi Calon Dirut dan Dewan Pengawas BPR Rohul, Berikut Persyaratannya
- Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pangkalan Kerinci Berikan Pelatihan Bagi 111 UMKM
- Bupati Kuansing Serahkan Hadiah pada Koperasi Berprestasi
- Triwulan III 2019, Indeks Tendensi Konsumen Riau Turun
- Ditetapkan, UMK Kuansing 2020 Rp3.045.450
- Akhir Pekan, Harga Cabe dan Sayuran di Pekanbaru Naik
- Operasi LPG 3 Kg, PT Kanugrah Sejati Salurkan 560 Tabung Ke Warga Gajah Sakti, Bengkalis
- Sebelas Pelamar Jabatan BRK Mulai Ikuti Seleksi LPPI di Jakarta
- Rapat di Sekjend Watanas, Bupati Meranti Usul Sagu Masuk Komoditi Pangan Strategis Nasional
- Triwulan III 2019, Ekonomi Riau Tumbuh 2,74 persen
- Operasi Pasar LPG 3 Kg di Duri, Aturan Hanya untuk Masyarakat Miskin Terkesan Sekedar Simbol
- Januari-September 2019, RFB Rajai Transaksi Investasi
- Oktober, Pedesaan Riau Alami Inflasi 0,17 Persen
- Jawab Kelangkaan, Sejumlah Pangkalan di Duri Taja Operasi Pasar LPG
- Fokus UMK 2019, DPP Apindo Riau Gelar Rakerkonprov 2019
- BRK dan PemkabĀ  Bengkalis Tandatangani MoU Jasa Perbankan di Pinggir
- Lindungi Keselamatan Kerja, Chevron Luncurkan Hijab FRC
- UIN Susqa-OJK-BEI Gelar Investival Micin
- Kuota Pupuk Bersubsidi Berkurang, Dinas TPH Rohul Sosialisasikan Kartu Tani


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com