Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 3 Juni 2020 00:12
Komitmen Bangun Lingkungan, Lurah Duri Timur dan Perangkatnya Ngeteh Telur Bareng

Selasa, 2 Juni 2020 19:42
Sidang Gugatan Perdata Warga Tingkok Vs PT Hutahaean, ini Kata Penasehat Hukum Penggugat

Selasa, 2 Juni 2020 18:45
Geger, ABG Pingsan di Taman BSL Bengkalis

Selasa, 2 Juni 2020 17:30
Sebelum Masuk Mal Ska, Petugas Cek Suhu Badan Wagubri

Selasa, 2 Juni 2020 16:13
Tangkap Tangan Kanan, BNNP Riau Buru Ws Pemilik Satu Kilogram Sabu di Wilayah Rohil

Selasa, 2 Juni 2020 16:09
Sekwan Pelalawan Pensiun, Bupati Tunjuk Pelaksana Tugas

Selasa, 2 Juni 2020 16:06
Bupati Kuansing Sampaikan Pidato Pengantar LKPJ 2019 di Sidang Paripurna

Selasa, 2 Juni 2020 16:05
Tersangka Cuci Uang Rp700-an Juta Hasil Jual Beli Narkoba di Bengkalis Dilimpahkan ke Jaksa

Selasa, 2 Juni 2020 15:27
Kompol John Firdaus Resmi Menjabat Kabag Ops Polres Rohul

Selasa, 2 Juni 2020 14:58
Batal Berangkat, Muhibbah Travel Imbau Jamaah Tetap Bersabar

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Juli 2019 09:43
Mahalnya Harga Cabe Bikin Pusing Ibu-ibu di Kuansing

Para ibu rumah tangga di Kuansing dibikin pusing harga cabe. Dibeli mahal, tak dibeli, keluarga protes makanan hambar tanpa rasa pedas.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Mahalnya harga Cabe rawit dan cabe merah dikeluhkan Ibu Rumah Tangga di Kuansing.

"Tak sebanding jika dibadingkan dengan harga sawit. Satu kapling lahan sawit saja masih jauh kalah dengan 1 Ha kebun cabe," gerutu Sri, Rabu (10/7/2019) pagi, di Telukkuantan.

Menurut Sri, untuk cabe merah harga perkilonya tembus diangka 100 ribu, sedangkan cabe rawit harga perkilonya mencapai 60 ribu rupiah.

Jika dibandingkan harga sawit menurutnya sangat tidak seimbang, karena harga sawit perkilonya saat ini dikalangan petani hanya berkisar 950 rupiah." Bahkan ada juga dibawa itu," ujar Sri.

Dibandingkan sebelumnya, harga cabe ini kata dia memang cukup mahal dihargai oleh para pedang.

"Biasanya, terjadi peningkatan harga ini karena terbatasnya persediaan dikalangan petani. Atau karena terputusnya akses. Namun, akses kan tak ada kendala, bisa jadi disebabkan persediaan yang terbatas," sebutnya.

Kadis Kopindag Kuansing, Azhar Ali ketika dikonfirmasi terkait mahalnya harga cabe ini, belum bisa meberikan keterangan, karena sedang mengikuti upacara bersama.

"Nanti lah, sekarang lagi sedang mengikuti upacara. Ini kita tanya dulu ke petugas di lapangan," tukasnya.* (Jok)

Loading...


Berita lainnya..........
- Pasca Idul Fitri, Harga TBS Sawit Riau Naik
- Pasca Lebaran, Harga Barang Kebutuhan Masih Belum Turun
- Pandemi Corona, Lebih 5 Ribu Pekerja di Riau Dirumahkan dan Di-PHK
- Peduli Covid-19, Bank Riau-Kepri Cabang Airmolek, Inhu Serahkan Bantuan Dana
- Perdana di Indonesia, Tokocrypto Berhasil Raih Pendanaan dari Binance
- Kliring Berjangka Indonesia Resmikan KBI E-Ducenter
- APINDO RIAU Buka Posko Pengaduan THR Bagi Perusahaan Terdampak Covid-19
- Triwulan I 2020, Perekonomian Riau Tumbuh 2,24 Persen
- Bagi 10.000 Angkot, Pertamina Beri Cashback 50 Persen untuk Pembelian Pertalite dan Dexlite Setiap Hari
- Kadis DPPP Pekanbaru Umumkan Penundaan Pasar Murah
- DPPP Pekanbari Bakal Gelar Pasar Murah di 12 Kecamatan
- AP II Hentikan Penerbangan Komersil Bandara SSK II Pekanbaru
- Bupati Inhil Resmikan 4 Pasar Kecamatan Secara Virtual
- Hadapi Ramadan, Kapasitas Jaringan Indosat Ooredoo Ready
- Meski Corona Merebak, Pertamina Prediksi Peningkatan Kebutuhan Energi Saat Ramadhan
- Triwulan I 2020, Investasi PMDN Riau Peringkat Pertama di Luar Jawa
- Pasar Saham Terus Tumbuh di Tengah Pandemi Corona
- Lahan Bekas Terbakar PT Serikat Putra Ditanami Nenas
- Ramadhan dan Lebaran, BI Jamin Ketersediaan Uang di Riau
- Efek Virus Corona, 17 April Lusa Mal SKA Pekanbaru Buka Terbatas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com