Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 15 Juli 2020 17:39
Nihil Kasus Poisitif, Satu Pasien Covid-19 Dinyatakan Sehat

Rabu, 15 Juli 2020 17:29
Aspekari Riau Kunjungi Poktan Ternak Desa Lahang Baru Inhil

Rabu, 15 Juli 2020 17:27
Diduga Terlibat Karhutla, Jikalahari Laporkan PT Arara Abadi ke Polda

Rabu, 15 Juli 2020 16:42
HUT Adhyaksa ke 60 dan HUT IAD XX 2020, Kajari Pelalawan Taja Baksos

Rabu, 15 Juli 2020 16:36
Sidang Perdana Karhutla PT Adei, Jaksa Bacakan Dakwaan

Rabu, 15 Juli 2020 15:33
64 Kepala SMPN Mundur, Dewan Minta Lapor Jika Mereka Ditekan

Rabu, 15 Juli 2020 15:27
Bertepuk Sebelah Tangan Dengan PKS,
Demokrat Bengkalis Tidak Akan Tinggal Diam


Rabu, 15 Juli 2020 15:08
Nilai Investasi Terbesar di Riau Terbanyak di Dumai

Rabu, 15 Juli 2020 14:48
Pelantikan Eselon III dan IV Pemprov Riau Tunggu Pengesahan Enam UPT Baru

Rabu, 15 Juli 2020 14:02
PT Sari Lembah Subur Gelar Apel Siaga Antisipasi Karhutla

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 1 Agustus 2019 17:23
Juli 2019, Riau Inflas 0,79 Persen

Riau mengalami inflasi sebesar 0,79 persen pada juli lalu. Harga cabe menjadi penyebabnya.

Riauterkini-PEKANBARU- Kabid Statistik dan Distribusi BPS Riau Agus Nurwibowo Kamis (1/8/19) menyatakan pada Juli 2019, Riau mengalami inflasi sebesar 0,79 persen. Inflasi Riau terjadi karena adanya kenaikan harga pada kelompok bahan makanan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, kelompok sandang, kelompok kesehatan, kelompok makanan jadi dan kelompok perumahan, air,listrik,gas dan bahan bakar.

"Sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,49 persen," terangnya.

Komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara lain, Cabai merah,cabai rawit, daging Sapi, tarif sekolah mennegah atas,tarif taman kanak kanak, emas perhiasan, ayam hidup, daging ayam ras, kangkung dan lain lain. Sementara, komoditas yang memberikan andil deflasi diantaranya, angkutan udara, angkutan antar kota, bawang merah, ketimun, jengkol, petai, udang basah dan lain lain.

Dari 23 kota di Sumatra yang menghitung IHK duapuluh satu kota diantaranya mengalami inflasi dengan inflkasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,88 persen dan diikuti kota Tanjung Pandan sebesar 1,23 persen dan kota Medan sebesar 0,95 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di kota Padang Sidempuan sebesar 0,06 persen.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Sekda Inhil Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Kota Tembilahan Bersama BI
- Setahun Berdiri BLK Mandiri Seberida, Inhu Hasilkan Puluhan Tenaga Terampil
- 1123 Paket Pasar Murah Disdagperin Bengkalis Mulai Didistribusikan
- PHRI Sebut Okupansi Hotel Mulai Mengeliat di Pekanbaru di Tengah Corona
- HUT BNI Ke 74, Pegawai dan SP BNI Bagikan 146.000 Paket Sembako
- BPDPKS Kucurkan Puluhan Miliar untuk Replanting Kebun Sawit Petani Mitra Asian Agri
- Anggaran Dialihkan Penanggulangan Covid-19, Tahun Ini Pelalawan Expo Ditiadakan
- SKK Migas-PT CPI Gelar WFD
- Sejumlah Titik Anjungan Rusak, Nasabah BNI di Duri Mengular Narik Rupiah
- OJK: Waspada Info Hoak Tarik Dana di Perbankan
- Pertamina Taja Bakul Online, Dukung Jualan UMKM Riau di Era New Normal
- Antisipasi Covid-19, BRI Telukkuantan Laksanakan Protokol Kesehatan
- Juni 2020, Peremajaan Sawit Rakyat di Riau Baru 9 Ribuan Hektar
- SRO Beri Stimulus Stakeholders Pasar Modal
- Pekan Ini Harga TBS Sawit Riau Naik
- PSBB Berakhir, Bisnis Perhotelan di Pekanbari Mulai Menggeliat
- Tinjau Pasar Modern, Bupati Kuansing Ingin Pastikan Pedagang Nyaman
- Bupati Kuansing Panen Bawang Merah di Desa Kompe Barangin
- Tagihan Listrik Naik, PLN Siapkan Skema
- Pasca Idul Fitri, Harga TBS Sawit Riau Naik


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com