Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Kamis, 27 Pebruari 2020 19:40
BUMDes Jangkang Sejahtera, Bantan Serahkan PAD ke Kas Desa Rp68,3 Juta

Kamis, 27 Pebruari 2020 18:07
62,48 Persen Peserta Tes SKD CPNS Rohil Tidak Memenuhi Passing Grade

Kamis, 27 Pebruari 2020 18:03
Minat Kuliah Tamatan SMK di Rohil Tinggi, Namun Terkendala Biaya

Kamis, 27 Pebruari 2020 17:51
Grand Launching, SIPEKA Dapat Dimanfaatkan Warga Inhu Saat Darurat

Kamis, 27 Pebruari 2020 17:11
Acara Basolang Kecamatan Bandar Petalangan di Desa Kuala Semuadam

Kamis, 27 Pebruari 2020 17:06
BI-Polda Riau Tandatangani Pedoman Kerja

Kamis, 27 Pebruari 2020 16:29
Antisipasi Narkoba, Bupati Inhu Segera Bentuk BNN Kabupaten

Kamis, 27 Pebruari 2020 16:24
Mitsubishi Motors Kembali Pajang Mobil Unggulan di Living World Pekanbaru

Kamis, 27 Pebruari 2020 16:20
Warga Curhat Soal Parkir dan Sikap Petugas RSUD Mandau di Medsos

Kamis, 27 Pebruari 2020 15:48
Kirim Utusan, Syamsuar Orang Pertama Daftar Calon Ketua DPD Golkar Riau

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 21 Agustus 2019 10:08
Apindo Riau Bersama Bursa Efek Indonesia Gelar Workshop Go Public

Membuka pemahaman pentingnya Go Public bagi perusahaan, Apindo Riau menggelar workshop tentang go public.

Riauterkini-PEKANBARU-Apindo Riau bersama Bursa Efek Indonesia dan perusahaan pasar modal menggelar workshop Go Public bersama, Rabu (21/8/19). Acara diikuti pelaku usaha di Riau, OJK, PIPM dan perusahaan pasar modal di Riau.

Ketua DPD Apindo Riau, Wijatmoko Rahtrisno mengatakan bahwa Riau dengan segala potensinya, namun bukan merupakan provinsi yang tidak terdepan dalam jumlah perusahaan yang 'melantai' di bursa efek Indonesia. Menurutnya, perusahaan yang sudah masuk ke bursa efek sudah dipastikan adalah perusahaan yang besar. Atau setidaknya memiliki manajemen perusahaan yang kuat.

"Riau memiliki sekitar 3,5 juta hektar kebun sawit yang sebagian besar dikelola oleh perusahaan sawit. Jika perusahaan perusahaan tersebut melantai di bursa efek, akan dapat lebih berkembang dan berdampak pada pertumbuhan perekonomian di Riau," terangnya.

Kepala OJK Riau, Yusri mengatakan bahwa ke depan diharapkan perusahaan di Riau bersiap menghadapi perekonomian global dengan ikut melantai di bursa efek. Karena di pusat ekonomi seperi di Amerika, Eropa maupun raksasa ekonomi Asia sangat berkembang pasar modalnya.

Selama ini, tambahnya, dalam upaya pengembangan perusahaan, pelaku usaha masih menggantungkan pembiayaan pada sektor perbankan. Sebagai informasi, dalam 1 tahun, perbankan hanya bisa melakukan pembiayaan aebesar Rp 500-600 triliun untuk perusahaan di Indonesia. Sementara, kebutuhan pembiayaan terhadap dunia usaha di Indonesia mencapai Rp 1500 triliun. Masih kurang Rp 900 triliun untuk mencukupinya.

"Untuk itu, dengan go public lah jawabannya. Karena dengan perusahaan yang go publik, masalah pembiayaan tidak hanya tergantung pada perbankan. Karena siapa saja akan dapat menjadi investor pemegang saham pada perusahaan tesebut.

Kelebihan perusahaan yang sudah melantai di bursa efek akan banyak investor yang melirik. Mereka akan menganggap perusahaan yang sudah melantai di bursa efek memiliki reputasi yang baik.

Kepala PIPM Riau, Emon Sulaiman mengatakan bahwa kegiatan Workshop Go Public bersama Apindo Riau bertujuan untuk memperluas networking para peserta. Sharing bagi akselerasi perusahaan melalui penawaran umum. Upaya untuk membantu pelaku usaha di Riau memperoleh informasi pasar modal untuk mendukung kemajuan perusahaan.

649 yang tercatat di bursa efek Indonesia. Baru 1 perusahaan di Riau yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia. Padahal, tambahnya, go publik akan meningkatkan pamor dan kualitas perusahaan karena akan membantu untuk pengembangan san pembiayaan sehingga dapat mendongkrak reputasi perusahaan.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- BI-Polda Riau Tandatangani Pedoman Kerja
- Kalangan Travel di Riau Berharap Saudi tak Lama Cegah Jemaah Umroh
- Penerapan Non Tunai di Riau Dinilai Belum Terintegrasi
- Baru Dirilis, Tercatat Ada 110 Konsumen di Riau Memesan Suzuki XL7
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Kembali Turun
- Sekda Kuansing Panen Raya Bawang Merah di Benai
- Desember 2019, Perdagangan Luar Negeri Riau Surplus
- Triwulan IV 2019, IMMK Riau tumbuh 2,91 persen
- Bupati Siak Awali Pemeremajaan 122 Hektar Kebun Kelapa Sawit di Koto Gasib
- Buka Musrenbang Kuantan Hilir, Bupati Kuansing Komit Bantu Petani Karet
- Tajak Sumur BNE-P01, Sumur Pertama Ekslusif Operation PT Bumi Siak Pusako
- Perumahan Givency One Utamakan Keamanan dan Kenyamanan Penghuni
- Rimbang Baling Jadi Destinasi Wisata Favorite 2019
- Meski Turun, Harga TBS Sawit Riau Pekan Ini Masih di Rp 1800-an perkg
- Buka Musrenbang LDT, Bupati Mursini Sebut Taraf Hidup Petani Kuansing Terus Membaik
- Digelar 5 Hari di Pekanbaru, Mal SKA Wedding Expo 2020 Hadirkan Nuansa Pernikahan Sungguhan
- Musim Hujan, Pencuci Sepeda Motor Pedamaran Rohil Panen
- 2019, Pertumbuhan Ekonomi Riau 2,48 Persen
- Januari 2020, Riau Alami Inflasi 0,42 Persen
- Bina Petani Padi, BI Terapkan Tehnologi Mikroba Alfaafa


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com