Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 19 Nopember 2019 07:08
35 Anggota DPRD Kuansing Jalani Orientasi Bersama BPSDM Riau

Senin, 18 Nopember 2019 22:02
Inovasi Pelayanan, Setahun Lapas Bengkalis Terima 5 Penghargaan

Senin, 18 Nopember 2019 19:18
Sebanyak 46.620 Unit Kendaraan di Riau Manfaatkan Penghapusan Denda PajakĀ 

Senin, 18 Nopember 2019 18:51
Serius Maju Pilkada Kuansing, Ukup Ajukan Surat Pengunduran Diri dari Direktur RSUD

Senin, 18 Nopember 2019 18:03
Hanya Empat Calon Dirut BRK Lulus Tes Administrasi

Senin, 18 Nopember 2019 17:42
Pemprov Sambut Baik, Nono Patria Akhirnya Diumumkan Jadi Calon Waka DPRD Rohul

Senin, 18 Nopember 2019 17:09
Gandeng Jendral, Khairizal Optimis Menangkan Pilkada Inhu 2020

Senin, 18 Nopember 2019 17:00
Petani Sawit Swadaya Riau Kembali Berhasil Raih Sertifikasi RSPO

Senin, 18 Nopember 2019 16:55
Razia Warnet dan Warung Kelontong, 33 Pelajar Diamankan Satpol PP Pekanbaru

Senin, 18 Nopember 2019 15:18
Bangun Masjid Baru, Kepala Kejati Riau Letakan Batu Pertama

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 30 Agustus 2019 21:01
BI Fast Payment, BI Sempurnakan SKNBI

Mudahkan bertransaksi kliring, Bank Indonesia menyempurnakan SKNBI. BI Fast Payment jadi salah satu fokus Bank Indonesia dalam mewujudkan visi pembayaran nasional 2025.

Riauterkini-PEKANBARU-BI Fast Payment jadi salah satu fokus Bank Indonesia dalam mewujudkan visi pembayaran nasional 2025. Platform ini mirip seperti platform sistem pembayaran yang dimiliki perbankan dan diperantarai perusahaan switching. Ia bisa secara realtime melakukan transaksi, pun diproyeksi bisa berbiaya lebih murah dibandingkan transfer menggunakan infrastruktur perbankan.

Untuk itu, Kadiv Sistem Pembayaran Bank Indonesia Kantor Perwakilan Riau, Syahrul Baharisyah mengatakan bahwa Bank Indonesia terus berupaya menyempurnakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Melalui Peraturan Bank Indonesia No 21/8/PBI/2019 proses penyelesaian (settlement) kliring nasional akan ditambah frekuensinya. Sehingga menciptakan efisiensi dan biaya yang lebih murah.

Jika sebelumnya proses penyelesaian terjadi lima kali sehari untuk transfer dana, dan dua kali sehari untuk pembayaran reguler, dalam beleid yang akan berlaku mulai September mendatang kedua jenis transaksi tersebut akan terjadi sebanyak sembilan kali sehari.

"Dengan frekuensi yang lebih banyak harapannya kebutuhan masyarakat atas penyelesaian transaksi yang lebih cepat bisa terpenuhi,” katanya.

Selain penambahan frekuensi, beban biaya juga dipangkas bank sentral. Layanan transfer dan ayang sebelumnya berbiaya Rp 1.000 menjadi Rp 600. Sementara biaya yang sebelumnya ditentukan maksimum Rp 5.000 oleh bank bagi nasabah turut dipangkas menjadi maksimum Rp 3.500. Batas nilai transaksi pun ikut diperbesar, dari Rp 500 juta menjadi Rp 1 miliar.

Syahrul Baharisyah menambahkan dengan penyempurnaan ini harapannya frekuensi dan nilai transaksi nasabah pun dapat terus ditingkatkan. Di sisi lain, inklusi keuangan juga dapat selaras bertumbuh. Dengan peningkatan frekuensi dan biaya turun harapannya memang transaksi bisa meningkat. Masyarakat individu maupun korporasi bisa punya lebih banyak pilihan, mau melalui SKN oleh Bank Indonesia meskipun masih ada jeda waktu, atau bisa menggunakan ATM, mobile banking, internet banking dari bank melalui perantara perusahaan switching.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Bupati Kuansing Serahkan Hadiah pada Koperasi Berprestasi
- Triwulan III 2019, Indeks Tendensi Konsumen Riau Turun
- Ditetapkan, UMK Kuansing 2020 Rp3.045.450
- Akhir Pekan, Harga Cabe dan Sayuran di Pekanbaru Naik
- Operasi LPG 3 Kg, PT Kanugrah Sejati Salurkan 560 Tabung Ke Warga Gajah Sakti, Bengkalis
- Sebelas Pelamar Jabatan BRK Mulai Ikuti Seleksi LPPI di Jakarta
- Rapat di Sekjend Watanas, Bupati Meranti Usul Sagu Masuk Komoditi Pangan Strategis Nasional
- Triwulan III 2019, Ekonomi Riau Tumbuh 2,74 persen
- Operasi Pasar LPG 3 Kg di Duri, Aturan Hanya untuk Masyarakat Miskin Terkesan Sekedar Simbol
- Januari-September 2019, RFB Rajai Transaksi Investasi
- Oktober, Pedesaan Riau Alami Inflasi 0,17 Persen
- Jawab Kelangkaan, Sejumlah Pangkalan di Duri Taja Operasi Pasar LPG
- Fokus UMK 2019, DPP Apindo Riau Gelar Rakerkonprov 2019
- BRK dan PemkabĀ  Bengkalis Tandatangani MoU Jasa Perbankan di Pinggir
- Lindungi Keselamatan Kerja, Chevron Luncurkan Hijab FRC
- UIN Susqa-OJK-BEI Gelar Investival Micin
- Kuota Pupuk Bersubsidi Berkurang, Dinas TPH Rohul Sosialisasikan Kartu Tani
- Mundur dari Dinas, Beban Kreditur di BRK Airmolek Inhu Ditangung Pribadi
- Rohil Raih Opini WTP dari BPK RI
- UUS BRK Raih Penghargaan Institusi Keuangan Syariah Excellent Versi Infobank 2019


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com