Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 18 Nopember 2019 22:02
Inovasi Pelayanan, Setahun Lapas Bengkalis Terima 5 Penghargaan

Senin, 18 Nopember 2019 19:18
Sebanyak 46.620 Unit Kendaraan di Riau Manfaatkan Penghapusan Denda Pajak 

Senin, 18 Nopember 2019 18:51
Serius Maju Pilkada Kuansing, Ukup Ajukan Surat Pengunduran Diri dari Direktur RSUD

Senin, 18 Nopember 2019 18:03
Hanya Empat Calon Dirut BRK Lulus Tes Administrasi

Senin, 18 Nopember 2019 17:42
Pemprov Sambut Baik, Nono Patria Akhirnya Diumumkan Jadi Calon Waka DPRD Rohul

Senin, 18 Nopember 2019 17:09
Gandeng Jendral, Khairizal Optimis Menangkan Pilkada Inhu 2020

Senin, 18 Nopember 2019 17:00
Petani Sawit Swadaya Riau Kembali Berhasil Raih Sertifikasi RSPO

Senin, 18 Nopember 2019 16:55
Razia Warnet dan Warung Kelontong, 33 Pelajar Diamankan Satpol PP Pekanbaru

Senin, 18 Nopember 2019 15:18
Bangun Masjid Baru, Kepala Kejati Riau Letakan Batu Pertama

Senin, 18 Nopember 2019 15:04
4 Hari Dibuka, 207 Pelamar Daftar Seleksi CPNS Bengkalis

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 31 Agustus 2019 07:03
Subkon Tol Pekanbaru-Dumai Kembali Dituding tak Bayarkan Puluhan Juta Hak Pekerja

Persoalan ketenaga-kerjaan kembali muncul dari proyek Tol Pekanbaru-Dumai. Subkon dituding tak bayar gaji pekerja.

Riauterkini - PEKANBARU - Satu lagi mandor pekerja yang mengaku kecewa dengan CV Cipta Pratama Karya (CPK), sub kontraktor (Subkon) pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai.

CV CPK disebut enggan menjalankan kewajibannya dalam memenuhi semua hak pekerja, pada pembangunan jembatan di ruas jalan tol Pekanbaru-Dumai, tepatnya di STA 27+300 di Sei Bangso, Seksi 2 A, meski pekerjaan tuntas dilakukan. Sebelumnya, subkon asal Sumatera Utara ini juga disebut tak bersedia membayar semua hak pekerjanya pada pembangunan box culvert di seksi 4 A 54102 di proyek jalan bebas hambatan tersebut.

"Sisa uang saya itu kira-kira masih ada Rp47 jutaan. Sisa uang yang seharuanya menjadi hak atas pekerjaan kami, sampai sekarang tidak pernah dicairkan. Alasannya banyak sekali," kata Ratno, mandor pekerjaan pembangunan jembatan di ruas jalan tol Pekanbaru-Dumai, tepatnya di STA 27+300 di Sei Bangso, Seksi 2 A, Jumat (29/8/19).

Diceritakannya, estimasi perhitungan hasil kerjanya yang membawahi 15 orang pekerja, sesuai harga yang tetapkan CV CPK, sebesar Rp136 juta lebih. Sementara dana kasbon yang digunakan untuk membayar upah pekerja dan operasional lainnya kepada CPK sekitar sebesar Rp90 juta lebih.

Dari dana kasbon itu juga diantaranya diperuntukan untuk membayar alat perlengkapan pekerja yang dibebankan kepada mandor. Pihak CPK, sama sekali tak memberikan fasilitas sefty perlengkapan kerja.

Menurut Ratno, upaya mendatangi CPK maulai manajmen hingga pimpinanya bernama Awi, seorang tionghoa setiap ditanya selalu memberikan ragam alasan. Mulai dari sedang direkap, masih dihitung, sampai alasan sedang revisi kontrak bersama PT Hutama Karya (HK).

Belakangan mandor Ratno justru dikatakan minus anggaran sebesar Rp40 juta lebih. Ratno yang mengaku heran atas klaim sepihak dari CPK, meminta segala bukti catatan dari dana sudah dikeluarkan CPK dalam bentuk kasbon. Namun herannya, pihak CPK justru selalu mengelak.

"Alasanya tunggu revisi kontrak bersama HK. kita disuruh menunggu, bersabarlah. Belakangan CPK, kita justru dikatakan minus, sebesar Rp40 jutaan. Artinya hasil pekerjaan saya diakuinya berkisar Rp50 jutaanlah. Terus terang dari sini saja sudah tak masuk diakal. Kalau memang cuma berkisar Rp50 jutaan hasil pekerjaan saya, kenapa dia mau memberikan kasbon sampai Rp90 juta lebih untuk membayar upah pekerja dan operasional. Kami juga ada catatan. Apa ini angka yang dibolak balikan. Anehnya lagi, saya ajak ngomong pakai data, mereka banyak pula alasan," ungkap Ratno.

Ratno juga mengatakan, pekerjaan pembangunam jembatan di ruas jalan tol Pekanbaru-Dumai ada sebanyak tiga subkon. Yakni CV Karya Maju Bersama (KMB), CV Karisma termasuk CPK. Dibandingkan dua subkon lainnya, hanya CPK yang membayar lebih rendah setiap jenis pekerjaan.

"Kalau tempat kami (CPK) untuk cor beton hanya Rp25 ribu permeter kubik. Sedangkan Subkon dua lagi 30-an ribu rupiah. Jadi dengan harga aja kita sudah kalah. Dibesi sama, kita satu kilonya cuma Rp700 rupiah. Sedangkan dua Subkon lagi 750an rupiah perkilonya," papar Ratno.***(mok)

Loading...


Berita lainnya..........
- Bupati Kuansing Serahkan Hadiah pada Koperasi Berprestasi
- Triwulan III 2019, Indeks Tendensi Konsumen Riau Turun
- Ditetapkan, UMK Kuansing 2020 Rp3.045.450
- Akhir Pekan, Harga Cabe dan Sayuran di Pekanbaru Naik
- Operasi LPG 3 Kg, PT Kanugrah Sejati Salurkan 560 Tabung Ke Warga Gajah Sakti, Bengkalis
- Sebelas Pelamar Jabatan BRK Mulai Ikuti Seleksi LPPI di Jakarta
- Rapat di Sekjend Watanas, Bupati Meranti Usul Sagu Masuk Komoditi Pangan Strategis Nasional
- Triwulan III 2019, Ekonomi Riau Tumbuh 2,74 persen
- Operasi Pasar LPG 3 Kg di Duri, Aturan Hanya untuk Masyarakat Miskin Terkesan Sekedar Simbol
- Januari-September 2019, RFB Rajai Transaksi Investasi
- Oktober, Pedesaan Riau Alami Inflasi 0,17 Persen
- Jawab Kelangkaan, Sejumlah Pangkalan di Duri Taja Operasi Pasar LPG
- Fokus UMK 2019, DPP Apindo Riau Gelar Rakerkonprov 2019
- BRK dan Pemkab  Bengkalis Tandatangani MoU Jasa Perbankan di Pinggir
- Lindungi Keselamatan Kerja, Chevron Luncurkan Hijab FRC
- UIN Susqa-OJK-BEI Gelar Investival Micin
- Kuota Pupuk Bersubsidi Berkurang, Dinas TPH Rohul Sosialisasikan Kartu Tani
- Mundur dari Dinas, Beban Kreditur di BRK Airmolek Inhu Ditangung Pribadi
- Rohil Raih Opini WTP dari BPK RI
- UUS BRK Raih Penghargaan Institusi Keuangan Syariah Excellent Versi Infobank 2019


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com