Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 19 Nopember 2019 07:08
35 Anggota DPRD Kuansing Jalani Orientasi Bersama BPSDM Riau

Senin, 18 Nopember 2019 22:02
Inovasi Pelayanan, Setahun Lapas Bengkalis Terima 5 Penghargaan

Senin, 18 Nopember 2019 19:18
Sebanyak 46.620 Unit Kendaraan di Riau Manfaatkan Penghapusan Denda Pajak 

Senin, 18 Nopember 2019 18:51
Serius Maju Pilkada Kuansing, Ukup Ajukan Surat Pengunduran Diri dari Direktur RSUD

Senin, 18 Nopember 2019 18:03
Hanya Empat Calon Dirut BRK Lulus Tes Administrasi

Senin, 18 Nopember 2019 17:42
Pemprov Sambut Baik, Nono Patria Akhirnya Diumumkan Jadi Calon Waka DPRD Rohul

Senin, 18 Nopember 2019 17:09
Gandeng Jendral, Khairizal Optimis Menangkan Pilkada Inhu 2020

Senin, 18 Nopember 2019 17:00
Petani Sawit Swadaya Riau Kembali Berhasil Raih Sertifikasi RSPO

Senin, 18 Nopember 2019 16:55
Razia Warnet dan Warung Kelontong, 33 Pelajar Diamankan Satpol PP Pekanbaru

Senin, 18 Nopember 2019 15:18
Bangun Masjid Baru, Kepala Kejati Riau Letakan Batu Pertama

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 31 Agustus 2019 07:07
Gubri Syamsuar Kukuhkan Badan Riau Creative Netework

Dalam rangka mengoptimalkan ekonomi kekinian, Gubri mengukuhkan Badan Riau Creative Netework.

Riauterkini - PEKANBARU - Badan Riau Creative Netework (BRCN) dikukuhkan Gubernur Riau Drs H Syamsuar, Jumat (30/8/19) malam di Balai Serindit, Komplek Gubernuran. Hadir dalam helat itu, selain tokoh masyarakat Riau juga dihadiri stake holder di 12 kabupaten/kota di Riau dan ratusan komunitas.

Melihat dukungan yang luar biasa dari elemen masyarakat ini, Ketua Indonesia Creative City Network (ICCN) Tubagus Fiki Satari spontan mengucapkan bahwa pengukuhan ini sangat luar biasa.

"Saya ingin berterima kasih kepada Gubernur Riau atas fasilitasi dibentuknya badan Riau creative network, ini luar biasa karena komitmen gubernur dan seluruh jajaran sejak awal hingga berdirinya Riau creative network ini," kata Fiki.

Fiki menyebutkan, di Indonesia sudah ada 211 kota/kabupaten yang tergabung dalam jaringan ICCN tapi rasanya ini adalah forum pelantikan yang paling luar biasa di level provinsi.

"Jadi, saya begitu merasa optimis, dan hal ini juga menjadi beban BRCN. Artinya, setelah dilantik yang disaksikan para tokoh masyarakat seluruh komunitas di Riau kita tinggal tunggu program-program bagaimana pengembangan Provinsi Riau dan 12 kabupatennya betul-betul menjadi ujung tombak ekonomi kreatif daerah dan Indonesia," ucap Fiki.

Sebelumnya Ketua BRCN Husnul Kausarian mengatakan, badan Riau creative network atau yang dikenal dengan singkatan BRCN merupakan badan yang dibentuk oleh Gubernur Riau melalui Pergub untuk mengembangkan, mengajak, dan mengakselarasi pertumbuhan ekonomi bidang kreatif yang ada di Provinsi Riau.

"Sama-sama kita ketahui bahwa saat ini di dunia secara umum industri kreatif sedang dan akan terus berkembang serta terus meningkat, oleh karena itu kita sebagai masyarakat Riau secara khusus harus bisa mengambil peran dan menjadi pelaku industri kreatif agar bisa bersaing dan juga bisa lebih hebat dikemudian hari," ucap Husnul.

Lahirnya BRCN ini, sambung Husnul, dari salah satu visi utama gubernur Riau untuk memajukan kegiatan ekonomi atau pertumbuhan ekonomi yang ada di Provinsi Riau. Apalagi saat ini lapangan pekerjaan tidak banyak tersedia.

"Kalau kita masih bergantung pada orang lain maka kita tidak maju, kita harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, dan salah satu solusinya adalah industri kreatif. Mudah-mudahan dengan niat ini kita bisa menjawab persaingan global," ucap Husnul.

Dibentuknya BRCN ini juga sangat kuat yaitu Pergub. Kekuatan ini, harap Husnul, bisa sama-sama memberdayakannya. Perlu juga dipahami bahwa BRCN bukan lembaga eksklusif tapi adalah lembaga buat semua, siapapun bisa bergabung dan siapapun bisa akselerasikan industri kreatif untuk dikembangkan.

Adannya BRCN ini, kata Gubernur Riau Drs H. Syamsuar MS.i adalah upaya untuk menerima anspirasi dan sebagai penyambung lidah baik dengan mitra usaha termasuk juga dengan pemerintah daerah.

"Dulu kita selalu membanggakan adanya Migas dan sawit di Riau, tapi kondisi sekarang tidak bisa menjadi kebanggaan lagi. Kalau kita ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ada di Riau maka kreatiflah," ucap Syamsuar.***(rls/mok)

Loading...


Berita lainnya..........
- Bupati Kuansing Serahkan Hadiah pada Koperasi Berprestasi
- Triwulan III 2019, Indeks Tendensi Konsumen Riau Turun
- Ditetapkan, UMK Kuansing 2020 Rp3.045.450
- Akhir Pekan, Harga Cabe dan Sayuran di Pekanbaru Naik
- Operasi LPG 3 Kg, PT Kanugrah Sejati Salurkan 560 Tabung Ke Warga Gajah Sakti, Bengkalis
- Sebelas Pelamar Jabatan BRK Mulai Ikuti Seleksi LPPI di Jakarta
- Rapat di Sekjend Watanas, Bupati Meranti Usul Sagu Masuk Komoditi Pangan Strategis Nasional
- Triwulan III 2019, Ekonomi Riau Tumbuh 2,74 persen
- Operasi Pasar LPG 3 Kg di Duri, Aturan Hanya untuk Masyarakat Miskin Terkesan Sekedar Simbol
- Januari-September 2019, RFB Rajai Transaksi Investasi
- Oktober, Pedesaan Riau Alami Inflasi 0,17 Persen
- Jawab Kelangkaan, Sejumlah Pangkalan di Duri Taja Operasi Pasar LPG
- Fokus UMK 2019, DPP Apindo Riau Gelar Rakerkonprov 2019
- BRK dan Pemkab  Bengkalis Tandatangani MoU Jasa Perbankan di Pinggir
- Lindungi Keselamatan Kerja, Chevron Luncurkan Hijab FRC
- UIN Susqa-OJK-BEI Gelar Investival Micin
- Kuota Pupuk Bersubsidi Berkurang, Dinas TPH Rohul Sosialisasikan Kartu Tani
- Mundur dari Dinas, Beban Kreditur di BRK Airmolek Inhu Ditangung Pribadi
- Rohil Raih Opini WTP dari BPK RI
- UUS BRK Raih Penghargaan Institusi Keuangan Syariah Excellent Versi Infobank 2019


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com