Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 26 Januari 2020 21:29
Kasus Corona, RSUD Arifien Achmad Jadi RS Rujukan

Ahad, 26 Januari 2020 19:44
Speedboat TKI Tenggelam di Rupat,
Dipastikan Hanya Angkut 18 Orang, 3 Korban Masih Hilang


Ahad, 26 Januari 2020 15:44
Virus Corona, Tiga Pelabuhan di Bengkalis Sasaran Survei Ketat

Ahad, 26 Januari 2020 14:34
Diduga Pelaku Karla Puluhan Hektar, Oknum ASN di Bengkalis Dijebloskan ke Penjara

Ahad, 26 Januari 2020 14:08
Warga Antusias, Pemilihan RW di Mandau Rasa Pilkada

Ahad, 26 Januari 2020 09:32
Terpilih Aklamasi, Nono Patria Pratama Nakhodai PDK Kosgoro 1957 Riau

Ahad, 26 Januari 2020 05:11
Tuntut Kekompakan, Agung Laksono Buka Musda III Kosgoro Riau

Sabtu, 25 Januari 2020 22:23
Dihadapan Agung Laksono, Kader Kosgoro Maju Pilkada Serentak Diperkenalkan

Sabtu, 25 Januari 2020 20:45
Merasa Dirugikan EDRG, Kapolres Inhu Himbau Masyarakat Segera Lapor

Sabtu, 25 Januari 2020 20:44
Bupati Bengkalis Panen Raya Padi di Desa Harapan Baru Mandau

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 6 September 2019 17:12
Tingkatkan TPT Nasional,
Multi Stakeholder Sepakat Optimalkan Penggunaan Bahan Baku Tekstil Dalam Negeri


Demi meningkatkan kinerja Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional, sederet multi stakeholder di Riau, pemerintah pusat, para pelaku usaha, asosiasi dan pelaku industri fashion sepakat untuk saling mendukung optimalisasi penggunaan bahan baku tekstil dalam negeri.

Riauterkini-PANGKALAN KERINCI-Demi meningkatkan kinerja Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional, sederet multi stakeholder di Riau, pemerintah pusat, para pelaku usaha, asosiasi dan pelaku industri fashion sepakat untuk saling mendukung optimalisasi penggunaan bahan baku tekstil dalam negeri. Kesepakatan itupun ditandai dengan penandatanganan bersama oleh masing-masing perwakilan stakeholder dalam forum bertema "Upaya Mengoptimalkan Pemakaian Bahan Baku Dalam Negeri untuk Produk TPT Indonesia", di Hotel Unigraha, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Jumat (06/09/19).

Sederet multi stakeholder yang melakukan penandatanganan kesepakatan tersebut diantaranya yakni Sekjen Kementerian Perindustrian Indonesia, Achmad Sigit Dwiwahjono, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat, Sekjen Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita, Direktur Asia Pacific Rayon (APR) Basrie Kamba serta perwakilan desainer Indonesia dari Fashion Chambers, Yufie Safitri Sobari.

Sekjen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, Achmad Sigit Dwiwahjono menjelaskan, untuk mewujudkan kesepakatan tersebut, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kinerja tekstil Indonesia dengan melaksanakan beberapa kebijakan dan regulasi serta mendorong peningkatan investasi di bidang tekstil. Apalagi dengan adanya APR sebagai perusahaan pionir yang mengembangkan industri tekstil, dia menilai struktur industri tekstil di Tanah Air sudah cukup kuat untuk bersaing di pasar dunia.

"Perkembangan di semester 2 tahun 2019 ini juga cukup memuaskan dan mengalami pertumbuhan sampai 20 persen. Ini bisa membuktikan kalau potensi industri tekstil kita cukup besar dan hasil ekspor juga terbuka lebar. Asalkan kita bisa sama-sama saling support dari sektor hulu, tengah dan hilir," ujarnya disela kegiatan forum tersebut.

Selain itu, untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi ketergantungan impor, pemerintah pun mendorong para pelaku usaha memanfaatkan penggunaan bahan baku dalam negeri untuk industri tekstil, seperti serat rayon sebagai alternatif bahan baku selain kapas dan polyester.

Melalui kesepakatan bersama itu pula, Sigit berharap investasi yang dilakukan pada industri rayon dapat mendorong peningkatan kinerja produk TPT berorientasi ekspor sehingga Indonesia semakin dekat untuk merealisasikan target dalam ‘Making Indonesia 4.0’. Masih kata Sigit, Kemenperin pun telah mencatat kinerja ekspor industri TPT nasional dalam kurun tiga tahun terakhir terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2016 silam, berada di angka USD 11,87 miliar. Kemudian setahun berikutnya naik lagi diangkaUSD 12,59 miliar dan di 2018 dengan nilai USD 13,27 miliar.

"Mayoritas produk ekspor adalah pakaian jadi dengan persentase 63,1 persen. Lalu disusul benang, serat dan kain. Di 2019 ini, target ekspor kita USD 15 miliar. Jika impor bisa dikendalikan dan daya saing dalam negeri diperkuat, maka upaya itu sangat tepat dalam mewujudkan industri TPT nasional masuk ke jajaran lima besar dunia pada tahun 2030 mendatang," ungkapnya.

Sementara di lokasi yang sama, Asia Pacific Rayon (APR) sebagai salah satu pelaku usaha yang ikut hadir pada penandatangan kesepakatan tersebut menilai viscose rayon bisa menjadi motor baru bagi tekstil Indonesia di pasar dunia.

"Dengan berbagai keunggulan seperti berbahan baku dari bumi Indonesia, biodegradable, harga yang bersaing, rayon bisa menjadi alternatif sekaligus masa depan bahan baku tekstil Indonesia," kata Direktur APR, Basrie Kamba.

Hal senada dikemukakan juga oleh Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ade Sudrajat. Ade melihat viscose rayon yang memiliki sifat alami dan mudah terurai akan sangat membantu dalam meningkatkan nilai ekspor industri TPT di Tanah Air.

Loading...


Berita lainnya..........
- Kebun Sawitnya Ditumbang, Petani KPPA PT Peputra Supra Jaya Mengadu ke Apkasindo
- The New Era of Gold,
Waktunya Beli Emas untuk Mereka yang Merencanakan Masa Depan

- Tiket Mulai Dijual, Konser Koplopolitan Didi Kempot Targetkan 3000 Penonton
- Mulai 1 Februari 2020, Bayar Parkir di SSK II Non Tunai
- Tak Bawa Surat Kuasa, Majelis KI Riau Tolak Lima Termohon Sidang Sengketa Informasi
- Mudahkan Pasien Jantung di Riau, IJN Buka Kantor Perwakilan
- Harga Bawang Merah dan Putih di Pekanbaru Bertahan Mahal
- 2019, RFB Bukukan 1,5 Juta Lot
- Kenalkan Irfan Maulana, Kades di Kuansing yang Sukses Bertani Sayur dan Buah
- Bupati Kuansing Ikut Panen Bawah Merah di Benai Kecil
- Dirut BRK Kosong, OJK Segera Fit and Proper 9 Calon
- Pertamina Sesuaikan Harga, Harga Pertamax Series dan Dex Series Turun
- Seminar di Masjid An-Nur, Yusuf Siregar Siap Uangkap Kiat Budidaya Anggur di Riau
- Selama 2019, Inflasi Riau 2,3 Persen
- Lifting Minyak Mentah Area Sumbagut Diperkirakan Lampaui Target
- Jelang Pergantian Tahun, Harga Barang Naik
- Sistem Lelang Getah Pemkab Kuansing Sukses Dongkrak Harga Karet
- Kadin Riau - BUMN Se-Riau Bahas MoU Kemen BUMN-Kadin Indonesia
- APKASINDO Optimis Peningkatan Target PSR Menjadi 500 Ribu Ha
- Kasus Fidusia di Riau, Debetur Menang dari Leasing


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com