Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 Nopember 2019 23:27
Polisi Tetapkan Seorang Lurah di Pelalawan Tersangka Pungli

Kamis, 21 Nopember 2019 23:21
PLN-BBKSDA Riau Kerjasama Bangun Jaringan Listrik Lintas Desa di Kawasan Konservasi

Kamis, 21 Nopember 2019 21:43
Estimasi APBD 2020 Rp3,82 T,
Bupati dan Pimpinan DPRD Bengkalis Teken MoU KUA PPAS


Kamis, 21 Nopember 2019 20:16
RS Awal Bros Ujung Batu Sediakan Pelayanan Poli Orthopedi dengan Dokter Berkompeten

Kamis, 21 Nopember 2019 19:47
Pintu Pagar Gedung Daerah Dikunci, Ucapan Papan Bunga Untuk Yan Prana Sudah Terpasang

Kamis, 21 Nopember 2019 17:16
Terbukti Korupsi Dana UED-SP, Seorang Ketua Koperasi di Bengkalis Divonis 6 Tahun Penjara

Kamis, 21 Nopember 2019 16:37
Antisipasi Karlahut, TNI dan Polri di Rohul Tetap Giat Sosialisasi Walau Musim Hujan

Kamis, 21 Nopember 2019 16:19
SMAN 5 Pinggir Terbaik I Penelitian Balitbang Bengkalis 2019

Kamis, 21 Nopember 2019 14:30
Utamakan Bahasa Negara di Ruang Publik, Bupati Rohul Terima Penghargaan dari Balai Bahasa Riau

Kamis, 21 Nopember 2019 13:34
Wafat, Tiga Penyelenggara Pemilu 2019 Bengkalis Terima Penghargaan Kemendagri RI

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 26 September 2019 07:29
Pemkab Kuansing Serius Merinstis Industri Hilir Karet

Industri hilir karer diyakini bisa jadi solusi peningkatan ekonomi petani. Karena itu, Pemkab Kuansing serius meristisnya.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi berencana akan membuat industri hilir karet. Hal itu didasari karena mayoritas masyarakat Kuansing bergantung pada komoditi ini sebagai sumber ekonomi.

Untuk menjalankan rencana ini, maka pada tahun 2020 Bupati H. Mursini akan memulai Plan Project Home Industri ini nantinya.

Tujuan pembuatan industri hilir ini, karena  Pemerintahan Mursini-Halim menginginkan kesejahteraan bagi masyarakat Kuansing, hal ini juga sejalan dengan visi Misi MH.

Sungguhpun Plan Project baru akan dimulai pada tahun 2020. Namun, Pemerintah Kuansing sudah mulai berupaya menjalankan secara bertahap terutama mengenai hasil karet petani di agar bisa berkualitas dan meningkat.

Tahapan itu mulai dari melakukan MoU dengan Pihak Universitas dalam kajian prosfek maupun eksen program pada bidang peningkatan harga jual Karet.

Mengenai upaya tahapan ini, Pemerintah Kuantan Singingi kata Bupati sejak beberapa tahun terakhir sudah memiliki Asosiasi Petani Karet Kuantan Singingi ( APKARSI ).

  "Asosiasi ini bergerak pada kegiatan lelang karet BOKAR dengan menerapkan sistem pelelangan satu kabupaten, satu kualitas, satu waktu, satu tempat dan satu harga, dengan program BOKAR melalui Dinas Pertanian," ungkap Mursini.

Menurut Bupati, dengan adanya BOKAR maka bisa menggenjot kenaikan harga karet di pasaran tingkat masyarakat. Sehingga kedepan ia berencana mendirikan industri Hilir karet ini.

" Insya Allah, 2020 akan dilaksanakan plan project home industri, ini sudah ada laporan akhir kajian Pengembangan Industri Hilir Karet ini oleh Koordinator Pusat Studi Perkebunan, Gambut dan Pedesaaan LPPM Universitas Riau 16  September yang lalu di Bappeda litbang", bebernya.

Mursini menyebutkan, sejak harga karet terus merosot juga berdampak pada luas lahan Karet di Kuansing dan terjadi penurunan,  2017 terdata hanya 1.39 ribu hektar yang tinggal, namun pada tahun 2018 relatif luasnya bisa bertahan karena ada program lelang BOKAR ini.

Sementara menurutnya saat ini, tercatat 63 ribu rumah tangga di Kuansing bergantung kepada karet, maka ia berharap dengan adanya home industri nanti bisa membantu meningkatkan ekonomi rumah tangga petani karet di Kuantan Singingi.

"Kita akan dukung program ini, dengan payung hukum ( Perda, Perbup ,red ) agar jaminan pasar home industri karet masyarakat Kuansing terjamin," janji Bupati.

Sementara Narasumber Ekpose Draf Laporan Akhir Kajian Pengembangan Industri Hilir Karet Dr.  Djaimi Bakce,  SP,  M.Si.  Koordinator Pusat Studi Perkebunan,  Gambut dan Pedesaan LPPM Universitas Riau/Dosen Fakultas Pertanian menyebutkan, memang kata dia harga karet selalu fluktuasi dan tergantung pasar karet dunia.

Namun, menurutnya Riau secara umum dan Kuansing khususnya untuk tidak terus bergantung kepada pasar dunia, apa lagi Indonesia terus tersaingi oleh karet negara dunia seperti Thailand, dan Vietnam.

"Karet ini bisa di produksi skala besar ( Industri ) dan skala kecil ( home industri ), " nah yang home Industri ini lah yang akan kita kembang 2020 nanti di Kuantan Singingi" ujarnya.

"Hasil home industri ini seperti keset, Sel Penutup Elpiji, miniatur jalur, dan lain sebagainya, maka dari itu Pemerintah harus hadir guna menjamin pasar hasil home industri masyarakat ini," pungkasnya.

Kemudian jika dirunut sebelumnya, Pemkab Kuansing pernah mendapatkan Penghargaan terbaik 2 dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Penghargaan itu diserahkan oleh Direktur Jenderal Perkebunan Ir. Bambang, MM kepada Bupati Kuantan Singingi yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuantan Singingi Ir. Emmerson, pada puncak Peringatan Hari Perkebunan Nasional ke-61 Tahun 2018 yang diselenggarakan pada tanggal 10 Desember 2018 di Bandung Jawa Barat.

Salah satu indikator Pemkab Kuansing menerima penghargaan adalah dengan adanya perwujudan sinergitas pelaku usaha perkebunan (petani karet) dengan pembina bidang perkebunan terutama terkait dengan pemasaran bahan olah karet (BOKAR) di Kabupaten Kuantan Singingi.

Sebab kebijakan terobosan inovatif ini hanya ada di Kuantan Singingi untuk Provinsi Riau, Sedangkan diluar Provinsi Riau baru dilaksanakan di Sumatera Selatan, itupun baru tingkat kecamatan.* (Jok)

Loading...


Berita lainnya..........
- Pemkab Buka Seleksi Calon Dirut dan Dewan Pengawas BPR Rohul, Berikut Persyaratannya
- Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pangkalan Kerinci Berikan Pelatihan Bagi 111 UMKM
- Bupati Kuansing Serahkan Hadiah pada Koperasi Berprestasi
- Triwulan III 2019, Indeks Tendensi Konsumen Riau Turun
- Ditetapkan, UMK Kuansing 2020 Rp3.045.450
- Akhir Pekan, Harga Cabe dan Sayuran di Pekanbaru Naik
- Operasi LPG 3 Kg, PT Kanugrah Sejati Salurkan 560 Tabung Ke Warga Gajah Sakti, Bengkalis
- Sebelas Pelamar Jabatan BRK Mulai Ikuti Seleksi LPPI di Jakarta
- Rapat di Sekjend Watanas, Bupati Meranti Usul Sagu Masuk Komoditi Pangan Strategis Nasional
- Triwulan III 2019, Ekonomi Riau Tumbuh 2,74 persen
- Operasi Pasar LPG 3 Kg di Duri, Aturan Hanya untuk Masyarakat Miskin Terkesan Sekedar Simbol
- Januari-September 2019, RFB Rajai Transaksi Investasi
- Oktober, Pedesaan Riau Alami Inflasi 0,17 Persen
- Jawab Kelangkaan, Sejumlah Pangkalan di Duri Taja Operasi Pasar LPG
- Fokus UMK 2019, DPP Apindo Riau Gelar Rakerkonprov 2019
- BRK dan PemkabĀ  Bengkalis Tandatangani MoU Jasa Perbankan di Pinggir
- Lindungi Keselamatan Kerja, Chevron Luncurkan Hijab FRC
- UIN Susqa-OJK-BEI Gelar Investival Micin
- Kuota Pupuk Bersubsidi Berkurang, Dinas TPH Rohul Sosialisasikan Kartu Tani
- Mundur dari Dinas, Beban Kreditur di BRK Airmolek Inhu Ditangung Pribadi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com