Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 23 Pebruari 2020 20:53
PSF Chapter Riau Korwil Rohul Bantu Masjid Silaturrahim Wonosri Timur

Ahad, 23 Pebruari 2020 20:23
Proyek WC Dan Menara View Bono Ambruk Sebelum Diserah Terimakan

Ahad, 23 Pebruari 2020 18:58
Belasan Korban Investasi Bodong Melapor ke Ditreskrimsus Polda Riau

Ahad, 23 Pebruari 2020 18:10
Perkumpulan Pengemudi Ambulance Terbentuk di Bengkalis

Ahad, 23 Pebruari 2020 17:47
Gerakan Pramuka Tualang Peduli, Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran di

Ahad, 23 Pebruari 2020 17:40
Hari Peduli Sampah, DLHK Riau Apresiasi Bank Sampah RAPP

Ahad, 23 Pebruari 2020 17:08
Andi Rachman dan Syamsuar Bakal Bersaing di Musda Golkar Riau Nanti

Ahad, 23 Pebruari 2020 15:56
Sekdaprov Nyaris Celaka Saat Mengecek Ruangan Stadion Bola Kuansing

Ahad, 23 Pebruari 2020 15:19
Dikukuhkan, Gubri Minta Panitia Besar Purprov Riau X Kuansing Benahi Venue Olahraga

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:52
Gubri Tebar 200 Ribu Bibit Ikan Nilam di Danau Kebun Nopi Kuansing

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 5 Oktober 2019 16:41
Perpres no 55 tahun 2019, BI: Tahun Depan Roadmapnya

Perusahaan industri kehutanan dan perkebunan nakal bakal jadi target perpres no 55 tahun 2019. BI nyatakan tahun depan roadmap.

Riauterkini-PEKANBARU-Terkait Perpres no 55 tahun 2019, Heru Rahadyan dari Departemen Kebijakan Makroprudensial (DKMP) mengatakan bahwa prepres no 55 tahun 2019 tersebut adalah pengaturan pemberian kredit untuk product yang berwawasan lingkungan.

Ke depan, menurutnya, perusahaan industri kehutanan dan perkebunan yang terindikasi melakukan kerlahut akan menjadi target dari perpres tersebut. Namun tidak bisa dilakukan secara langsung dan frontal.

"Implementasi dari Perpres no 55 tahun 2019 tidak melarang operasional perusahaan industri kehutanan dan perkebunan yang terindikasi melakukan karlahut. Karena terkait perekonomian. Dalam tataran kebijakan Bank Indonesia bisa jadi akan memberlakukan kebijakan memberikan insentif buat perusahaan yang melaksanakan operasional yng berwawasan lingkungan," terangnya.

Ke depan, tambah Heru, perusahaan harus membuat laporan atau ferifikasi dari pihak ketiga untuk sertifikasi perusahaan berwawasan lingkungan. Jika sudah ada akan diberikan intensitif barangkali seperti kemudahan persetujuan kredit atau bunga kredit lebih rendah.

"Intensif juga bisa diberikan dengan mengatur perbankan mengalokasikan kreditnya khusus ke perusahaan yang berwawasan lingkungan sebesar 10 persen pada awalnya. Ke depan, jumlah alokasi kredit untuk perusahaan berwawasan lingkungan meningkat secara bertahap," katanya.

Kalau sudah 100 persen pengalokasian dana kredit khusus untuk perusahaan berwawasan lingkungan, Heru menegaskan, baru akan diberlakukan kebijakan perusahaan nakal tidak akan dapat kredit.

" Tahun depan baru keluar road map nya," tambah Heru.

Sekarang ini, tambahnya, pemerintah harus lebih aktif dalam melaksanakan aturan pemerintah yang sudah ada. Termasuk pada sanksi kepada perusahaan nakal.

Disinggung implementasi dari prepres tersebut saat ini, Bank Indonesia baru melakukan pengaturan di 2 objek. Yaitu untuk gedung dan kendaraan.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Baru Dirilis, Tercatat Ada 110 Konsumen di Riau Memesan Suzuki XL7
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Kembali Turun
- Sekda Kuansing Panen Raya Bawang Merah di Benai
- Desember 2019, Perdagangan Luar Negeri Riau Surplus
- Triwulan IV 2019, IMMK Riau tumbuh 2,91 persen
- Bupati Siak Awali Pemeremajaan 122 Hektar Kebun Kelapa Sawit di Koto Gasib
- Buka Musrenbang Kuantan Hilir, Bupati Kuansing Komit Bantu Petani Karet
- Tajak Sumur BNE-P01, Sumur Pertama Ekslusif Operation PT Bumi Siak Pusako
- Perumahan Givency One Utamakan Keamanan dan Kenyamanan Penghuni
- Rimbang Baling Jadi Destinasi Wisata Favorite 2019
- Meski Turun, Harga TBS Sawit Riau Pekan Ini Masih di Rp 1800-an perkg
- Buka Musrenbang LDT, Bupati Mursini Sebut Taraf Hidup Petani Kuansing Terus Membaik
- Digelar 5 Hari di Pekanbaru, Mal SKA Wedding Expo 2020 Hadirkan Nuansa Pernikahan Sungguhan
- Musim Hujan, Pencuci Sepeda Motor Pedamaran Rohil Panen
- 2019, Pertumbuhan Ekonomi Riau 2,48 Persen
- Januari 2020, Riau Alami Inflasi 0,42 Persen
- Bina Petani Padi, BI Terapkan Tehnologi Mikroba Alfaafa
- Imlek, Bunga Laku Keras di Bagansiapiapi
- Penerapan Uang Elektronik untuk Parkir Picu Macet Parah di Pintu Masuk Bandara DSK II
- Rumah Nawacita Bantu Petani Sawit Gondai Dapatkan TORA


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com