Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 18 Nopember 2019 22:02
Inovasi Pelayanan, Setahun Lapas Bengkalis Terima 5 Penghargaan

Senin, 18 Nopember 2019 19:18
Sebanyak 46.620 Unit Kendaraan di Riau Manfaatkan Penghapusan Denda Pajak 

Senin, 18 Nopember 2019 18:51
Serius Maju Pilkada Kuansing, Ukup Ajukan Surat Pengunduran Diri dari Direktur RSUD

Senin, 18 Nopember 2019 18:03
Hanya Empat Calon Dirut BRK Lulus Tes Administrasi

Senin, 18 Nopember 2019 17:42
Pemprov Sambut Baik, Nono Patria Akhirnya Diumumkan Jadi Calon Waka DPRD Rohul

Senin, 18 Nopember 2019 17:09
Gandeng Jendral, Khairizal Optimis Menangkan Pilkada Inhu 2020

Senin, 18 Nopember 2019 17:00
Petani Sawit Swadaya Riau Kembali Berhasil Raih Sertifikasi RSPO

Senin, 18 Nopember 2019 16:55
Razia Warnet dan Warung Kelontong, 33 Pelajar Diamankan Satpol PP Pekanbaru

Senin, 18 Nopember 2019 15:18
Bangun Masjid Baru, Kepala Kejati Riau Letakan Batu Pertama

Senin, 18 Nopember 2019 15:04
4 Hari Dibuka, 207 Pelamar Daftar Seleksi CPNS Bengkalis

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 17 Oktober 2019 07:25
Pelatihannya Digelar RAPP, Sistem Pertanian Terpadu Bantu Petani Efisien dalam Bercocok Tanam

Sejumlah petani diundang PT RAPP. Diberi pelatihan sistem terpadu agar lebih efesien dalam bercocok tanam.

Riauterkini-PANGKALAN KERINCI - Bertani dengan melakukan kegiatan bercocok tanam yang terencana dapat membantu ekonomi rumah tangga. Hal ini memotivasi peserta† yang mengikuti Pelatihan Dasar Sistem Pertanian Terpadu di Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Melalui pelatihan ini, Wan Dewi (29 tahun) mengaku bisa belajar dengan lebih efesien lantaran ia kerap menanam berbagai tanaman di sekitar rumahnya, di Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci.

"Banyak ilmu yang bisa saya terapkan, dari pemilihan tanaman, cara bercocok tanam saya pelajari di sini," terangnya.

Tak jauh beda dengan Petani asal Pangkalan Kerinci, Albitra (53) yang juga petani pemula ini menyatakan† pelatihan ini bermanfaat baginya untuk mengejar produksi tanaman dan sayuran.

"Saya juga ingin tahu lebih luas bagaimana menjadi seorang petani yang unggul karena saya juga petani pemula. Saya ingin mengembangkan ilmu yang saya dapat selama pelatihan ini," terangnya.

Manajer CD RAPP, Binahidra Logiardi mengatakan Program pertanian ini sudah berjalan dua dekade. Program ini, dikatakan Binahidra merupakan fokus awal CD RAPP.

"Sampai saat ini ada 105 pokok tani, ada yang tanaman pangan dan buah-buahan yang kita integrasikan dengan pertanian dan peternakan. Untuk peternakan khususnya sapi dan dihasilkan juga kompos berbentuk cair dan padat," jelas Binahidra.†

Program Pertanian Terpadu yang dilaksanakan oleh CD RAPP sejak 4 tahun terakhir ini† diantaranya kampanye untuk satu desa satu komoditas (one village, one commodity - ovoc). Ia berharap di setiap desa sekitar daerah operasional† RAPP punya komoditas unggulan, baik itu dari pertanian atau dari unit lainya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten† Pelalawan, Ir Syahfalezi MSi, mengapresiasi† kegiatan ini. Sebab, kapasitas pengetahuan SDM dalam pemahaman dalam teknis pertanian sangat diperlukan oleh para petani. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bukan hanya produksi tapi juga pendapatan.

"Oleh karena itu, keterpaduan ini harus lebih disikapi dengan keseriusan. Kita menyikapi dari† kekurangan-kekurangan dan penangganannya mulai dari hilir juga kita sikapi, bukan hanya kapasitas petani,† sarana dan prasarana produksi, tetapi kita juga menyikapi bagaimana pangsa pasar. Pasar menyikapi apa yang kita tawarkan dan kami sebelumnya sudah melakukan penawaran dan kerjasama untuk tanaman sayuran," tandasnya.*** (rls)

Keterangan foto :†

Suasana pelatihan†Sistem Pertanian Terpadu††di Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Loading...


Berita lainnya..........
- Bupati Kuansing Serahkan Hadiah pada Koperasi Berprestasi
- Triwulan III 2019, Indeks Tendensi Konsumen Riau Turun
- Ditetapkan, UMK Kuansing 2020 Rp3.045.450
- Akhir Pekan, Harga Cabe dan Sayuran di Pekanbaru Naik
- Operasi LPG 3 Kg, PT Kanugrah Sejati Salurkan 560 Tabung Ke Warga Gajah Sakti, Bengkalis
- Sebelas Pelamar Jabatan BRK Mulai Ikuti Seleksi LPPI di Jakarta
- Rapat di Sekjend Watanas, Bupati Meranti Usul Sagu Masuk Komoditi Pangan Strategis Nasional
- Triwulan III 2019, Ekonomi Riau Tumbuh 2,74 persen
- Operasi Pasar LPG 3 Kg di Duri, Aturan Hanya untuk Masyarakat Miskin Terkesan Sekedar Simbol
- Januari-September 2019, RFB Rajai Transaksi Investasi
- Oktober, Pedesaan Riau Alami Inflasi 0,17 Persen
- Jawab Kelangkaan, Sejumlah Pangkalan di Duri Taja Operasi Pasar LPG
- Fokus UMK 2019, DPP Apindo Riau Gelar Rakerkonprov 2019
- BRK dan Pemkab  Bengkalis Tandatangani MoU Jasa Perbankan di Pinggir
- Lindungi Keselamatan Kerja, Chevron Luncurkan Hijab FRC
- UIN Susqa-OJK-BEI Gelar Investival Micin
- Kuota Pupuk Bersubsidi Berkurang, Dinas TPH Rohul Sosialisasikan Kartu Tani
- Mundur dari Dinas, Beban Kreditur di BRK Airmolek Inhu Ditangung Pribadi
- Rohil Raih Opini WTP dari BPK RI
- UUS BRK Raih Penghargaan Institusi Keuangan Syariah Excellent Versi Infobank 2019


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com