Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 19 Nopember 2019 17:29
Sekretariat PWI Bengkalis Diresmikan, Puluhan Anggota PWI Riau akan Ikuti UKW

Selasa, 19 Nopember 2019 16:50
Beredar Video ABK Armada Bengkalis-Melaka Buang Sampah ke Laut

Selasa, 19 Nopember 2019 15:40
Pemkab Rohul Terima Penghargaan Swasti Saba Padapa 2019 dari Mendagri dan Menkes

Selasa, 19 Nopember 2019 15:30
Ditemukan, Gajah Sumatera Mati di HTI PT Arara Abadi

Selasa, 19 Nopember 2019 15:29
Sekdes Pelaku Pungli Pengurusan Sertifikat Prona di Gunung Sahilan, Kampar Dituntut 6 Tahun Penjara

Selasa, 19 Nopember 2019 15:20
Pemprov Anggarkan 40 Unit Pemadam Karhutla Portable

Selasa, 19 Nopember 2019 14:38
Lima Kali Digauli di Lapangan Bola, Siswi SMA di Rohul Hamil dan Kekasihnya Ditangkap Polisi

Selasa, 19 Nopember 2019 14:13
Terbengkalai di Tangan Kontraktor, Renovasi Kantor DPRD Pelalawan Dilanjutkan Tahun Depan

Selasa, 19 Nopember 2019 13:56
Wagubri dan Ketua DPRD "Geleng-geleng" Melihat Kapasitas Lapas Bengkalis

Selasa, 19 Nopember 2019 12:25
Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pangkalan Kerinci Berikan Pelatihan Bagi 111 UMKM

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Oktober 2019 13:03
Diajak RAPP Belajar ke Siak, Madu Kelulut Siap Jadi Alternatif Mata Pencaharian Warga Kuansing

Perwakilan warga dari dua desa di Kuansing diajak PT RAPP belajar budidaya Madu Kelulut di Siak. Mereka siap meniru sukses.

Riauterkini-SIAK - Kampung Lalang, Kecamatan Sungai Apit, Siak telah terkenal dengan Madu Kelulut yang memiliki potensi meningkatkan ekonomi warga. Artinya, madu kelulut ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan sangat menjanjikan. 

Perwakikan warga dua desa dari Kabupaten Kuantan Singingi yakni Desa Gunung Melintang, Kecamatan Kuantan Hilir dan Desa Rambahan, Kecamatan Logas Tanah Darat belajar langsung kepada warga Desa Sungai Apit, Juanda dan Candra yang telah menjadi peternak lebah kelulut yang sukses.

Satu dari banyak faktor yang menjadi motivasi dua desa ini untuk belajar bagaimana beternak lebah kelulut adalah faktor ekonomi. Ali Nasri SPd, Kepala Desa Rambahan ingin warganya tidak hanya mengandalkan penghasilan dari karet dan sawit. 

"Madu sudah kami konsumsi sejak nenek moyang, ada madu dari lebah Pohon Sialang dan lebah kelulut. Tapi, kami belum tahu bagaimana membudidayakan lebah kelulut ini. Orang dari  TNTN (Taman Nasional Teso Nilo-red) mengarahkan kami ke ke mitra bina PT RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper-red), pak Juanda dan Candra," tuturnya.

Senada dengan Ali, Hamza Harianto, Kepala Desa Gunung Melintang ingin beternak lebah kelulut agar madunya bisa dijual. Mendengar cerita sukses dari Juanda dan Candra, ia pun ingin ada warga desanya juga sukses seperti mereka.

"Supaya ada komoditi lain yang dikembangkan dan ada pilihan mata pencaharian baru warga kami," ujar kepala Desa yang memimpin 330 KK ini.

Camat Sungai Apit Wahyudi SSTP sangat bangga karena daerahnya menjadi tempat belajar warga dari kabupaten lain. Hal ini membuktikan bahwa lebah kelulut sudah menjadi komoditi unggul di desanya.

"Ini juga berkat peran dari pemerintah Kabupaten Siak dan RAPP yang memberikan dukungan kepada warga kami. Saat ini sudah banyak warga yang mulai beternak lebah kelulut. Semoga bisa menginspirasi pihak lain," tuturnya.

Studi banding ini merupakan inisiasi dari pihak Balai TNTN. Kepala Sesi TNTN Wilayah II Baserah, Ibram Eddy Chandra berkomitmen mengembangkan madu dari lebah kelulut pada dua desa ini. Lewat internet, ia mencari terkait informasi madu kelulut. 

"Saya menemukan RAPP telah membina petani kelulut di Kampung Lalang, Siak. Kemudian saya berkomunikasi dengan pihak RAPP yang ada di estate Baserah untuk mengarahkan kami ke Pak Juanda dan Candra," tuturnya. (rls)

Loading...


Berita lainnya..........
- Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pangkalan Kerinci Berikan Pelatihan Bagi 111 UMKM
- Bupati Kuansing Serahkan Hadiah pada Koperasi Berprestasi
- Triwulan III 2019, Indeks Tendensi Konsumen Riau Turun
- Ditetapkan, UMK Kuansing 2020 Rp3.045.450
- Akhir Pekan, Harga Cabe dan Sayuran di Pekanbaru Naik
- Operasi LPG 3 Kg, PT Kanugrah Sejati Salurkan 560 Tabung Ke Warga Gajah Sakti, Bengkalis
- Sebelas Pelamar Jabatan BRK Mulai Ikuti Seleksi LPPI di Jakarta
- Rapat di Sekjend Watanas, Bupati Meranti Usul Sagu Masuk Komoditi Pangan Strategis Nasional
- Triwulan III 2019, Ekonomi Riau Tumbuh 2,74 persen
- Operasi Pasar LPG 3 Kg di Duri, Aturan Hanya untuk Masyarakat Miskin Terkesan Sekedar Simbol
- Januari-September 2019, RFB Rajai Transaksi Investasi
- Oktober, Pedesaan Riau Alami Inflasi 0,17 Persen
- Jawab Kelangkaan, Sejumlah Pangkalan di Duri Taja Operasi Pasar LPG
- Fokus UMK 2019, DPP Apindo Riau Gelar Rakerkonprov 2019
- BRK dan PemkabĀ  Bengkalis Tandatangani MoU Jasa Perbankan di Pinggir
- Lindungi Keselamatan Kerja, Chevron Luncurkan Hijab FRC
- UIN Susqa-OJK-BEI Gelar Investival Micin
- Kuota Pupuk Bersubsidi Berkurang, Dinas TPH Rohul Sosialisasikan Kartu Tani
- Mundur dari Dinas, Beban Kreditur di BRK Airmolek Inhu Ditangung Pribadi
- Rohil Raih Opini WTP dari BPK RI


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com