Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 7 April 2020 10:06
Pemkab Kuansing Akan Salurkan Bantuan untuk 180 Mahasiswa Kurang Mampu

Selasa, 7 April 2020 02:12
PDP Corona Bertambah, Bupati Inhil Minta Masyarakat Tenang

Senin, 6 April 2020 21:31
Baru 25.796 Orang Mengajukan, Disnaker Riau Beri Kesempatan Pekerja Terdampak Covid-19 Mendaftar Secara Online

Senin, 6 April 2020 21:02
Hasil Rapid Test, Satu Pasien Terindikasi Positif Covid-19 di Inhil

Senin, 6 April 2020 17:21
Satu Lagi Pasien Positif Covid-19 dari Kampar, Total Jadi Dua Belas Orang

Senin, 6 April 2020 16:41
Banding Koperasi Korpri Terkait Hutang Makan Minum Biro Umum Ditolak, Bagaimana Kasasi?

Senin, 6 April 2020 16:22
Pedesaan di Riau Alami Inflasi 0,24 Persen

Senin, 6 April 2020 16:14
Antisipasi Covid-19, Kecamatan Langgam Dirikan Pos Chek Suhu Tubuh 24 Jam

Senin, 6 April 2020 16:09
Antisipasi Kelangkaan Gula, Pemkab Inhu Subsidi Biaya Operasional

Senin, 6 April 2020 15:09
PDP Corona Meninggal di Kuansing Pernah Kontak dengan Sepupu Baru dari Jember

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 29 Oktober 2019 17:13
Kuota Pupuk Bersubsidi Berkurang, Dinas TPH Rohul Sosialisasikan Kartu Tani

Dinas TPH Rohul akan menerapkan kartu tani mulai 2020. Kartu ini diharapkan memudahkan anggota kelompok tani mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Kelangkaan pupuk subsidi akibat realisasi alokasi pupuk dari APBN tidak sampai 40 persen dari kebutuhan, menyebabkan kuota pupuk di daerah kena pangkas‎, seperti terjadi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Dalam rangka memudahkan petani mendapatkan pupuk subsidi, dan pendistribusian pupuk tepat sasaran, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura‎ (TPH) Kabupaten Rohul mulai mengenalkan kartu tani ke para petani.

Kartu tani berbasis online sendiri merupakan sebuah kartu yang dirancang khusus oleh Kementrian Pertanian atau Kementan‎ untuk memudahkan alokasi pupuk subsidi kepada kaum petani, sehingga tetap sasaran.

‎Sebagai tahap awal, Dinas TPH Rohul memberikan Sosialisasi Pengawasan Penyaluran Pupuk Bersubsidi‎ dan Implementasi Kartu Tani kepada pihak distributor pupuk serta instansi terkait di Sapadia Hotel Pasirpangaraian pada Selasa (29/10/2019).

Asisten III Administrasi Umum Setda Kabupaten Rohul, H Dipendri, mengatakan adanya sosialisasi ini tentunya masyarakat atau petani akan terbantu dalam mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi nantinya.

Menurutnya, adanya kartu tani tentu sebuah keterbukaan distributor dalam memberikan bantuan, dan dapat dirasakan langsung oleh petani.

"Adanya sosialisasi ini panitia nantinya akan menjelaskan tentang peraturan pembagiannya seperti apa, sehingga bantuan pupuk bersubsidi ini dapat diberikan merata ke petani di seluruh Kabupaten Rokan Hulu ini," kata Dipendri.

Sementara, Kepala Dinas TPH Kabupaten Rohul, Mubrizal SP, MMA, mengatakan mulai 2020 pemerintah akan mengeluarkan cara baru dalam penyaluran pupuk bersubsidi kepada masyarakat atau petani.

Pemerintah pusat, melalui Kementan akan mengeluarkan Kartu Tani untuk mempermudah petani mendapatkan pupuk bersubsidi. Kartu Tani ini diakuinya sama fungsinya dengan ATM.

"Setiap petani yang ingin menebus pupuk, mereka harus memiliki kartu tani ini. Apabila tidak mempunyai kartu tani, maka mereka tidak dapat menebus pupuk bersubsidi tersebut," ungkap Mubrizal.

Diakuinya, Kartu Tani yang akan diujicoba mulai 2020 ini tidak sembarang dibagikan, memang khusus diberikan ke petani yang tergabung di suatu kelompok tani, dan tidak berlaku bagi petani perorangan.‎

Mubrizal mengungkapkan terdapat sekira 20.000 petani di Kabupaten Rohul yang akan mendapatkan pupuk bersubsidi. Namun, baru sekira 50 persen petani yang sudah terdata oleh Dinas TPH Kabupaten Rohul saat ini.

Untuk ujicoba dimulai 2020, sambung Mubrizal, ada tiga kecamatan yang akan dijadikan sampel, yaitu Kecamatan Rambah, Kecamatan Rambah Samo, dan Kecamatan Rambah Hilir.

"Apabila berhasil maka kita akan kembangkan lagi (di kecamatan lain)," ujarnya.‎

Setelah Kartu Tani ini berbasis online ini diterapkan, sambung Mubrizal, tentunya Dinas TPH Rohul maupun masyarakat‎ nantinya bisa mengetahui berapa banyak pupuk bersubsidi yang telah diterima petani.

‎Mubrizal menambahkan Kartu Tani ini akan diberikan ke petani karena adanya pengurangan alokasi atau kuota pupuk bersubsidi dari pemerintah ke daerah, termasuk dialami Kabupaten Rohul di 2019.

Berdasarkan catatan Dinas TPH Kabupaten Rohul, kuota pupuk subsidi Rohul 2019 terjadi pengurangan, seperti untuk kuota pupuk SP-36 dari 1.861 ton turun menjadi 1.759 ton, pupuk NPK dari 6.985 ton turun menjadi 6.910 ton, dan pupuk organik dari 1.712 ton turun menjadi 1.612 ton.

Untuk kuota pupuk urea tidak terjadi perngurangan di 2019, masih tetap 6.165 ton.‎ Sedangkan pupuk ZA terjadi kenaikan kuota, dari 1.643 ton menjadi 1.743 ton.‎

Kadis TPH Rohul memastikan ke depannya tidak akan terjadi penyelewengan pupuk bersubsidi lagi, sebab Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (P3K) melibatkan Kepolisian, Disperindag dan instansi lain akan melakukan pengawasan bersama.

‎Mubrizal mengharapkan adaynya Kartu Tani nanti, pupuk bersubsidi dari pemerintah tersalurkan dengan baik ke seluruh anggota kelompok tani di Kabupaten Rohul.***(zal)



Loading...


Berita lainnya..........
- Pedesaan di Riau Alami Inflasi 0,24 Persen
- Dampak Virus Corona, 6 Hotel di Pekanbaru Tutup Sementara
- 6 Paket Proyek DAK Milik Dinas PUPR Dumai Selamat dari Surat Edaran Menkeu
- Dukung Kebijakan #DiRumahAja, Pertamina Luncurkan Layanan Antar Rumah
- Bapenda Riau Bebaskan Denda Pajak Selama Masa Tanggap Darurat Corona
- Harga TBS Naik, Efek Kejut Malaysia Lockdown
- Pemkab Kuansing Bantah Hoax Penutupan Pasar Modern Telukkuantan
- Keroncongantar.com, Starup Asal Riau Wakili Infonesia ke Turki
- Target Pertumbuhan Ekonomi Riau 3 Persen Meredup
- Puluhan UMKM dan Exportir Ikan Ikuti HACCP BI Kpw Riau
- Hoby Menjahit Bikin Sheila Kini Bangga jadi Bagian APR
- BI Kpw Riau Gelar Puncak Pekan QRIS
- Co-op PT CPI 2020 Ditutup
- BPSK Hanya Dua di Riau, Salah Satunya di Kuansing
- ABUJAPI Riau-BPJS Sosialisasikan PP 82/2019 untuk BUJP se-Riau
- 33 Ribu Bibit Ikan Nila Akan Disemai Bupati di Seluruh Desa Kuansing
- Seko Pekanbaru Optimis Koperasi Syariah Bisa Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
- BI Kpw Riau Gelar Pekan QRIS di Sejumlah Lokasi
- Tenaga Kerja AKAD Merajalela di Pekanbaru, SPSI Minta Disnaker Tegas
- BI Sebut Jatim Pemasok Alternatif Kebutuhan Pangan Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com