Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 28 September 2020 21:38
Bunda PAUD Inhil Jadi Pembicara Utama Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Episode 3

Senin, 28 September 2020 21:17
169 Advokat di Pekanbaru Dilantik dan Diambil Sumpah

Senin, 28 September 2020 20:51
Pilih "ES4", Ini yang Bakal Dinikmati Masyarakat di Duri, Bengkalis

Senin, 28 September 2020 20:45
Polda Riau Dalami Dugaan Perambahan Hutan dan Pencucian Uang Sihol Pangaribuan

Senin, 28 September 2020 20:42
Dua Pekan Dirawat, Dokter FH Hutahuruk Meninggal Karena Corona

Senin, 28 September 2020 20:06
Hari Ini, Jubir Covid - 19 Kuansing Rilis 5 Pasien Positif Corona

Senin, 28 September 2020 19:56
Tekan Angka Penyebaran Covid - 19, PDAM TT Cabang Duri Tebar Ratusan Masker

Senin, 28 September 2020 18:47
Kasus Covid-19 di Riau Capai 7 Ribu Lebih

Senin, 28 September 2020 17:48
Jawab Tudingan, Rektor UIN Suska Riau Sampaikan Klarifikasi ke Kemenag

Senin, 28 September 2020 17:31
IPMAKA Resmi Dilantik

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 4 Nopember 2019 17:03
Oktober, Pedesaan Riau Alami Inflasi 0,17 Persen

Jika di perkotaan di Riau alami deflasi, di pedesaan di Riau justru mengalami inflasi. Inflasi di pedesaan di Riau sebesar 0,17 persen.

Riauterkini-PEKANBARU- Pada Oktober 2019, terjadi inflasi perdesaan di Provinsi Riau sebesar 0,17 persen, dengan kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok makanan jadi, rokok dan tembakau.

Demikian diungkapkan Kepala BPS Riau, Misparuddin, Senin (4/11/19). Menurutnya, Nilai Tukar Petani (NTP) provinsi Riau pada Oktober 2019 sebesar 95,45. Angka ini naik 0,06 persen dibanding September 2019 yang hanya 95,39.

Meski mengalami kenaikan, NTP sebesar 95,45 tetap diartikan petani secara umum mengalami defisit.

"Penyebab kenaikan NTP disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,23 persen relatif lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,17 persen," ujarnya.

Kenaikan NTP di provinsi Riau pada Oktober 2019 menurutnya terjadi pada dua subsektor penyusun NTP yaitu subsektor tanaman pangan dengan kenaikan sebesar 1,18 persen dan subsektor perikanan dengan kenaikan 0,50 persen.

"Sebaliknya pada 3 subsektor penyusun lainnya mengalami penurunan yaitu subsektor hortikultura turun sebesar minus 0,49 persen subsektor tanaman perkebunan rakyat turun sebesar -0,09 persen dan subsektor peternakan turun sebesar -0,13 persen," terangnya Misparuddin.

Ia mengatakan, pada Oktober 2019 dari 10 provinsi di Pulau Sumatera, ada 6 provinsi yang mengalami kenaikan NTP dan 4 provinsi yang mengalami penurunan NTP.

"Kenaikan NTP tertinggi terjadi di provinsi NAD yaitu sebesar 1,22 persen. Sebaliknya NTP provinsi Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar yaitu -0,59 persen. Dibandingkan NTP provinsi lainnya yang ada di Pulau Sumatera, Riau menduduki peringkat ke-6," pungkasnya.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Heads of Agreement Transisi WK Rokan Ditandatangani
- Lewat Webinar, Petani Binaan Asian Agri Berbagi Kisah Sukses
- Diskopdagrin Kuansing Ajari UMKM Dapat Bantuan Usaha di Masa Pandemi Covid - 19
- Wiraland Gelar Kontes Foto Instagram, Berhadiah Sepeda Brompton
- Bupati Kuansing Terus Upayakan Harga Jual Getah Karet Mahal
- Bupati Kuansing, Himbau Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur untuk Pertanian
- Pandemi Corona, BPJS Ketenagakerjaan Beri Peserta Layanan Ekstra
- Bupati Inhil dan Istri Meninjau Proses Panen Madu di Kecamatan Gaung
- Hari Pelanggan Nasional, PLN Luncurkan Layanan Super Merdeka untuk UMKM/IKM
- Telkomsel Pastikan Belajar Jarak Jauh Nyaman dengan Jaringan Broadband Berkualitas
- Agustus 2020, Riau Inflasi 0,05 persen
- Dinas Kopdagrin Kuansing Ikuti Pelatihan Tajaan Kemenperin
- Sawit Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi Riau
- Dimasa Pandemi, BP Jamsostek Cabang Duri Terapkan One to Many
- Hapernas 2020, BNI Targetkan 2.904 Akad KPR Massal
- Ada Model Cilik Riau, Permintaan Uang Rupiah Edisi Khusus Cukup Tinggi
- Kerja Solid di Semester I 2020, BSM Cetak Laba Rp 719 Miliar
- APKASINDO Dorong Gubri Terbitkan Pergub Tataniaga TBS
- Wagubri Buka Riau Syaria Week 2020
- Jaringan Telkomsel Lumpuh, Warga Pekanbaru Antri Beli Kartu Seluler Baru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com