Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 28 September 2020 21:38
Bunda PAUD Inhil Jadi Pembicara Utama Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Episode 3

Senin, 28 September 2020 21:17
169 Advokat di Pekanbaru Dilantik dan Diambil Sumpah

Senin, 28 September 2020 20:51
Pilih "ES4", Ini yang Bakal Dinikmati Masyarakat di Duri, Bengkalis

Senin, 28 September 2020 20:45
Polda Riau Dalami Dugaan Perambahan Hutan dan Pencucian Uang Sihol Pangaribuan

Senin, 28 September 2020 20:42
Dua Pekan Dirawat, Dokter FH Hutahuruk Meninggal Karena Corona

Senin, 28 September 2020 20:06
Hari Ini, Jubir Covid - 19 Kuansing Rilis 5 Pasien Positif Corona

Senin, 28 September 2020 19:56
Tekan Angka Penyebaran Covid - 19, PDAM TT Cabang Duri Tebar Ratusan Masker

Senin, 28 September 2020 18:47
Kasus Covid-19 di Riau Capai 7 Ribu Lebih

Senin, 28 September 2020 17:48
Jawab Tudingan, Rektor UIN Suska Riau Sampaikan Klarifikasi ke Kemenag

Senin, 28 September 2020 17:31
IPMAKA Resmi Dilantik

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Nopember 2019 09:15
Rapat di Sekjend Watanas, Bupati Meranti Usul Sagu Masuk Komoditi Pangan Strategis Nasional

Bupati Meranti diundang rapat di Kantor Wasekjen Watanas. Diajukan usul sagu masuk komoditas pangan strategis nasional.

Riauterkini-JAKARTA - Bupati Meranti Drs. H. Irwan M.Si, mengikuti pertemuan bersama pihak Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Pangan Nasional, dalam kegiatan dalam rangka mewujudkan ketahanan Pangan Nasional lewat Sagu itu, Bupati usul kepada Presiden melalui Dewan Ketahanan Pangan Nasional untuk memasukan Sagu sebagai komoditas strategis Pangan Nasional, bertempat di Ruang Rapat Desisnas Lt. IV, Kantor Setjend Watannas, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Hadir dalam pertemuan itu, Deputy Sistem Nasional Bandep Infolahta Desisnas Brigjend. TNI Budi Pramono, Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, Praktisi Sagu dari IPB Prof. Bintoro,  Wakil Ketua Komisi Teknis Pangan dan Pertanian Anggota KADIN Utama Kajo, Direktur PT. Sampoerna Agro Dwi Asmono , Asisten I Sekdakab. Meranti Syamsuddin SH MH, Kadis Perindagkop Meranti Drs. H. Azza Fahroni, Kabid Desa Dinas PMD Meranti Darwis SIP MM, Pihak BRG RI, Serta Perwakilan Perusahaan Sagu lainnya.

Seperti dijelaskan Deputy Sistem Nasional Bandep Infolahta Desisnas Brigjend. TNI Budi Pramono, Seiring semakin menipisnya lahan padi di Indonesia yang menyebabkan penurunan produksi beras sementara kebutuhan pangan oleh masyarakat semakin meningkat, Sagu dapat menjadi potensi pangan strategis yang mampu mendukung ketahanan pangan Nasional.

Kini Pemerintah Pusat tengah berupaya Mewujudkan Ketahanan Pangan Lewat Sagu Dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Namun untuk mengembangkan Sagu tidak cukup hanya bermodalkan bahan baku tapi diperlukan upaya Industrialisasi yang masif agar pemanfaatannya dapat maksimal. Untuk mewujudkannya Dewan Watanas Akan membuat surat ke Presiden untuk menjadikan Sagu sebagai Food Security Pertahanan Pangan dan masalah ini menurut Brigjend. Budi Ptamono sangat penting dan strategis. 

"Kita jangan menunggu krisis pangan dulu, tapi kita harus mendahuluinya, agar Indonesia bisa survive, dan mampu mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045,"ujarnya.

Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, dihadapan seluruh peserta rapat, menegaskan untuk mengembang Sagu, diperlukan keberpihakan dari Pemerintan Pusat untuk menjadikan Sagu sebagai sebagai komoditas ketahan pangan strategis Nasional. Namun sayangny hingga saat ini kebijakan itu belum dilakukan. Dan Bupati mengusulkan agar Sagu dapat menjadi Komoditas Ketahanan Pangan Nasional.

"Kita berharap bagaimana Sagu dapat menjadi komoditas pangan strategis Nasional, karena saat ini Pemerintah hanya fokus pada Padi, Jagung, Kedelai (PAJALE), dan kita berharap Sagu dapat dimasuian menjadi PAJALEGU, Padahal Sagu merupakan pangan asli Indonesia dan satu-satunya yang tidak di Import," jelas Bupati Irwan.

Dan menurut Bupati, jika Pemerintah Pusat dapat menyambut hal itu, maka diprediksi Industri Sagu akan menggeliat.

Selanjutnya Bupati Irwan, menjelaskan soal Import Terigu Indosia mencapai 10 ribu Ton/Tahun, jika 10 persen saja Industri besar makanan menggunakan bahan baku Sagu maka Sagu akan berkembang.

Kemudian Bupati juga menyinggung kebijakan dibidang Industri Hilirisasi Sagu salah satunya dalam mendukung terciptanya makanan turunan dari Sagu. Selain itu perlu juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat Indonesia untuk kembali mengkonsumsi Sagu. Sebab Sagu bukan lagi menjadi makanan kelas dua tapi merupakan makanan yang nikmat dan sehat dimana saat ini makanan sehat sudah menjadi trend bagi masyarakat eropa.

Dari hasil penelitian Dewan Watanas, jika Sagu yang ada di Indonesia dapat diolah dan dimanfaatkan secara maksimal diyakini mampu mencukupi kebutuhan pangan dua kali penduduk Indonesia. Seperti diketahui, potensi Sagu Indonesia mencapai 1.5 Juta Ha, terbesar berada diwilayah Papua, dan Meranti sendiri kurang terdapat kurang lebih 50 Ribu Ha. Meski hanya sebagian kecil namun Meranti merupakan pemasok 80 persen kebutuhan Sagu Nasional.

Sagu Meranti untuk pasar lokal dibawa ke Cirebon dan Surabaya, sementara Luar Negeri Malaysia, Jepang, Singapura, Cina, dan Korea Selatan.

Sementara itu, Praktisi dan Peneliti Sagu dari IPB, Prof. Bintoro memaparkan potensi Sagu yang dapat diolah menjadi makanan, pakan ternak dan lainnya.

Saat ini Sagu telah diolah menjadi makanan mulai dari Mie, Gula Sagu, Tepung Sagu, Biskuit (kue kering), Kue Basah, Lontong Sagu dan lainnya. Dan Sagu bukan saja dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan, limbahnyun dapat dibuat papan pengganti kayu, Perabotan dan Kerajinan Tangan, serta Pembuatan Pupuk Kompos.

Iapun menegaskan, Sagu merupakan makanan yang sangat sehat karena merupakan tumbuhan Organik yang bebas dari Pestisida dan bahan kimia lainnya.

"Di Meranti kita telah membuat tumpang sari Sagu dengan peternakan Itik, Ikan, Penggemukan Sapi," akunya.

Iapun mengusulkan kepada Watanas untuk mengundang semua Gubernur, Bupati/Walikota penghasil Sagu yakni 10 Gubernur dan 60 Bupati/Walikota untuk menyatukan visi menjadikan Sagu sebagai pangan strategis Nasional.

Begitu juga Prof. Agusnimar yang memaparkan, potensi Sagu yang merupakan tanaman kehidupan karena sumber makanan dan oksigen, Sagu merupakan jati diri orang Meranti, Sagu Sumber Literasi dan Edukasi, Sagu Merupakan Materi Peradaban.

Jika pemerintah komit mengembangkan Sagu bukan saja dapat mengokohkan ketahanan pangan Nasional. Tapi mampu mensejahterakan masyarakat karena Sagu bukan saja menjadi sumber pangan tapi juga penghasilan masyarakat. Dari catatan sebanyak 2 Triliun pemasukan masyarakat berasal dari Sagu.

Pihak perusahaan pengolah Sagu, yang diwakili Direktur Sampoerna Grup Dwi Asmono, mengatakan pasar Sagu dunia semakin terbuka lebar, dan secara regulasi pengambangan Sagu sangat menguntungkan berbeda dengan Sawit yang penanamanya sudah dibatasi tidak boleh diarea gambut dan kawasan hutan.

Agar dapat berkembang menurutnya Sagu sangat butuh dukungan kebijakan baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah seperti yang dilakukan oleh Bupati Meranti kepada PT. NSP. (rud/adc).

Loading...


Berita lainnya..........
- Heads of Agreement Transisi WK Rokan Ditandatangani
- Lewat Webinar, Petani Binaan Asian Agri Berbagi Kisah Sukses
- Diskopdagrin Kuansing Ajari UMKM Dapat Bantuan Usaha di Masa Pandemi Covid - 19
- Wiraland Gelar Kontes Foto Instagram, Berhadiah Sepeda Brompton
- Bupati Kuansing Terus Upayakan Harga Jual Getah Karet Mahal
- Bupati Kuansing, Himbau Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur untuk Pertanian
- Pandemi Corona, BPJS Ketenagakerjaan Beri Peserta Layanan Ekstra
- Bupati Inhil dan Istri Meninjau Proses Panen Madu di Kecamatan Gaung
- Hari Pelanggan Nasional, PLN Luncurkan Layanan Super Merdeka untuk UMKM/IKM
- Telkomsel Pastikan Belajar Jarak Jauh Nyaman dengan Jaringan Broadband Berkualitas
- Agustus 2020, Riau Inflasi 0,05 persen
- Dinas Kopdagrin Kuansing Ikuti Pelatihan Tajaan Kemenperin
- Sawit Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi Riau
- Dimasa Pandemi, BP Jamsostek Cabang Duri Terapkan One to Many
- Hapernas 2020, BNI Targetkan 2.904 Akad KPR Massal
- Ada Model Cilik Riau, Permintaan Uang Rupiah Edisi Khusus Cukup Tinggi
- Kerja Solid di Semester I 2020, BSM Cetak Laba Rp 719 Miliar
- APKASINDO Dorong Gubri Terbitkan Pergub Tataniaga TBS
- Wagubri Buka Riau Syaria Week 2020
- Jaringan Telkomsel Lumpuh, Warga Pekanbaru Antri Beli Kartu Seluler Baru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com