Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 4 Agustus 2020 11:19
Dari Ruang Isolasi Pasien Corona Ibnu Mas'ud Ajak Serius Ikuti Prokes

Selasa, 4 Agustus 2020 10:24
BLT Covid - 19 Kabupaten Kuansing Segera Disalurkan 

Selasa, 4 Agustus 2020 10:02
Komisi III dan IV DPRD Pekanbaru Cek Dugaan RS Awal Bros Pemicu Banjir

Selasa, 4 Agustus 2020 08:53
Hasil Tracking, 7 Warga Pelalawan Ketularan Corona dari MR

Selasa, 4 Agustus 2020 01:53
Bupati Inhil Lepas Keberangkatan Perdana Ekspor Kelapa ke Malaysia

Selasa, 4 Agustus 2020 01:50
Jaksa Banding Atas Vonis Ringan Terdakwa Korupsi Kredit Macet PT PER

Senin, 3 Agustus 2020 21:25
Jelang Diresmikan Jokowi, 248 Titik CCTV Dipasang Dijalan Tol Permai

Senin, 3 Agustus 2020 20:45
Sri Barat Diyakini Berpotensi Sapu Bersih Dukungan Swing Voters di Pilkada Bengkalis

Senin, 3 Agustus 2020 20:21
Pilkada 2020, PWI Bengkalis Terbuka dengan Seluruh Kandidat

Senin, 3 Agustus 2020 19:38
Demokrasi di Riau Kategori Level Sedang

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 2 Desember 2019 13:43
Oktober 2019, Riau Kembali Deflasi

Oktober 2019, Riau kembali mengalami deflasi. Deflasi disebabkan cabe cabean dan ikan ikanan.

Riauterkini-PEKANBARU-Riau kembali mengalami deflasi setelah Agustus dan September 2019 lalu, Riau mengalami deflasi. Oktober 2019 ini Riau mengalami deflasi sebesar 0,23%.

Dari tiga kota di Riau yang masuk dalam pengitungan inflasi-deflasi, seluruhnya mengalami deflasi. Di Pekanbaru mengalami deflasi sebesar -0,26%. Kota Dumai juga melami deflasi sebesar -0,12% dan Tembilan deflasi -0,15%.

Deflasi tertinggi untuk bulan November terjadi dikelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0,92%.

Kepala BPS Provinsi Riau, Miftaruddin mengungkapkan deflasi di Riau dipengaruhi oleh beberapa komoditi kebutuhan bahan makanan. Seperti cabe merah, rawit, cabe hijau, ikan serai dan ikan tongkol.

Sedangkan bawang merah, beras, anggur, udang basah, telor ayam ras dan bayam menjadi komoditi yang justru mberikan andil terjadinya inflasi.

“Dari tujuh kelompok, ada enam kelompok mengalami deflasi. Hanya satu kelompok yang mengalami inflasi yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau,” katanya.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Petani Pangkalan Batang Barat Bengkalis Budidayakan Kaliandra Merah
- BSM-Nasabah Berbagi Untuk Negeri
- Pekan Ini, TBS Sawit Riau Naik
- Sebagian dari 283 Calon Naker Dibekali Pelatihan Pemkab Kuansing Telah Bekerja
- Sumber Ketahanan Pangan, BRG Bersama Pokmas Panen Raya Ubi Kayu
- Dinas Kopdagrin Kuansing, Gelar Pasar Murah
- Desa Mandiri Pangan dan Energi, Aspekari Budidaya Kaliandra Merah di Teluk Paman, Kampar
- BNI-Kejaksaan se-Indonesia Teken Kerjasama
- Sosialisasikan YTWU, UAS Semangati Konversi BRK ke Syariah
- Naik Daya Rp170 Ribu, Pelanggan PLN di Pelalawan Diajak Manfaatkan Promo Gebyar Kemerdekaan
- PEN, Perbankan Beri Restrukturisasi Kredit
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Naik
- Hasil Fit and Proper Diserahkan OJK, Penentuan Dirut dan Komut BRK di Tangan Pemilik Saham
- SP-KMPT Dumai Tolak Wacana Pertamina untuk IPO
- HUT RI 2020, PLN UIWRKR Beri Diskon Tambah Daya
- Penetrasi Pasar di Masa Pandemi, AQUA Japan Hadirkan Produk Inovatif
- Sekda Inhil Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Kota Tembilahan Bersama BI
- Setahun Berdiri BLK Mandiri Seberida, Inhu Hasilkan Puluhan Tenaga Terampil
- 1123 Paket Pasar Murah Disdagperin Bengkalis Mulai Didistribusikan
- PHRI Sebut Okupansi Hotel Mulai Mengeliat di Pekanbaru di Tengah Corona


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com