Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 14 Desember 2019 14:37
Seleksi Panwascam, Bawaslu Bengkalis Terima Tanggapan Masukan Masyarakat

Sabtu, 14 Desember 2019 12:07
Razia Kamar Napi Lapas Bengkalis, Petugas Gabungan Temukan Sajam

Sabtu, 14 Desember 2019 10:29
Ratusan Nelayan Bengkalis Terima Alat Keselamatan Pelayaran Dishub Riau

Sabtu, 14 Desember 2019 10:26
Ratusan Driver Riau Ojek Hadir dan Siap Layani Transportasi Masyarakat Pekanbaru

Sabtu, 14 Desember 2019 09:36
Pemuda Batak Kuansing Salurkan Bantuan pada Korban Banjir

Sabtu, 14 Desember 2019 07:22
Sanjayo Art Pertunjukan Pembuka Festival Teater Islam Dunia

Jum’at, 13 Desember 2019 20:40
Hadapi Pilkada, Bappeda Bengkalis Percepat Perencanaan TA 2021

Jum’at, 13 Desember 2019 20:29
173 Calon Panwascam Pilkada Bengkalis 2020 Ikuti Tes CAT dan Wawancara

Jum’at, 13 Desember 2019 20:16
Target Pertanian Bengkalis Maju, Mandiri dan Modern 2020

Jum’at, 13 Desember 2019 20:04
Diduga Bawa Narkoba Pelanggar Lulintas Mengaku Intel Polres Bengkalis, Diamankan Anggota Ditlantas Polda Riau

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 2 Desember 2019 13:43
Oktober 2019, Riau Kembali Deflasi

Oktober 2019, Riau kembali mengalami deflasi. Deflasi disebabkan cabe cabean dan ikan ikanan.

Riauterkini-PEKANBARU-Riau kembali mengalami deflasi setelah Agustus dan September 2019 lalu, Riau mengalami deflasi. Oktober 2019 ini Riau mengalami deflasi sebesar 0,23%.

Dari tiga kota di Riau yang masuk dalam pengitungan inflasi-deflasi, seluruhnya mengalami deflasi. Di Pekanbaru mengalami deflasi sebesar -0,26%. Kota Dumai juga melami deflasi sebesar -0,12% dan Tembilan deflasi -0,15%.

Deflasi tertinggi untuk bulan November terjadi dikelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0,92%.

Kepala BPS Provinsi Riau, Miftaruddin mengungkapkan deflasi di Riau dipengaruhi oleh beberapa komoditi kebutuhan bahan makanan. Seperti cabe merah, rawit, cabe hijau, ikan serai dan ikan tongkol.

Sedangkan bawang merah, beras, anggur, udang basah, telor ayam ras dan bayam menjadi komoditi yang justru mberikan andil terjadinya inflasi.

“Dari tujuh kelompok, ada enam kelompok mengalami deflasi. Hanya satu kelompok yang mengalami inflasi yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau,” katanya.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Kasus Fidusia di Riau, Debetur Menang dari Leasing
- BI Gelar Pertemuan Tahunan
- VOTED Lahirkan 315 Tenaga Terampil
- Gandeng 43 Bank Umum, BI Riau Gelar Layanan Penukaran Uang
- Libur Natal dan Tahun Baru 2020,
Telkomsel Pastikan Perkuat Layanan Jaringan Untuk Semua Masyarakat

- Ketika PGN jadi Energi Baru Peningkatan Taraf Ekonomi Masyarakat Dumai
- Wabup Kuansing Bertekad Tingkatkan Kesejateraan Masyarakat Lewat Perkebunan dan Pertanian
- Program CSR Asian Agri, Dukung Pemuda Untuk Mandiri
- Oktober 2019, Riau Kembali Deflasi
- BI Kpw Riau Gelar FGD Tata Kelola Kantor Perwakilan BI dengan Pemangku Kepentingan Daerah
- Komisi V DPR RI Terima Usulan GAPKI, APKASINDO dan ASPEKPIR
- Keroncongantar.com Pasarkan Produk UMKM Riau di Surabaya
- EMP Bentu Suplai Gas untuk Program Jargas di Kota Dumai
- Pemkab Buka Seleksi Calon Dirut dan Dewan Pengawas BPR Rohul, Berikut Persyaratannya
- Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pangkalan Kerinci Berikan Pelatihan Bagi 111 UMKM
- Bupati Kuansing Serahkan Hadiah pada Koperasi Berprestasi
- Triwulan III 2019, Indeks Tendensi Konsumen Riau Turun
- Ditetapkan, UMK Kuansing 2020 Rp3.045.450
- Akhir Pekan, Harga Cabe dan Sayuran di Pekanbaru Naik
- Operasi LPG 3 Kg, PT Kanugrah Sejati Salurkan 560 Tabung Ke Warga Gajah Sakti, Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com