Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 8 Agustus 2020 19:07
Penderita Gizi Buruk di Pekanbaru Capai 1.248 Kasus, DPRD: Harusnya Ini Tidak Terjadi

Sabtu, 8 Agustus 2020 19:06
Tambahan 50 Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak Siak dan Pekanbaru

Sabtu, 8 Agustus 2020 16:27
Syahrul Aidi Tunjukkan Abrasi Terparah di Inhu-Kuansing ke Kepala Balai Sungai KemenPUPR

Sabtu, 8 Agustus 2020 16:26
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Lurah Talang Mandi Serahkan Alat Penyemprot dan Disinfektan

Sabtu, 8 Agustus 2020 13:20
Musda V, Golkar Kuansing Buka Pendaftaran Calon Ketua

Sabtu, 8 Agustus 2020 13:17
Direkomendasi Partai Demokrat, Irjen Pol Wahyu Adi Siap Maju di Pilkada Inhu

Sabtu, 8 Agustus 2020 13:13
Pemkab Inhil Serahkan 4500 Sertifikat Tanah

Sabtu, 8 Agustus 2020 11:23
Simpan di Celana Dalam, Polisi Ringkus Jaringan Pengedar Sabu di Pinggir

Sabtu, 8 Agustus 2020 10:54
Kebakaran Gudang Besi Tua Kejutkan Warga Duri yang Terlelap

Sabtu, 8 Agustus 2020 09:45
Juni 2020, Ekspor Mihas dan Nonmigas Riau Naik

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 13 Desember 2019 11:46
BI Gelar Pertemuan Tahunan

BI menggelar pertemuan tahunan bersama stakeholder. Pertemuan Tahunan bahas peluang dan tantangan ekonomi Riau tahun 2019.

Riauterkini-PEKANBARU-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia. Acara ini dibuka oleh Bapak Decymus dan dihadiri langsung Jon Erizal –Anggota Komisi XI DPR RI, Ahmad Syah Harofie – Asisten I Mewakili Gubernur Riau, Agung Setya – Kapolda Riau, dan Yusri – Kepala Kantor OJK Provinsi Riau. Selain itu, hadir juga stakeholder utama KPw. Bank Indonesia Provinsi Riau yang berasal dari Pemerintah Daerah, Asosiasi, Akademisi, Pelau Usaha dan Perbankan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Decymus dalam paparannya menyampaikan sejumlah peluang dan tantangan ekonomi Riau tahun 2019, serta prospek ekonomi, dan upaya ke depan yang dirangkum dalam satu tema. “Sinergi, Transformasi, dan Inovasi Menuju Riau Bersatu dan Indonesia Maju".

Tema yang tepat sebagai strategi dalam menghadapi memburuknya ekonomi global dewasa ini untuk memperkuat ketahanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi Riau. Perekonomian global sedang berada dalam fase melambat, bersamaan dengan perang dagang yang hingga kini belum menemui titik penyelesaian.

Sementara itu, permintaan CPO dunia masih dibayangi berbagai hambatan, baik tarif maupun non-tarif.

Perlambatan ekonomi global ternyata memukul ekspor Riau. Ekspor yang terpukul menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Riau melambat secara signifikan. Tren pertumbuhan ekonomi Riau terus melambat sejak 2011 dan semakin rendah sejalan dengan ekspor.

Bank Indonesia memandang bahwa hilirisasi merupakan kunci untuk bertahan. Hilirisasi dapat dipercepat dengan meningkatkan kemudahan berusaha. Hilirisasi juga memerlukan dukungan infrastruktur strategis.

Berbagai sektor alternatif pertumbuhan ekonomi Riau semakin berkembang. Dari sektor perdagangan, perikanan, real estate, UMKM/Ekonomi Kreatif, dan pariwisata. Dengan berbagai peluang dan tantangan tersebut, pemulihan ekonomi Riau 2020 diperkirakan berlanjut.

Dari sisi inflasi, Bank Indonesia melihat adanya peningkatan inflasi di tahun 2019, namun secara garis besar masih lebih rendah dari provinsi penghasil seperti Sumatera Utara. Andil terbesar penyumbang inflasi di Riau yakni cabai merah, daging ayam ras, dan bawang merah menjadi fokus utama bagi kita semua agar inflasi rendah dan stabil mampu tercapai untuk menunjang terjaganya daya beli masyarakat.

"Riau dihadapkan pada berbagai tantangan pengendalian inflasi dikarenakan posisinya yang bukan sebagai daerah penghasil komoditas pangan, persaingan usaha yang tidak sehat, struktur harga yang tidak wajar, dan keadaan cuaca yang kurang kondusif, tambahnya.

Pada tahun 2020, inflasi diperkirakan masih tetap terkendali. Meskipun demikian kita tetap perlu mewaspadai laju inflasi pada masa mendatang. Melihat beberapa indikator utama pada inflasi inti, inflasi administered price, dan inflasi volatile food kami memperkirakan bahwa pada tahun 2020 inflasi Riau berada pada rentang 2,1% sampai dengan 4,1%.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Juni 2020, Ekspor Mihas dan Nonmigas Riau Naik
- Harga TBS Dibeli Mahal, Disbun Riau Anjurkan Petani Swadaya Gabung Petani Mitra
- Juli 2020, Riau Alami Deflasi 0,24 Persen
- JFX Cabut SPAB PT AMF
- Sektor Jasa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Riau
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit Riau Naik
- Petani Pangkalan Batang Barat Bengkalis Budidayakan Kaliandra Merah
- BSM-Nasabah Berbagi Untuk Negeri
- Pekan Ini, TBS Sawit Riau Naik
- Sebagian dari 283 Calon Naker Dibekali Pelatihan Pemkab Kuansing Telah Bekerja
- Sumber Ketahanan Pangan, BRG Bersama Pokmas Panen Raya Ubi Kayu
- Dinas Kopdagrin Kuansing, Gelar Pasar Murah
- Desa Mandiri Pangan dan Energi, Aspekari Budidaya Kaliandra Merah di Teluk Paman, Kampar
- BNI-Kejaksaan se-Indonesia Teken Kerjasama
- Sosialisasikan YTWU, UAS Semangati Konversi BRK ke Syariah
- Naik Daya Rp170 Ribu, Pelanggan PLN di Pelalawan Diajak Manfaatkan Promo Gebyar Kemerdekaan
- PEN, Perbankan Beri Restrukturisasi Kredit
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Naik
- Hasil Fit and Proper Diserahkan OJK, Penentuan Dirut dan Komut BRK di Tangan Pemilik Saham
- SP-KMPT Dumai Tolak Wacana Pertamina untuk IPO


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com