Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 6 Juli 2020 18:56
Enam Tahun Berjalan, FFVP Berhasil Kurangi Karhutla 750 Ribu Hektar

Senin, 6 Juli 2020 17:25
Sekdaprov Riau Diperiksa Jaksa Terkait Dugaab Korupsi Pemkab Siak

Senin, 6 Juli 2020 17:25
Satu Penumpang Positif Covid-19, Maskapai Lion Air Diminta Lakukan Tracing Kontak

Senin, 6 Juli 2020 17:01
Tambahan Satu Kasus Positif Covid-19, Satu Lagi Meninggal Dunia

Senin, 6 Juli 2020 16:47
DPRD Pelalawan Desak Proses Karlahut PT Arara Abadi

Senin, 6 Juli 2020 15:56
Luasan Karhutla Tahun Ini Jauh Berkurang

Senin, 6 Juli 2020 15:32
PHRI Sebut Okupansi Hotel Mulai Mengeliat di Pekanbaru di Tengah Corona

Senin, 6 Juli 2020 14:43
Pimpin Rakor, Gubri Minta Utamakan Pencegahan Tangani Karhutla

Senin, 6 Juli 2020 14:03
Empat Tahun Vakum, Plh. Bupati Bengkalis Kembali Aktifkan Forum CSR

Senin, 6 Juli 2020 12:50
Anak tak Diterima, Puluhan Warga Tegar Geruduk SMAN 4 Mandau

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 13 Desember 2019 18:20
Kasus Fidusia di Riau, Debetur Menang dari Leasing

Kasus Fidusia muncul di Riau dan masuk ke ranah hukum. Sidang memenangkan debitur (nasabah leasing).

Riauterkini-PEKANBARU-Salah satu pembelajaran buat para debitur (nasabah perusahaan leasing) bahwa ada beberapa kasus yang terjadi berkaitan dengan perusahaan leasing. Seperti penarikan kendaraan, kredit bermasalah yang berlebihan, tindakan tak etis juru tagih atau debt collector, dan penghitungan denda.

Pada kasus lainnya, substansi klausula baku terlalu teknis, konten tidak dipahami, hingga tulisannya kecil dan tak terbaca. Ketika terjadi gagal bayar, konsumen selaku pemberi fidusia terpaksa merelakan kendaraanya ditarik oleh kreditur. Di sini ada ketidakadilan yang dialami konsumen dalam praktik bisnis pembiayaan leasing kendaraan bermotor di Indonesia. Seperti penarikan kendaraan, kredit bermasalah yang berlebihan, tindakan tak etis juru tagih atau debt collector, dan penghitungan denda.

Di Pekanbaru ada kasus fidusia yang masuk ke ranah hukum antara debitur (nasabah leasing) melawan perusahaan leasing. Kasus yang melibatkan SM (38) seorang dosen di salah satu politehnik di Pekanbaru melawan perusahaan leasing OM ini diputus bebas murni oleh PN Pekanbaru pada Selasa (9/12/19) lalu itu dengan memenangkan debitur.

Demikian diungkapkan salah satu tim kuasa hukum SM, Lawyer Riza Kurniawan SH MH and Partner yang berkantor di Jl Melur Panam Jumat (13/12/19). Menurutnya, kasus yang dilaporkan pada 2016 lalu itu sempat mangkrak hingga 3 tahunan dan baru naik pada 2019 ini.

Kasus bermula dari suami SM berinisial IND (49) mengajukan kredit sebuah kendaraan beroda 4 ke perusahaan leasing. Karena IND tidak memenuhi syarat untuk mengajukan kredit, pihak perusahaan mengarahkan kreditnya ke isterinya atas nama SM yang seorang PNS.

Setelah SM setuju akhirnya terjadilah akad kredit kendaraan roda 4 atas nama SM oleh IND. Sayangnya, baru 3 atau 4 bulan berjalan, IND tak mampu meneruskan kredit. Tanpa sepengetahuan SM, IND melakukan take over mobil tersebut pada seorang PNS di Pekanbaru atas nama EY yang disetujui dan difasilitasi perusahaan leasing tersebut.

Masalah muncul ketika mobil tersebut di bawa suami EY yang kemudian menghilang. Akhirnya, karena menghilang dan tidak ditemukan, proses pembayaran kredit menjadi macet.

"Disini kasus hukum mulai muncul. Karena akhirnya pihak leasing membebankan pembayaran kepada SM. Tentu saja SM yang tidak mengetahui apapun terkait take over kredit menolak dan melawan secara hukum ketika kasus dibawa ke ranah hukum oleh perusahaan leasing," terang Riza Kurniawan SH MH di ruang kerjanya.

Setelah beberapa kali sidang, tambah Riza Kurniawan SH MH, akhirnya Ketua Majelis Hakim PN Pekanbaru, Sorta memutuskan bahwa SM diputus bebas murni karena secara sah dan meyakinkan tidak terbukti melakukan take over kredit kedaraan roda 4 yang dilakukan oleh suaminya IND kepada EY hingga merugikan pihak perusahaan leasing.

Kini, menurut Riza, masih menunggu pihak jaksa yang akan mengajukan banding. *(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- PHRI Sebut Okupansi Hotel Mulai Mengeliat di Pekanbaru di Tengah Corona
- HUT BNI Ke 74, Pegawai dan SP BNI Bagikan 146.000 Paket Sembako
- BPDPKS Kucurkan Puluhan Miliar untuk Replanting Kebun Sawit Petani Mitra Asian Agri
- Anggaran Dialihkan Penanggulangan Covid-19, Tahun Ini Pelalawan Expo Ditiadakan
- SKK Migas-PT CPI Gelar WFD
- Sejumlah Titik Anjungan Rusak, Nasabah BNI di Duri Mengular Narik Rupiah
- OJK: Waspada Info Hoak Tarik Dana di Perbankan
- Pertamina Taja Bakul Online, Dukung Jualan UMKM Riau di Era New Normal
- Antisipasi Covid-19, BRI Telukkuantan Laksanakan Protokol Kesehatan
- Juni 2020, Peremajaan Sawit Rakyat di Riau Baru 9 Ribuan Hektar
- SRO Beri Stimulus Stakeholders Pasar Modal
- Pekan Ini Harga TBS Sawit Riau Naik
- PSBB Berakhir, Bisnis Perhotelan di Pekanbari Mulai Menggeliat
- Tinjau Pasar Modern, Bupati Kuansing Ingin Pastikan Pedagang Nyaman
- Bupati Kuansing Panen Bawang Merah di Desa Kompe Barangin
- Tagihan Listrik Naik, PLN Siapkan Skema
- Pasca Idul Fitri, Harga TBS Sawit Riau Naik
- Pasca Lebaran, Harga Barang Kebutuhan Masih Belum Turun
- Pandemi Corona, Lebih 5 Ribu Pekerja di Riau Dirumahkan dan Di-PHK
- Peduli Covid-19, Bank Riau-Kepri Cabang Airmolek, Inhu Serahkan Bantuan Dana


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com