Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Januari 2020 09:59
Ayo Ikuti Sayembara Cipta Maskot dan Logo Porkab III Bengkalis 2020

Sabtu, 25 Januari 2020 08:28
9 Korban Masih Hilang, Polda Tangkap Dua Tersangka Kapal TKI Tenggelam di Rupat

Jum’at, 24 Januari 2020 21:11
Ngopi Sore Bareng IM3 Ooredoo, 2020 Tambah Puluhan BTS di Riau

Jum’at, 24 Januari 2020 20:51
Gagal Gelar Piala Dunia U-20, Stadion Utama Riau Diusulkan Jadi Training Camp

Jum’at, 24 Januari 2020 20:44
Klaim Miliki 30 Ribu Dukungan, Pasangan Independen Nurhadi - Toni Sutianto Siap Mendaftar di KPU Inhu

Jum’at, 24 Januari 2020 20:18
Musda KNPI Provinsi Riau yang ke 14 Digelar Awal Februari Mendatang

Jum’at, 24 Januari 2020 19:54
Diparkir Bertahun-tahun, Mobil Milik Petani di Pekanbaru ini Tiba-tiba Terbakar

Jum’at, 24 Januari 2020 19:21
Jelang Pilkada Serentak, Ketua Bawaslu Beri Motovasi Panwascam Kuansing

Jum’at, 24 Januari 2020 19:12
LAM Riau Ajak IPK Bersinergi Jaga dan Bangun Daerah

Jum’at, 24 Januari 2020 18:09
Menpora Tinjau Stadion Utama Riau

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 13 Desember 2019 18:20
Kasus Fidusia di Riau, Debetur Menang dari Leasing

Kasus Fidusia muncul di Riau dan masuk ke ranah hukum. Sidang memenangkan debitur (nasabah leasing).

Riauterkini-PEKANBARU-Salah satu pembelajaran buat para debitur (nasabah perusahaan leasing) bahwa ada beberapa kasus yang terjadi berkaitan dengan perusahaan leasing. Seperti penarikan kendaraan, kredit bermasalah yang berlebihan, tindakan tak etis juru tagih atau debt collector, dan penghitungan denda.

Pada kasus lainnya, substansi klausula baku terlalu teknis, konten tidak dipahami, hingga tulisannya kecil dan tak terbaca. Ketika terjadi gagal bayar, konsumen selaku pemberi fidusia terpaksa merelakan kendaraanya ditarik oleh kreditur. Di sini ada ketidakadilan yang dialami konsumen dalam praktik bisnis pembiayaan leasing kendaraan bermotor di Indonesia. Seperti penarikan kendaraan, kredit bermasalah yang berlebihan, tindakan tak etis juru tagih atau debt collector, dan penghitungan denda.

Di Pekanbaru ada kasus fidusia yang masuk ke ranah hukum antara debitur (nasabah leasing) melawan perusahaan leasing. Kasus yang melibatkan SM (38) seorang dosen di salah satu politehnik di Pekanbaru melawan perusahaan leasing OM ini diputus bebas murni oleh PN Pekanbaru pada Selasa (9/12/19) lalu itu dengan memenangkan debitur.

Demikian diungkapkan salah satu tim kuasa hukum SM, Lawyer Riza Kurniawan SH MH and Partner yang berkantor di Jl Melur Panam Jumat (13/12/19). Menurutnya, kasus yang dilaporkan pada 2016 lalu itu sempat mangkrak hingga 3 tahunan dan baru naik pada 2019 ini.

Kasus bermula dari suami SM berinisial IND (49) mengajukan kredit sebuah kendaraan beroda 4 ke perusahaan leasing. Karena IND tidak memenuhi syarat untuk mengajukan kredit, pihak perusahaan mengarahkan kreditnya ke isterinya atas nama SM yang seorang PNS.

Setelah SM setuju akhirnya terjadilah akad kredit kendaraan roda 4 atas nama SM oleh IND. Sayangnya, baru 3 atau 4 bulan berjalan, IND tak mampu meneruskan kredit. Tanpa sepengetahuan SM, IND melakukan take over mobil tersebut pada seorang PNS di Pekanbaru atas nama EY yang disetujui dan difasilitasi perusahaan leasing tersebut.

Masalah muncul ketika mobil tersebut di bawa suami EY yang kemudian menghilang. Akhirnya, karena menghilang dan tidak ditemukan, proses pembayaran kredit menjadi macet.

"Disini kasus hukum mulai muncul. Karena akhirnya pihak leasing membebankan pembayaran kepada SM. Tentu saja SM yang tidak mengetahui apapun terkait take over kredit menolak dan melawan secara hukum ketika kasus dibawa ke ranah hukum oleh perusahaan leasing," terang Riza Kurniawan SH MH di ruang kerjanya.

Setelah beberapa kali sidang, tambah Riza Kurniawan SH MH, akhirnya Ketua Majelis Hakim PN Pekanbaru, Sorta memutuskan bahwa SM diputus bebas murni karena secara sah dan meyakinkan tidak terbukti melakukan take over kredit kedaraan roda 4 yang dilakukan oleh suaminya IND kepada EY hingga merugikan pihak perusahaan leasing.

Kini, menurut Riza, masih menunggu pihak jaksa yang akan mengajukan banding. *(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Kebun Sawitnya Ditumbang, Petani KPPA PT Peputra Supra Jaya Mengadu ke Apkasindo
- The New Era of Gold,
Waktunya Beli Emas untuk Mereka yang Merencanakan Masa Depan

- Tiket Mulai Dijual, Konser Koplopolitan Didi Kempot Targetkan 3000 Penonton
- Mulai 1 Februari 2020, Bayar Parkir di SSK II Non Tunai
- Tak Bawa Surat Kuasa, Majelis KI Riau Tolak Lima Termohon Sidang Sengketa Informasi
- Mudahkan Pasien Jantung di Riau, IJN Buka Kantor Perwakilan
- Harga Bawang Merah dan Putih di Pekanbaru Bertahan Mahal
- 2019, RFB Bukukan 1,5 Juta Lot
- Kenalkan Irfan Maulana, Kades di Kuansing yang Sukses Bertani Sayur dan Buah
- Bupati Kuansing Ikut Panen Bawah Merah di Benai Kecil
- Dirut BRK Kosong, OJK Segera Fit and Proper 9 Calon
- Pertamina Sesuaikan Harga, Harga Pertamax Series dan Dex Series Turun
- Seminar di Masjid An-Nur, Yusuf Siregar Siap Uangkap Kiat Budidaya Anggur di Riau
- Selama 2019, Inflasi Riau 2,3 Persen
- Lifting Minyak Mentah Area Sumbagut Diperkirakan Lampaui Target
- Jelang Pergantian Tahun, Harga Barang Naik
- Sistem Lelang Getah Pemkab Kuansing Sukses Dongkrak Harga Karet
- Kadin Riau - BUMN Se-Riau Bahas MoU Kemen BUMN-Kadin Indonesia
- APKASINDO Optimis Peningkatan Target PSR Menjadi 500 Ribu Ha
- Kasus Fidusia di Riau, Debetur Menang dari Leasing


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com