Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 23 Pebruari 2020 18:10
Perkumpulan Pengemudi Ambulance Terbentuk di Bengkalis

Ahad, 23 Pebruari 2020 17:47
Gerakan Pramuka Tualang Peduli, Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran di

Ahad, 23 Pebruari 2020 17:40
Hari Peduli Sampah, DLHK Riau Apresiasi Bank Sampah RAPP

Ahad, 23 Pebruari 2020 17:08
Andi Rachman dan Syamsuar Bakal Bersaing di Musda Golkar Riau Nanti

Ahad, 23 Pebruari 2020 15:56
Sekdaprov Nyaris Celaka Saat Mengecek Ruangan Stadion Bola Kuansing

Ahad, 23 Pebruari 2020 15:19
Dikukuhkan, Gubri Minta Panitia Besar Purprov Riau X Kuansing Benahi Venue Olahraga

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:52
Gubri Tebar 200 Ribu Bibit Ikan Nilam di Danau Kebun Nopi Kuansing

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:51
Prihatin dengan Kondisi Bocah Penderita TBC di Tualang, DPP-LBLK Berikan Bantuan

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:23
Ringankan Korban Kebakaran di Tualang, DPD LHMR-RMB Siak Salurkan Bantuan

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:19
Peringati HPN 2020, PWI Siak Siap Gelar Berbagai Kegiatan

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 13 Desember 2019 18:20
Kasus Fidusia di Riau, Debetur Menang dari Leasing

Kasus Fidusia muncul di Riau dan masuk ke ranah hukum. Sidang memenangkan debitur (nasabah leasing).

Riauterkini-PEKANBARU-Salah satu pembelajaran buat para debitur (nasabah perusahaan leasing) bahwa ada beberapa kasus yang terjadi berkaitan dengan perusahaan leasing. Seperti penarikan kendaraan, kredit bermasalah yang berlebihan, tindakan tak etis juru tagih atau debt collector, dan penghitungan denda.

Pada kasus lainnya, substansi klausula baku terlalu teknis, konten tidak dipahami, hingga tulisannya kecil dan tak terbaca. Ketika terjadi gagal bayar, konsumen selaku pemberi fidusia terpaksa merelakan kendaraanya ditarik oleh kreditur. Di sini ada ketidakadilan yang dialami konsumen dalam praktik bisnis pembiayaan leasing kendaraan bermotor di Indonesia. Seperti penarikan kendaraan, kredit bermasalah yang berlebihan, tindakan tak etis juru tagih atau debt collector, dan penghitungan denda.

Di Pekanbaru ada kasus fidusia yang masuk ke ranah hukum antara debitur (nasabah leasing) melawan perusahaan leasing. Kasus yang melibatkan SM (38) seorang dosen di salah satu politehnik di Pekanbaru melawan perusahaan leasing OM ini diputus bebas murni oleh PN Pekanbaru pada Selasa (9/12/19) lalu itu dengan memenangkan debitur.

Demikian diungkapkan salah satu tim kuasa hukum SM, Lawyer Riza Kurniawan SH MH and Partner yang berkantor di Jl Melur Panam Jumat (13/12/19). Menurutnya, kasus yang dilaporkan pada 2016 lalu itu sempat mangkrak hingga 3 tahunan dan baru naik pada 2019 ini.

Kasus bermula dari suami SM berinisial IND (49) mengajukan kredit sebuah kendaraan beroda 4 ke perusahaan leasing. Karena IND tidak memenuhi syarat untuk mengajukan kredit, pihak perusahaan mengarahkan kreditnya ke isterinya atas nama SM yang seorang PNS.

Setelah SM setuju akhirnya terjadilah akad kredit kendaraan roda 4 atas nama SM oleh IND. Sayangnya, baru 3 atau 4 bulan berjalan, IND tak mampu meneruskan kredit. Tanpa sepengetahuan SM, IND melakukan take over mobil tersebut pada seorang PNS di Pekanbaru atas nama EY yang disetujui dan difasilitasi perusahaan leasing tersebut.

Masalah muncul ketika mobil tersebut di bawa suami EY yang kemudian menghilang. Akhirnya, karena menghilang dan tidak ditemukan, proses pembayaran kredit menjadi macet.

"Disini kasus hukum mulai muncul. Karena akhirnya pihak leasing membebankan pembayaran kepada SM. Tentu saja SM yang tidak mengetahui apapun terkait take over kredit menolak dan melawan secara hukum ketika kasus dibawa ke ranah hukum oleh perusahaan leasing," terang Riza Kurniawan SH MH di ruang kerjanya.

Setelah beberapa kali sidang, tambah Riza Kurniawan SH MH, akhirnya Ketua Majelis Hakim PN Pekanbaru, Sorta memutuskan bahwa SM diputus bebas murni karena secara sah dan meyakinkan tidak terbukti melakukan take over kredit kedaraan roda 4 yang dilakukan oleh suaminya IND kepada EY hingga merugikan pihak perusahaan leasing.

Kini, menurut Riza, masih menunggu pihak jaksa yang akan mengajukan banding. *(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Baru Dirilis, Tercatat Ada 110 Konsumen di Riau Memesan Suzuki XL7
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Kembali Turun
- Sekda Kuansing Panen Raya Bawang Merah di Benai
- Desember 2019, Perdagangan Luar Negeri Riau Surplus
- Triwulan IV 2019, IMMK Riau tumbuh 2,91 persen
- Bupati Siak Awali Pemeremajaan 122 Hektar Kebun Kelapa Sawit di Koto Gasib
- Buka Musrenbang Kuantan Hilir, Bupati Kuansing Komit Bantu Petani Karet
- Tajak Sumur BNE-P01, Sumur Pertama Ekslusif Operation PT Bumi Siak Pusako
- Perumahan Givency One Utamakan Keamanan dan Kenyamanan Penghuni
- Rimbang Baling Jadi Destinasi Wisata Favorite 2019
- Meski Turun, Harga TBS Sawit Riau Pekan Ini Masih di Rp 1800-an perkg
- Buka Musrenbang LDT, Bupati Mursini Sebut Taraf Hidup Petani Kuansing Terus Membaik
- Digelar 5 Hari di Pekanbaru, Mal SKA Wedding Expo 2020 Hadirkan Nuansa Pernikahan Sungguhan
- Musim Hujan, Pencuci Sepeda Motor Pedamaran Rohil Panen
- 2019, Pertumbuhan Ekonomi Riau 2,48 Persen
- Januari 2020, Riau Alami Inflasi 0,42 Persen
- Bina Petani Padi, BI Terapkan Tehnologi Mikroba Alfaafa
- Imlek, Bunga Laku Keras di Bagansiapiapi
- Penerapan Uang Elektronik untuk Parkir Picu Macet Parah di Pintu Masuk Bandara DSK II
- Rumah Nawacita Bantu Petani Sawit Gondai Dapatkan TORA


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com