Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 8 Agustus 2020 11:23
Simpan di Celana Dalam, Polisi Ringkus Jaringan Pengedar Sabu di Pinggir

Sabtu, 8 Agustus 2020 10:54
Kebakaran Gudang Besi Tua Kejutkan Warga Duri yang Terlelap

Sabtu, 8 Agustus 2020 09:45
Juni 2020, Ekspor Mihas dan Nonmigas Riau Naik

Sabtu, 8 Agustus 2020 08:35
Sempena HUT ke-63 Riau, AMSI Taja Webinar Merayu APBN

Jum’at, 7 Agustus 2020 18:36
Jajakan Rokok Ilegal Sebanyak 76.780 Batang, ZD di Ringkus DJBC Riau

Jum’at, 7 Agustus 2020 16:25
Dewan Pekanbaru Minta Rumah Sakit Tidak Mendiiskriminasikan Pasien BPJS

Jum’at, 7 Agustus 2020 15:00
Jutaan Rupiah Disita, Polisi Ringkus Pengedar dan Kurir Sabu di Mandau

Jum’at, 7 Agustus 2020 14:26
Harga TBS Dibeli Mahal, Disbun Riau Anjurkan Petani Swadaya Gabung Petani Mitra

Jum’at, 7 Agustus 2020 14:22
Tengku Azmun dan Marwan Ibrahim Perkuat HT Hadapi Pilkada Pelalawan

Jum’at, 7 Agustus 2020 13:53
Operasi Patuh 2020, Satlantas Bengkalis Tilang 194 Pelanggaran

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 13 Desember 2019 18:20
Kasus Fidusia di Riau, Debetur Menang dari Leasing

Kasus Fidusia muncul di Riau dan masuk ke ranah hukum. Sidang memenangkan debitur (nasabah leasing).

Riauterkini-PEKANBARU-Salah satu pembelajaran buat para debitur (nasabah perusahaan leasing) bahwa ada beberapa kasus yang terjadi berkaitan dengan perusahaan leasing. Seperti penarikan kendaraan, kredit bermasalah yang berlebihan, tindakan tak etis juru tagih atau debt collector, dan penghitungan denda.

Pada kasus lainnya, substansi klausula baku terlalu teknis, konten tidak dipahami, hingga tulisannya kecil dan tak terbaca. Ketika terjadi gagal bayar, konsumen selaku pemberi fidusia terpaksa merelakan kendaraanya ditarik oleh kreditur. Di sini ada ketidakadilan yang dialami konsumen dalam praktik bisnis pembiayaan leasing kendaraan bermotor di Indonesia. Seperti penarikan kendaraan, kredit bermasalah yang berlebihan, tindakan tak etis juru tagih atau debt collector, dan penghitungan denda.

Di Pekanbaru ada kasus fidusia yang masuk ke ranah hukum antara debitur (nasabah leasing) melawan perusahaan leasing. Kasus yang melibatkan SM (38) seorang dosen di salah satu politehnik di Pekanbaru melawan perusahaan leasing OM ini diputus bebas murni oleh PN Pekanbaru pada Selasa (9/12/19) lalu itu dengan memenangkan debitur.

Demikian diungkapkan salah satu tim kuasa hukum SM, Lawyer Riza Kurniawan SH MH and Partner yang berkantor di Jl Melur Panam Jumat (13/12/19). Menurutnya, kasus yang dilaporkan pada 2016 lalu itu sempat mangkrak hingga 3 tahunan dan baru naik pada 2019 ini.

Kasus bermula dari suami SM berinisial IND (49) mengajukan kredit sebuah kendaraan beroda 4 ke perusahaan leasing. Karena IND tidak memenuhi syarat untuk mengajukan kredit, pihak perusahaan mengarahkan kreditnya ke isterinya atas nama SM yang seorang PNS.

Setelah SM setuju akhirnya terjadilah akad kredit kendaraan roda 4 atas nama SM oleh IND. Sayangnya, baru 3 atau 4 bulan berjalan, IND tak mampu meneruskan kredit. Tanpa sepengetahuan SM, IND melakukan take over mobil tersebut pada seorang PNS di Pekanbaru atas nama EY yang disetujui dan difasilitasi perusahaan leasing tersebut.

Masalah muncul ketika mobil tersebut di bawa suami EY yang kemudian menghilang. Akhirnya, karena menghilang dan tidak ditemukan, proses pembayaran kredit menjadi macet.

"Disini kasus hukum mulai muncul. Karena akhirnya pihak leasing membebankan pembayaran kepada SM. Tentu saja SM yang tidak mengetahui apapun terkait take over kredit menolak dan melawan secara hukum ketika kasus dibawa ke ranah hukum oleh perusahaan leasing," terang Riza Kurniawan SH MH di ruang kerjanya.

Setelah beberapa kali sidang, tambah Riza Kurniawan SH MH, akhirnya Ketua Majelis Hakim PN Pekanbaru, Sorta memutuskan bahwa SM diputus bebas murni karena secara sah dan meyakinkan tidak terbukti melakukan take over kredit kedaraan roda 4 yang dilakukan oleh suaminya IND kepada EY hingga merugikan pihak perusahaan leasing.

Kini, menurut Riza, masih menunggu pihak jaksa yang akan mengajukan banding. *(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Juni 2020, Ekspor Mihas dan Nonmigas Riau Naik
- Harga TBS Dibeli Mahal, Disbun Riau Anjurkan Petani Swadaya Gabung Petani Mitra
- Juli 2020, Riau Alami Deflasi 0,24 Persen
- JFX Cabut SPAB PT AMF
- Sektor Jasa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Riau
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit Riau Naik
- Petani Pangkalan Batang Barat Bengkalis Budidayakan Kaliandra Merah
- BSM-Nasabah Berbagi Untuk Negeri
- Pekan Ini, TBS Sawit Riau Naik
- Sebagian dari 283 Calon Naker Dibekali Pelatihan Pemkab Kuansing Telah Bekerja
- Sumber Ketahanan Pangan, BRG Bersama Pokmas Panen Raya Ubi Kayu
- Dinas Kopdagrin Kuansing, Gelar Pasar Murah
- Desa Mandiri Pangan dan Energi, Aspekari Budidaya Kaliandra Merah di Teluk Paman, Kampar
- BNI-Kejaksaan se-Indonesia Teken Kerjasama
- Sosialisasikan YTWU, UAS Semangati Konversi BRK ke Syariah
- Naik Daya Rp170 Ribu, Pelanggan PLN di Pelalawan Diajak Manfaatkan Promo Gebyar Kemerdekaan
- PEN, Perbankan Beri Restrukturisasi Kredit
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Naik
- Hasil Fit and Proper Diserahkan OJK, Penentuan Dirut dan Komut BRK di Tangan Pemilik Saham
- SP-KMPT Dumai Tolak Wacana Pertamina untuk IPO


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com