Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 26 Mei 2020 23:32
Terharu Perjuangan Pengamen di Duri, Srikandi Masuri Pilih Anju Berbaju Lebaran

Selasa, 26 Mei 2020 21:14
Tiga Pasien Positif Covid-19 Bengkalis Kembali Dilaporkan Sembuh

Selasa, 26 Mei 2020 20:19
Tubuh Menghitam, Seorang Pemulung di Pekanbaru Ditemukan Membusuk di Kolong Jembatan

Selasa, 26 Mei 2020 20:05
Kembali Beraktifitas, Pemprov Riau Kembali Tegaskan Pentingnya Protokol Kesehatan

Selasa, 26 Mei 2020 19:43
Angka Kesembuhan di Provinsi Riau Termasuk Tinggi di Indonesia

Selasa, 26 Mei 2020 19:32
Dua Hari Terakhir Riau Nihil Tambahan Pasien Positif Covid-19

Selasa, 26 Mei 2020 17:24
Total Rp8,4 M, 114 Desa di Bengkalis Telah Salurkan BLTDD Tahap Pertama

Selasa, 26 Mei 2020 16:58
Kabur ke Sumut, Polisi Tangkap Pembunuh Buruh Sawit di Pelalawan

Selasa, 26 Mei 2020 16:48
Pasca Libur Idul Fitri, Bupati Sapa Camat Se-Inhil Melalui Vidcon

Selasa, 26 Mei 2020 16:05
PSBB, Akses ke Pantai Indah Selatbaru, Bengkalis Ditutup Sementara

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 3 Pebruari 2020 13:06
Bina Petani Padi, BI Terapkan Tehnologi Mikroba Alfaafa

Bank Indonesia Kpw Riau menerapkan tehnologi mikroba Alfaafa di petani binaannya di Muara Kelantan Siak. Produksi meningkat 18 kali lipat.

Riauterkini-PEKANBARU-Bank Indonesia melakukan Panen Perdana Demplot Padi Organik Senin (3/2/20) di desa Muara Kelantan Kecamatan Sungai Mandau Siak. Kegiatan panen perdana dihadiri oleh Bupati Siak, Alfedri.

Deputi Bank Indonesia Kpw Riau, Teguh Setiadi mengatakan bahwa salah satu program Bank Indonesia Kpw Riau adalah membantu masyarakat dalam pengembangan ekonomi. Terutama beras sebagai komoditas utama inflasi daerah.

"Kita buat program padi demplot organik sebagai program unggulan di Kelompok petani di desa Muara Kelantan untuk percontohan. Kita berharap keberhasilan penerapan teknologi Mikroba Alfaafa diterapkan di seluruh Riau agar dapat mendongkrak produksi beras Riau," terangnya.

Karena menurutnya, dengan penerapan Tehnologi Mikroba Alfaafa, produksi padi petani di Muara Kelantan meningkat hingga 18 kali lipat di bandingkan produksi pada biasanya.

"Selain menerapkan Tehnologi Mikroba Alfaafa, Bank Indonesia juga memberikan bantuan berupa bangunan lantai jemur dan pelatihan untuk petani mengenai program tehnologi mikroba Alfaafa dengan fermentasi kotoran sapi sebagai pupuk," terangnya.

Bupati Siak, Alfedri mengatakan bahwa program peningkatan produksi beras berbasis tehnologi mikroba Alfaafa sangat mendukung program penguatan kedaulatan pangan di Siak. Karena dengan program tersebut, produksi padi Siak meningkat hingga berkali lipat. Apalagi biaya tehnologi mikroba terbilang murah.

"Dengan peningkatan produksi beras, akan dapat mengalahkan pendapatan menanam sawit. Karena sawit perhektar hanya menghasilkan Rp 30 juta. Sementara dengan menerapkan tehnologi mikroba Alfaafa, dapat menghasilkan lebih dari Rp 30 juta perhektar," terang Bupati Siak.

Kita berharap, tambah Alfedri, tehnologi Mikroba Alfaafa dapat diterapkan di seluruh daerah Siak selama program pendampingan Bank Indonesia yang akan berlangsung 4 tahun.

Tenaga Ahli Sektor Riil Bank Indonesia, Nugroho Widiasmadi mengatakan bahwa penerapan Tehnologi Mikroba Alfaafa akan dapat mendongkrak produksi padi hingga 18 kali lipat dibandingkan produksi padi di sawah biasa. Hitungannya, biaya produksinya bisa ditekan hingga 70 persen dengan kenaikan produksi hingga 18 kali lipat.

"Dengan penerapan Tehnologi Mikroba Alfaafa, biaya produksi yang biasanya mencapai belasan juta, bisa ditekan hanya sebesar Rp 5 juta perha. Sedangkan produksinya, pada pengolahan biasa, produksinya maksimal hanya sekitar 500 Kg di lahan kritis, kini produksinya bisa mencapai 9,6 ton perha," terangnya.

Nugroho menambahkan bahwa saat ini untuk program percontohan dengan penerapan Tehnologi Mikroba Alfaafa di lakukan di 2 hektar lahan kritis dan di lahan biasa.

"Untuk lahan kritis yang saat ini panen raya, dihasilkan padi sebanyak 9,6 ton padi. Untuk lahan biasa, diproyeksikan panen bulan depan mencapai lebih dari 10 ton beras," terang Nugroho.

Aceng Toha, ketua Gapoktan Usaha Makmur Desa Muara Kelantan Kecamatan Sungei Mandau Siak mengatakan bahwa dia bersama anggota kelompok tani Usaha Makmur dengan anggota mencapai 300 kk memiliki 500 an hektar sawah. Dengan keberhasilan sawah padi Demplot organik ini, ia berharap dapat diterapkan ke seluruh anggota petani anggota Gapoktan Usaha Makmur.

"Dengan penerapan tehnologi Mikroba Alfaafa, akan dapat meningkatkan produksi petani Gapoktan Usaha Makmur. Hal itu akan meningkatkan pendapatan petani padi di desa Muara Kelantan ini," terangnya.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Pandemi Corona, Lebih 5 Ribu Pekerja di Riau Dirumahkan dan Di-PHK
- Peduli Covid-19, Bank Riau-Kepri Cabang Airmolek, Inhu Serahkan Bantuan Dana
- Perdana di Indonesia, Tokocrypto Berhasil Raih Pendanaan dari Binance
- Kliring Berjangka Indonesia Resmikan KBI E-Ducenter
- APINDO RIAU Buka Posko Pengaduan THR Bagi Perusahaan Terdampak Covid-19
- Triwulan I 2020, Perekonomian Riau Tumbuh 2,24 Persen
- Bagi 10.000 Angkot, Pertamina Beri Cashback 50 Persen untuk Pembelian Pertalite dan Dexlite Setiap Hari
- Kadis DPPP Pekanbaru Umumkan Penundaan Pasar Murah
- DPPP Pekanbari Bakal Gelar Pasar Murah di 12 Kecamatan
- AP II Hentikan Penerbangan Komersil Bandara SSK II Pekanbaru
- Bupati Inhil Resmikan 4 Pasar Kecamatan Secara Virtual
- Hadapi Ramadan, Kapasitas Jaringan Indosat Ooredoo Ready
- Meski Corona Merebak, Pertamina Prediksi Peningkatan Kebutuhan Energi Saat Ramadhan
- Triwulan I 2020, Investasi PMDN Riau Peringkat Pertama di Luar Jawa
- Pasar Saham Terus Tumbuh di Tengah Pandemi Corona
- Lahan Bekas Terbakar PT Serikat Putra Ditanami Nenas
- Ramadhan dan Lebaran, BI Jamin Ketersediaan Uang di Riau
- Efek Virus Corona, 17 April Lusa Mal SKA Pekanbaru Buka Terbatas
- Covid 19, Pertumbuhan Ekonomi Riau Diperkirakan Turun 0,6 persen
- Imbas Pandemi Corona, Ekonomi Masyarakat Rohil Kian Sulit


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com