Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 7 April 2020 10:06
Pemkab Kuansing Akan Salurkan Bantuan untuk 180 Mahasiswa Kurang Mampu

Selasa, 7 April 2020 02:12
PDP Corona Bertambah, Bupati Inhil Minta Masyarakat Tenang

Senin, 6 April 2020 21:31
Baru 25.796 Orang Mengajukan, Disnaker Riau Beri Kesempatan Pekerja Terdampak Covid-19 Mendaftar Secara Online

Senin, 6 April 2020 21:02
Hasil Rapid Test, Satu Pasien Terindikasi Positif Covid-19 di Inhil

Senin, 6 April 2020 17:21
Satu Lagi Pasien Positif Covid-19 dari Kampar, Total Jadi Dua Belas Orang

Senin, 6 April 2020 16:41
Banding Koperasi Korpri Terkait Hutang Makan Minum Biro Umum Ditolak, Bagaimana Kasasi?

Senin, 6 April 2020 16:22
Pedesaan di Riau Alami Inflasi 0,24 Persen

Senin, 6 April 2020 16:14
Antisipasi Covid-19, Kecamatan Langgam Dirikan Pos Chek Suhu Tubuh 24 Jam

Senin, 6 April 2020 16:09
Antisipasi Kelangkaan Gula, Pemkab Inhu Subsidi Biaya Operasional

Senin, 6 April 2020 15:09
PDP Corona Meninggal di Kuansing Pernah Kontak dengan Sepupu Baru dari Jember

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 3 Pebruari 2020 13:06
Bina Petani Padi, BI Terapkan Tehnologi Mikroba Alfaafa

Bank Indonesia Kpw Riau menerapkan tehnologi mikroba Alfaafa di petani binaannya di Muara Kelantan Siak. Produksi meningkat 18 kali lipat.

Riauterkini-PEKANBARU-Bank Indonesia melakukan Panen Perdana Demplot Padi Organik Senin (3/2/20) di desa Muara Kelantan Kecamatan Sungai Mandau Siak. Kegiatan panen perdana dihadiri oleh Bupati Siak, Alfedri.

Deputi Bank Indonesia Kpw Riau, Teguh Setiadi mengatakan bahwa salah satu program Bank Indonesia Kpw Riau adalah membantu masyarakat dalam pengembangan ekonomi. Terutama beras sebagai komoditas utama inflasi daerah.

"Kita buat program padi demplot organik sebagai program unggulan di Kelompok petani di desa Muara Kelantan untuk percontohan. Kita berharap keberhasilan penerapan teknologi Mikroba Alfaafa diterapkan di seluruh Riau agar dapat mendongkrak produksi beras Riau," terangnya.

Karena menurutnya, dengan penerapan Tehnologi Mikroba Alfaafa, produksi padi petani di Muara Kelantan meningkat hingga 18 kali lipat di bandingkan produksi pada biasanya.

"Selain menerapkan Tehnologi Mikroba Alfaafa, Bank Indonesia juga memberikan bantuan berupa bangunan lantai jemur dan pelatihan untuk petani mengenai program tehnologi mikroba Alfaafa dengan fermentasi kotoran sapi sebagai pupuk," terangnya.

Bupati Siak, Alfedri mengatakan bahwa program peningkatan produksi beras berbasis tehnologi mikroba Alfaafa sangat mendukung program penguatan kedaulatan pangan di Siak. Karena dengan program tersebut, produksi padi Siak meningkat hingga berkali lipat. Apalagi biaya tehnologi mikroba terbilang murah.

"Dengan peningkatan produksi beras, akan dapat mengalahkan pendapatan menanam sawit. Karena sawit perhektar hanya menghasilkan Rp 30 juta. Sementara dengan menerapkan tehnologi mikroba Alfaafa, dapat menghasilkan lebih dari Rp 30 juta perhektar," terang Bupati Siak.

Kita berharap, tambah Alfedri, tehnologi Mikroba Alfaafa dapat diterapkan di seluruh daerah Siak selama program pendampingan Bank Indonesia yang akan berlangsung 4 tahun.

Tenaga Ahli Sektor Riil Bank Indonesia, Nugroho Widiasmadi mengatakan bahwa penerapan Tehnologi Mikroba Alfaafa akan dapat mendongkrak produksi padi hingga 18 kali lipat dibandingkan produksi padi di sawah biasa. Hitungannya, biaya produksinya bisa ditekan hingga 70 persen dengan kenaikan produksi hingga 18 kali lipat.

"Dengan penerapan Tehnologi Mikroba Alfaafa, biaya produksi yang biasanya mencapai belasan juta, bisa ditekan hanya sebesar Rp 5 juta perha. Sedangkan produksinya, pada pengolahan biasa, produksinya maksimal hanya sekitar 500 Kg di lahan kritis, kini produksinya bisa mencapai 9,6 ton perha," terangnya.

Nugroho menambahkan bahwa saat ini untuk program percontohan dengan penerapan Tehnologi Mikroba Alfaafa di lakukan di 2 hektar lahan kritis dan di lahan biasa.

"Untuk lahan kritis yang saat ini panen raya, dihasilkan padi sebanyak 9,6 ton padi. Untuk lahan biasa, diproyeksikan panen bulan depan mencapai lebih dari 10 ton beras," terang Nugroho.

Aceng Toha, ketua Gapoktan Usaha Makmur Desa Muara Kelantan Kecamatan Sungei Mandau Siak mengatakan bahwa dia bersama anggota kelompok tani Usaha Makmur dengan anggota mencapai 300 kk memiliki 500 an hektar sawah. Dengan keberhasilan sawah padi Demplot organik ini, ia berharap dapat diterapkan ke seluruh anggota petani anggota Gapoktan Usaha Makmur.

"Dengan penerapan tehnologi Mikroba Alfaafa, akan dapat meningkatkan produksi petani Gapoktan Usaha Makmur. Hal itu akan meningkatkan pendapatan petani padi di desa Muara Kelantan ini," terangnya.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Pedesaan di Riau Alami Inflasi 0,24 Persen
- Dampak Virus Corona, 6 Hotel di Pekanbaru Tutup Sementara
- 6 Paket Proyek DAK Milik Dinas PUPR Dumai Selamat dari Surat Edaran Menkeu
- Dukung Kebijakan #DiRumahAja, Pertamina Luncurkan Layanan Antar Rumah
- Bapenda Riau Bebaskan Denda Pajak Selama Masa Tanggap Darurat Corona
- Harga TBS Naik, Efek Kejut Malaysia Lockdown
- Pemkab Kuansing Bantah Hoax Penutupan Pasar Modern Telukkuantan
- Keroncongantar.com, Starup Asal Riau Wakili Infonesia ke Turki
- Target Pertumbuhan Ekonomi Riau 3 Persen Meredup
- Puluhan UMKM dan Exportir Ikan Ikuti HACCP BI Kpw Riau
- Hoby Menjahit Bikin Sheila Kini Bangga jadi Bagian APR
- BI Kpw Riau Gelar Puncak Pekan QRIS
- Co-op PT CPI 2020 Ditutup
- BPSK Hanya Dua di Riau, Salah Satunya di Kuansing
- ABUJAPI Riau-BPJS Sosialisasikan PP 82/2019 untuk BUJP se-Riau
- 33 Ribu Bibit Ikan Nila Akan Disemai Bupati di Seluruh Desa Kuansing
- Seko Pekanbaru Optimis Koperasi Syariah Bisa Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
- BI Kpw Riau Gelar Pekan QRIS di Sejumlah Lokasi
- Tenaga Kerja AKAD Merajalela di Pekanbaru, SPSI Minta Disnaker Tegas
- BI Sebut Jatim Pemasok Alternatif Kebutuhan Pangan Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com