Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 7 April 2020 10:06
Pemkab Kuansing Akan Salurkan Bantuan untuk 180 Mahasiswa Kurang Mampu

Selasa, 7 April 2020 02:12
PDP Corona Bertambah, Bupati Inhil Minta Masyarakat Tenang

Senin, 6 April 2020 21:31
Baru 25.796 Orang Mengajukan, Disnaker Riau Beri Kesempatan Pekerja Terdampak Covid-19 Mendaftar Secara Online

Senin, 6 April 2020 21:02
Hasil Rapid Test, Satu Pasien Terindikasi Positif Covid-19 di Inhil

Senin, 6 April 2020 17:21
Satu Lagi Pasien Positif Covid-19 dari Kampar, Total Jadi Dua Belas Orang

Senin, 6 April 2020 16:41
Banding Koperasi Korpri Terkait Hutang Makan Minum Biro Umum Ditolak, Bagaimana Kasasi?

Senin, 6 April 2020 16:22
Pedesaan di Riau Alami Inflasi 0,24 Persen

Senin, 6 April 2020 16:14
Antisipasi Covid-19, Kecamatan Langgam Dirikan Pos Chek Suhu Tubuh 24 Jam

Senin, 6 April 2020 16:09
Antisipasi Kelangkaan Gula, Pemkab Inhu Subsidi Biaya Operasional

Senin, 6 April 2020 15:09
PDP Corona Meninggal di Kuansing Pernah Kontak dengan Sepupu Baru dari Jember

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 5 Pebruari 2020 16:40
2019, Pertumbuhan Ekonomi Riau 2,48 Persen

Sepanjang tahun 2019, ekonomi Riau tumbuh 2,48 persen. Dengan migas, tumbuh 4,87 persen.

Riauterkini-PEKANBARU- Ekonomi Riau 2019 mengalami pertumbuhan sebesar 2,84%. Jika tanpa migas, ekonomi Riau tumbuh 4,87%.

"Pertumbuhan ekonomi Riau 2019 paling tinggi dalam kurun waktu 6 tahun belakangan sejak 2013,” kata Kepala BPS Provinsi Riau, Misparuddin, Rabu (5/2/20).

Menurutnya, industri pengolahan dan pertanian merupakan 2 terbesar sumber pertumbuhan ekonomi Riau menurut lapangan usaha, dengan masing-masing 1,77% dan 1,06% dari total pertumbuhan ekonomi Riau.

“Kita sudah mulai mencari sumber ekonomi baru, setelah menyadari bahwa Migas tak lagi bisa diharapkan,” kata Kepala BPS Provinsi Riau ini.

Dia menambahkan, PDRB Riau selama 2019 sebesar Rp765,20 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp495,85 triliun atas dasar harga konstan (ADHK). Kondisi ini dianggap meningkat 2,84% jika dibandingkan dengan PDRB tahun 2019.

Adapun 6 provinsi dengan PDRB terbesar di Indonesia, Riau masuk pada urutan ke 6 pada 2019, menurun satu tingkat jika dibandingkan tahun 2018, di mana sumbangsing PDRB Riau terhadap nasional berada di posisi 5 besar.

“Kondisi ini terjadi akibat terus menurunnya produksi Migas di Riau. Apalagi adanya peralihan pengelolaan Blok Rokan dari CPI ke Pertamina, dan membutuhkan waktu untuk bisa bangkit kembali,” pungkasnya.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Pedesaan di Riau Alami Inflasi 0,24 Persen
- Dampak Virus Corona, 6 Hotel di Pekanbaru Tutup Sementara
- 6 Paket Proyek DAK Milik Dinas PUPR Dumai Selamat dari Surat Edaran Menkeu
- Dukung Kebijakan #DiRumahAja, Pertamina Luncurkan Layanan Antar Rumah
- Bapenda Riau Bebaskan Denda Pajak Selama Masa Tanggap Darurat Corona
- Harga TBS Naik, Efek Kejut Malaysia Lockdown
- Pemkab Kuansing Bantah Hoax Penutupan Pasar Modern Telukkuantan
- Keroncongantar.com, Starup Asal Riau Wakili Infonesia ke Turki
- Target Pertumbuhan Ekonomi Riau 3 Persen Meredup
- Puluhan UMKM dan Exportir Ikan Ikuti HACCP BI Kpw Riau
- Hoby Menjahit Bikin Sheila Kini Bangga jadi Bagian APR
- BI Kpw Riau Gelar Puncak Pekan QRIS
- Co-op PT CPI 2020 Ditutup
- BPSK Hanya Dua di Riau, Salah Satunya di Kuansing
- ABUJAPI Riau-BPJS Sosialisasikan PP 82/2019 untuk BUJP se-Riau
- 33 Ribu Bibit Ikan Nila Akan Disemai Bupati di Seluruh Desa Kuansing
- Seko Pekanbaru Optimis Koperasi Syariah Bisa Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
- BI Kpw Riau Gelar Pekan QRIS di Sejumlah Lokasi
- Tenaga Kerja AKAD Merajalela di Pekanbaru, SPSI Minta Disnaker Tegas
- BI Sebut Jatim Pemasok Alternatif Kebutuhan Pangan Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com