Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 3 Juni 2020 21:23
Mahasiswi Kukerta UNRI Bantu Penyaluran Sembako di Lubuk Ogung, Pelalawan

Rabu, 3 Juni 2020 17:52
Kekhwatiran Ledakan Kasus Covid-19 Pasca Idul Fitri Tidak Terjadi

Rabu, 3 Juni 2020 16:58
Kabur, Dua Napi Lapas Bengkalis Kembali Berhasil Diringkus

Rabu, 3 Juni 2020 16:23
Mei, Riau Inflasi 0,54 Persen

Rabu, 3 Juni 2020 16:14
Batal ke Tanah Suci, 150 CJH Pelalawan Memahami Keputusan Pemerintah

Rabu, 3 Juni 2020 15:59
Ibu Pencuri 3 Tandan Sawit di PTPN V Sei Rokan Dijatuhi Hukuman Percobaan

Rabu, 3 Juni 2020 15:12
Terapkan New Normal, Rupbasan Bengkalis Mengikuti Sosialisasi Vicon

Rabu, 3 Juni 2020 12:44
Lagi, Bandar Narkoba Dibekuk Tim Opsnal Polres Pelalawan

Rabu, 3 Juni 2020 11:49
Persiapan PPDB, Guru Sudah Diperbolehkan Masuk Sekolah

Rabu, 3 Juni 2020 10:33
Persiapan New Normal Forkopimda Kuansing Bahas 12 BidangĀ 

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 6 Maret 2020 14:50
BI Sebut Jatim Pemasok Alternatif Kebutuhan Pangan Riau

Pemasok pemenuhan pangan Riau kini bertambah. Jatim salah satunya.

Riauterkini-PEKANBARU-Kepala BI Kpw Riau, Decymus, Jumat (6/3/20) menyatakan bahwa Jawa Timur (Jatim) bisa menjadi pemasok sumber pertanian dan kebutuhan bahan pokok alternatif untuk Riau.

"Selama ini Riau hanya tergantung dan memasok kebutuhan pokoknya hanya dari Sumbar dan Sumut. Dengan adanya Misi Dagang Provinsi Jatim kemarin, Riau memiliki opsi pemasok kebutuhan pangan," kata Decymus.

Selama ini, daerah sumber pemasok bahan pangan dan sembako ke Riau sangat terbatas. Kondisi itu mempengaruhi harga yang rentan bergejolak jika ada gangguan distribusi.

"Jawa Timur hampir semua surplus bahan pangan. Sehingga bisa di lempar ke provinsi lain termasuk Riau. Melalui misi dagang Jatim, Riau memiliki penawaran sumber pangan lebih banyak," tambahnya.

"Ke depan, harga bahan pokoknya di Riau akan lebih bersaing," katanya.

Keuntungan lainnya, lanjutnya, Riau berpotensi memasarkan produk lokalnya ke Jatim. Semisal sagu, kelapa, pinang dan kopi.

"Kita memang tidak bisa bicara cabai, atau beras karena akan kalah, tetapi Riau punya barang unik hanya belum di ketahui misalkan ada udang paname, sagu, kopi liberika, pinang yang cuma ada di sini," katanya.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Mei, Riau Inflasi 0,54 Persen
- Pasca Idul Fitri, Harga TBS Sawit Riau Naik
- Pasca Lebaran, Harga Barang Kebutuhan Masih Belum Turun
- Pandemi Corona, Lebih 5 Ribu Pekerja di Riau Dirumahkan dan Di-PHK
- Peduli Covid-19, Bank Riau-Kepri Cabang Airmolek, Inhu Serahkan Bantuan Dana
- Perdana di Indonesia, Tokocrypto Berhasil Raih Pendanaan dari Binance
- Kliring Berjangka Indonesia Resmikan KBI E-Ducenter
- APINDO RIAU Buka Posko Pengaduan THR Bagi Perusahaan Terdampak Covid-19
- Triwulan I 2020, Perekonomian Riau Tumbuh 2,24 Persen
- Bagi 10.000 Angkot, Pertamina Beri Cashback 50 Persen untuk Pembelian Pertalite dan Dexlite Setiap Hari
- Kadis DPPP Pekanbaru Umumkan Penundaan Pasar Murah
- DPPP Pekanbari Bakal Gelar Pasar Murah di 12 Kecamatan
- AP II Hentikan Penerbangan Komersil Bandara SSK II Pekanbaru
- Bupati Inhil Resmikan 4 Pasar Kecamatan Secara Virtual
- Hadapi Ramadan, Kapasitas Jaringan Indosat Ooredoo Ready
- Meski Corona Merebak, Pertamina Prediksi Peningkatan Kebutuhan Energi Saat Ramadhan
- Triwulan I 2020, Investasi PMDN Riau Peringkat Pertama di Luar Jawa
- Pasar Saham Terus Tumbuh di Tengah Pandemi Corona
- Lahan Bekas Terbakar PT Serikat Putra Ditanami Nenas
- Ramadhan dan Lebaran, BI Jamin Ketersediaan Uang di Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com