Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 5 Agustus 2020 18:15
Bupati Kuansing Launching Peremajaan Sawit Rakyat

Rabu, 5 Agustus 2020 18:01
Bertambah 29, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak dari Siak

Rabu, 5 Agustus 2020 15:29
Warga Rohul Tewas Tenggelam di Sungai Kampar Dekat PLTA Koto Panjang

Rabu, 5 Agustus 2020 15:25
Antisipasi Covid-19 Danrem 031/WB Ingatkan Prajurit Kodim 0302 Inhu Tetap Berolahraga

Rabu, 5 Agustus 2020 14:08
Batasi Pertemuan dengan Siswa, SMP Taruna Andalan Pelalawan Belajar Sistem Daring

Rabu, 5 Agustus 2020 14:04
Resmikan SMPN 6 Kuantan Mudik, Bupati Kuansing Harap Lahirkan SDM Unggul

Rabu, 5 Agustus 2020 13:58
Gasak Ratusan Juta Milik Nasabah,
Komplotan Maling Ganjal Tusuk Gigi di Mesin ATM Diringkus Polres Bengkalis


Rabu, 5 Agustus 2020 13:38
Mankir, Polda Jadwal Ulang Pemeriksaan Mantan Anggota DPRD Bengkalis

Rabu, 5 Agustus 2020 13:36
Didukung Perusahaan, Karhutla Riau Alami Penurunan Signifikan

Rabu, 5 Agustus 2020 12:14
Polres Bengkalis Musnahkan Sabu 13,6 Kg

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 16 Maret 2020 12:58
Puluhan UMKM dan Exportir Ikan Ikuti HACCP BI Kpw Riau

BI Kpw Riau menggelar pelatihan HACCP. Puluhan pelaku usaha UMKM dan Exportir ikan Riau mengikuti pelatihan itu.

Riauterkini-PEKANBARU-Bank Indonesia bersama Kementrian Perikanan RI dan Pemprov Riau menggelar pelatihan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), Senin (16/3/20). Yaitu pelatihan bagi pelaku usaha untuk memiliki sertifikat mutu yang menjadi legalitas dan prasyarat bagi eksportir l. Khusus saat ini adalah pelaku usaha dan UMKM unit pengolahan ikan.

Negara importir mensyaratkan bagi eksportir untuk memiliki sertifikat HACCP di legalitas productnya.

Deputy Bank Indonesia Kpw Riau, Teguh Setiadi mengatakan bahwa Riau memiliki potensi penghasil ikan. Sektor perikanan masuk di bidang pertanian. Kontribusinya sebesar 24 persen dari total ekspor Riau. Nilainya sebanyak Rp 50 milyar rupiah di tahun 2019.

Dalam upaya peningkatan ekspor, BI memberikan pelatihan (HACCP) bagi UMKM dan pelaku usaha di sektor perikanan. Teguh berharap ke depan Riau akan mendapatkan PAD dari ekspor ikan.

Teguh mengatakan, PHACCP akan memberikan pencerahan semacam manajemen untuk pengendalian mutu produk. Sehingga hasil produk mereka layak ekspor sesuai dengan syarat dan prosedur berlaku.

"Sebanyak 50 UMKM dan pelaku usaha ekspor ikan di Riau yang mengikuti pelatihan HACCP yang digelar BI bersama Kementrian Perikanan dan Pemprov Riau. Pelatihan akan digelar selama 4 hari (Senin-Kamis). Diharapkan pelatihan ini bisa diterapkan dan ditularkan ke UMKM dan eksportir pelaku usaha lainnya," terang Teguh Setiadi.

Kadiskan Provinsi Riau, Herman Mahfud mengatakan bahwa Pemprov Riau melihat potensi perikanan di Riau memang belum tergarap secara maksimal. Dengan kata lain masih banyak nilai tambah yang bisa didapatkan UMKM jika sektor ini mendapat perhatian khusus dan dikelola dengan baik. Ia minta kepada UMKM agar memperhatikan setiap produk yang mereka produksi agar nilai jual dari sektor ini tidak menurun, dan bahkan naik signifikan.

“Saya menghimbau UMKM ada nilai kejujuran karena bahan yang diolah itu orang tak tau. Ini penting. Misalnya dalam pengolahan kerupuk mungkin ada ikan yang tak segar lagi tapi di olah lalu dijual dan dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Pusat Pengendalian Mutu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Widodo Sumiyanto menyebut, bahwa untuk menambahkan nilai hasil produksi dari sektor perikanan memang sudah ada regulasi yang diatur secara internasional. Dengan demikian, setiap produk yang dihasilkan UMKM wajib hukumnya memenuhi standar mutu yang telah ditentukan internasional.

“Kami berani menjamin untuk mengurus mutu produk UMKM tanpa berbayar. Yang penting syaratnya dulu yang harus lengkap. Kalau sudah selesai kami berani jamin kegiatan ekspor sudah lega," terangnya.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit Riau Naik
- Petani Pangkalan Batang Barat Bengkalis Budidayakan Kaliandra Merah
- BSM-Nasabah Berbagi Untuk Negeri
- Pekan Ini, TBS Sawit Riau Naik
- Sebagian dari 283 Calon Naker Dibekali Pelatihan Pemkab Kuansing Telah Bekerja
- Sumber Ketahanan Pangan, BRG Bersama Pokmas Panen Raya Ubi Kayu
- Dinas Kopdagrin Kuansing, Gelar Pasar Murah
- Desa Mandiri Pangan dan Energi, Aspekari Budidaya Kaliandra Merah di Teluk Paman, Kampar
- BNI-Kejaksaan se-Indonesia Teken Kerjasama
- Sosialisasikan YTWU, UAS Semangati Konversi BRK ke Syariah
- Naik Daya Rp170 Ribu, Pelanggan PLN di Pelalawan Diajak Manfaatkan Promo Gebyar Kemerdekaan
- PEN, Perbankan Beri Restrukturisasi Kredit
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Naik
- Hasil Fit and Proper Diserahkan OJK, Penentuan Dirut dan Komut BRK di Tangan Pemilik Saham
- SP-KMPT Dumai Tolak Wacana Pertamina untuk IPO
- HUT RI 2020, PLN UIWRKR Beri Diskon Tambah Daya
- Penetrasi Pasar di Masa Pandemi, AQUA Japan Hadirkan Produk Inovatif
- Sekda Inhil Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Kota Tembilahan Bersama BI
- Setahun Berdiri BLK Mandiri Seberida, Inhu Hasilkan Puluhan Tenaga Terampil
- 1123 Paket Pasar Murah Disdagperin Bengkalis Mulai Didistribusikan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com