Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 26 Mei 2020 23:32
Terharu Perjuangan Pengamen di Duri, Srikandi Masuri Pilih Anju Berbaju Lebaran

Selasa, 26 Mei 2020 21:14
Tiga Pasien Positif Covid-19 Bengkalis Kembali Dilaporkan Sembuh

Selasa, 26 Mei 2020 20:19
Tubuh Menghitam, Seorang Pemulung di Pekanbaru Ditemukan Membusuk di Kolong Jembatan

Selasa, 26 Mei 2020 20:05
Kembali Beraktifitas, Pemprov Riau Kembali Tegaskan Pentingnya Protokol Kesehatan

Selasa, 26 Mei 2020 19:43
Angka Kesembuhan di Provinsi Riau Termasuk Tinggi di Indonesia

Selasa, 26 Mei 2020 19:32
Dua Hari Terakhir Riau Nihil Tambahan Pasien Positif Covid-19

Selasa, 26 Mei 2020 17:24
Total Rp8,4 M, 114 Desa di Bengkalis Telah Salurkan BLTDD Tahap Pertama

Selasa, 26 Mei 2020 16:58
Kabur ke Sumut, Polisi Tangkap Pembunuh Buruh Sawit di Pelalawan

Selasa, 26 Mei 2020 16:48
Pasca Libur Idul Fitri, Bupati Sapa Camat Se-Inhil Melalui Vidcon

Selasa, 26 Mei 2020 16:05
PSBB, Akses ke Pantai Indah Selatbaru, Bengkalis Ditutup Sementara

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 1 April 2020 11:54
Harga TBS Naik, Efek Kejut Malaysia Lockdown

Harga TBS kelapa sawit cenderung naik. Menurut APKASINDO efek Malaysia lockdown.

Riauterkini-PEKANBARU-Ketua Umum DPP APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) Ir. Gulat ME Manurung, MP., C.APO, menjelaskan Beberapa negara pengimport perkebunan kelapa sawit mulai melakukan lockdown. Akibatnya negara-negara tersebut akan mengunci semua aktifitas bisnis dari dan menuju negara tersebut. Hal ini sangat berdampak kepada bisnis sawit khususnya bagi negara penghasil CPO.

China dan India sebagai Negara tujuan eksport terbesar CPO sudah melakukan lockdown, jelas akan sangat mempengaruhi serapan dan tujuan eksport CPO Indonesia, terbukti dari menurunnya Volume Eksport CPO pada 1 bulan terakhir. Ini merupakan efek kejut yang sudah diperkirakan oleh Pelaku Eksport yang sangat barang tentu berpengaruh kepada harga TBS ditingkat Petani Sawit Indonesia.

Untungnya Negara Malaysia sebagai saingan Indonesia sebagai negara eksportir CPO menyusul India dan China melakukan kebijakan Lock Down. Dampak Malaysia melakukan LockDown adalah bahwa Dunia hanya sangat bergantung kepada CPO Indonesia dan sedikit dari Thailand.

"Karena itulah harga CPO dunia mulai terkerek naik dan menguntungkan kita. Harga TBS saat ini juga sudah mulai naik dengan rerata Rp. 150-250/Kg TBS dan trend akan terus terkatrol. Hal ini sangat menguntungkan posisi harga TBS, khususnya Petani sawit yang mengelola 41% Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia. Saya memperkirakan harga TBS masih akan terkoreksi naik (trend positif) kedepannya," terang Gulat Manurung.

Namun demikian, tambahnya, negara dan khususnya Eksportir CPO harus semakin jeli memanfaatkan kondisi saat ini yaitu dua negara importir terbesar CPO Dunia sudah LockDown di ikuti Pesaing Indonesia sebagai penghasil CPO terbesar kedua setelah Indonesia yaitu Malaysia.

Menurutnya, hal ini merupakan peluang sekaligus tantangan buat kita negara Penghasil CPO. Selain itu, perlu disiasati bagaimana strategi meningkatkan serapan CPO untuk dalam negeri, seperti pengolahan CPO menjadi FAME bahan baku Biodiesel baik untuk siap campur dengan solar murni atau memperbanyak Stock Bahan baku Campuran Biodisel.

Peningkatan pemanfaatan produk turunan CPO menjadi cadangan material juga merupakan hal penting mensiasati lockdown nya negara importir CPO.

"Ini menjadi pelajaran penting buat kita supaya tidak mutlak tergantung kepada produk sebatas CPO. Sebagai catatan bahwa Produksi CPO kita 2019 mencapai 46 jt Ton dengan konsumsi dalam negeri 13,4jt Ton (30%). Dengan telah berjalannya B30 di tahun 2020 awal, maka saya memperkirakan serapan dalam negeri bisa mencapai 40-45%. Memang amannya harga CPO Dunia menurut Saya jika kita berhasil menyerap lebih dari 60% Produksi CPO kita," ujar Gulat yang juga merupakan Auditor ISPO ini.

Sebagai organisasi Besar, yang membawahi 22 DPW Provinsi dan 117 DPD Kabupaten/Kota seluruh Indonesia, APKASINDO menghimbau Kepada Petani Sawit Indonesia, supaya menekan biaya Produksi, seperti biaya-biaya yang tidak perlu urgen supaya ditahan dulu, atau mengurangi biaya rotasi pengendalian gulma, mengurangi dosis pemupukan.

"Dari segi non agronomis, saya juga berharap kepada Petani Sawit supaya meningkatkan kepedulian Sosial dan mematuhi Himbauan Pemerintah. Jika kita Petani membandel maka akan sangat merugikan bukan hanya kepada diri sendiri, akan berdampak global. Kita masih bersyukur, Negara masih berupaya sekuat tenaga untuk tidak melakukan lock down, kita Petani Sawit sebagai warga negara Indonesia wajib mendukung dan membantu negara untuk bisa bertahan dalam situasi saat ini, jangan sampai negara mengambil kebijakan Lock Down gegara masyarakat tidak displin sehingga semakin meningkatkan penyebaran Covid-19 ini. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana ngerinya jika Indonesia sampai Lock Down. Ini saatnya terkhusus Petani Sawit Indonesia melakukan aksi Bela Negara melalui disiplin mengikuti anjuran Pemerintah. Kepada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) juga demikian, disaat situasi sulit saat ini, harus menunjukkan kepahlawanannya, Nasionalisme Pengusaha Kelapa Sawit, dengan cara tetap membuka operasional PKS-PKS, dan tetap melayani pembelian TBS Petani yang menghidupi 18 juta Petani Sawit Indonesia belum lagi pekerja dan buruh tani lainnya yang terkait dengan sawit. Sepanjang Indonesia tidak mengambil kebijakan Lock Down, maka tidak adalasan PKS tutup, ayo tunjukkan PKS adalah Pahlawan Indonesia," ujar Gulat dengan tegas.

Biarlah negara melakukan tugasnya dengan mempertahankan Tanpa Lock Down, masyarakat dan Pengusaha Indonesia wajib Bela Negara melalui perannya masing-masing. Pahlawan Indonesia adalah ketika rakyat ikut membela kepentingan Nasional tanpa Lock Down, biarlah sejarah dunia mencatat bahwa warga negara Indonesia adalah Bangsa Petarung yang terkenal dengan istilah gotong royongnya. Jasa Para Pahlawan Kemerdekaan Indonesia.

"Kita heroikkan melalui Indonesia tanpa Lock Down, sekali lagi saya sampaikan kita bangsa Petarung, saya yakin bisa," pungkas Gulat sambil mengepal tangan pertanda semangat.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Pandemi Corona, Lebih 5 Ribu Pekerja di Riau Dirumahkan dan Di-PHK
- Peduli Covid-19, Bank Riau-Kepri Cabang Airmolek, Inhu Serahkan Bantuan Dana
- Perdana di Indonesia, Tokocrypto Berhasil Raih Pendanaan dari Binance
- Kliring Berjangka Indonesia Resmikan KBI E-Ducenter
- APINDO RIAU Buka Posko Pengaduan THR Bagi Perusahaan Terdampak Covid-19
- Triwulan I 2020, Perekonomian Riau Tumbuh 2,24 Persen
- Bagi 10.000 Angkot, Pertamina Beri Cashback 50 Persen untuk Pembelian Pertalite dan Dexlite Setiap Hari
- Kadis DPPP Pekanbaru Umumkan Penundaan Pasar Murah
- DPPP Pekanbari Bakal Gelar Pasar Murah di 12 Kecamatan
- AP II Hentikan Penerbangan Komersil Bandara SSK II Pekanbaru
- Bupati Inhil Resmikan 4 Pasar Kecamatan Secara Virtual
- Hadapi Ramadan, Kapasitas Jaringan Indosat Ooredoo Ready
- Meski Corona Merebak, Pertamina Prediksi Peningkatan Kebutuhan Energi Saat Ramadhan
- Triwulan I 2020, Investasi PMDN Riau Peringkat Pertama di Luar Jawa
- Pasar Saham Terus Tumbuh di Tengah Pandemi Corona
- Lahan Bekas Terbakar PT Serikat Putra Ditanami Nenas
- Ramadhan dan Lebaran, BI Jamin Ketersediaan Uang di Riau
- Efek Virus Corona, 17 April Lusa Mal SKA Pekanbaru Buka Terbatas
- Covid 19, Pertumbuhan Ekonomi Riau Diperkirakan Turun 0,6 persen
- Imbas Pandemi Corona, Ekonomi Masyarakat Rohil Kian Sulit


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com