Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Kamis, 24 September 2020 14:00
Gubri Pastikan Besok Jokowi Resmikan Tol Permai Secara Virtual

Kamis, 24 September 2020 13:56
M Harris Mundur, Ketua Tim Pemenangan Adi Sukemi-M.Rais Dijabat H Zakri

Kamis, 24 September 2020 13:52
KPU Tetapkan Nomor Urut Lima Pasangan Peaerta Pilkada Inhu

Kamis, 24 September 2020 13:38
Satgas Gaklin Prokes Covid 19 Inhil Bersama Yayasan Vioni Bersaudara Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Kamis, 24 September 2020 12:55
Lebih Gagah, Stylish dan Modern, Agung Toyota Perkenalkan New Hilux

Kamis, 24 September 2020 12:50
Lewat Webinar, Petani Binaan Asian Agri Berbagi Kisah Sukses

Kamis, 24 September 2020 12:03
KPU Rohil Tetapkan Nomor Urut 4 Pasangan Peserta Pilkada

Kamis, 24 September 2020 11:39
162 ASN Terapar Covid-19, Terbanyak di RSUD Arifin Achmad dan Inspektorat

Kamis, 24 September 2020 11:21
Ini Nomor Urut Paslon Pilkada Bengkalis

Kamis, 24 September 2020 10:49
Ditetapkan KPU, Berikut ini Nomor Urut 3 Peserta Pilkada Kuansing

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 3 Agustus 2020 10:50
Petani Pangkalan Batang Barat Bengkalis Budidayakan Kaliandra Merah

Setelah memahami manfaatnya, warga Desa Pangkalan Batang Barat Bengkalis mulai menanamnya. Diharapkan bisa menjadi desa mandiri energi.

Riauterkini-PEKANBARU-Setelah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat pada akhir tahun 2019 di Aula Kantor Desa Pangkalan Batang Barat tentang manfaat budidaya Kaliandra Merah oleh Sekjen DPP Asosiasi Petani Kaliandra Riau (Aspekari), warga desa Pangkalan Batang Barat Kabupaten Bengkalis telah melakukan budidaya secara mandiri dengan ditanam di bawah tanaman perkebunan karet dan pekarangan rumah.

Menurut Drs Abu Mansur selaku ketua DPD Aspekari Bengkalis, langkah ini sangat tepat sebagai alternatif untuk mencari sumber-sumber pendapatan baru bagi masyarakat, mengingat ketergantungan masyarakat terhadap karet dan sawit sangat tinggi sedang harga komoditas tersebut disini selalu rendah.

"Secara umum, sela-sela kebun karet milik masyarakat di bengkalis belum dioptimalkan dengan tanaman sela, cenderung tumbuh gulma dan tidak memiliki nilai tambah bagi petani, sehingga saya merekomendasikan kepada masyarakat untuk membudidayakan kaliandra merah," terangnya.

Lebih lanjut Abu Mansur berniat akan terus menyampaikan kepada masyarakat terkait potensi ini. Ia berharap semua masyarakat desa di Kabupaten Bengkalis, bukan hanya warga Desa Pangkalan Batang Barat bersama-sama membudidayakan tanaman ini.

"Apalagi jika melihat potensi ternak dan potensi madu dari nextar bunga kaliandra. Agar bengkalis mampu menjadi icon ternak dan madu serta masyarakatnya lebih sejahtera, imbuhnya.

Dengan budidaya kaliandra merah ini, tambahnya, nantinya petani bisa mendapat manfaat dari nextar bunganya sebagai pakan lebah madu. Sehingga masyarakat bisa beternak lebah karena sumber pakan lebah telah tersedia.

Terakhir Abu Mansur berharap, agar Pemerintah Kabupaten Bengkalis turun tangan membantu masyarakat minimal untuk membeli bibit ini. Bahkan setelah nanti pakan cukup tersedia, agar pihak pemda dapat membantu membangunkan kandang ternak berikut pengelolaan biogasnya sehingga bisa menjadi sumber pendapatan bagi peternak.

Hal senada disampaikan oleh sekjen Aspekari Riau, Mujiono, SE. Menurutnya upaya budidaya Kaliandra Merah sangat tepat dalam rangka mewujudkan desa mandiri pangan dan energi dengan memanfaatkan sela-sela tanaman perkebunan serta di pekarangan rumah maupun lahan-lahan tidur masyarakat.

"Kami merekomendasikan kepada masyarakat agar membudidayakan kaliandra merah sebagai opsi untuk menambah sumber pendapatan. Ketika harga komoditas perkebunan seperti karet dan kelapa sawit jatuh, setidaknya masyrakat masih memiliki tambahan pendapatan lain yaitu dari kaliandra merah ini," ujarnya..

Kaliandra merah menurutnya merupakan energi hijau ramah lingkungan. Dengan budidaya ini desa akan memiliki cadangan energi. Karena batang kaliandra merupakan bahan baku pembuatan wood pellet sebagai energi alternatif pengganti batu bara. .

Disamping itu juga, tambahnya, dengan budidaya kaliandra merah secara bersama sama, masyarakat juga memperoleh manfaat daun sebagai tambahan sumber pakan ternak. Bahkan daun kaliandra merah bisa diolah menjadi pelet hijau untuk pakan ikan maupun unggas. .

"Dengan tersedianya pakan yang cukup, peternak akan bisa mengandangkan ternak pada satu tempat sehingga kotoran ternak dapat dimanfaatkan menjadi biogas. Bahkan, limbah biogas ini nantinya bisa dimanfaatkan sebagai sumber pupuk untuk tanaman padi maupun tanaman pangan lainnya," pungkasnya.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Lewat Webinar, Petani Binaan Asian Agri Berbagi Kisah Sukses
- Diskopdagrin Kuansing Ajari UMKM Dapat Bantuan Usaha di Masa Pandemi Covid - 19
- Wiraland Gelar Kontes Foto Instagram, Berhadiah Sepeda Brompton
- Bupati Kuansing Terus Upayakan Harga Jual Getah Karet Mahal
- Menuju Sentra Jeruk Nipis, RAPP Bantu Ribuan Bibit Petani Dua Desa di Kuansing
- Bupati Kuansing, Himbau Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur untuk Pertanian
- Pandemi Corona, BPJS Ketenagakerjaan Beri Peserta Layanan Ekstra
- Bupati Inhil dan Istri Meninjau Proses Panen Madu di Kecamatan Gaung
- Hari Pelanggan Nasional, PLN Luncurkan Layanan Super Merdeka untuk UMKM/IKM
- Telkomsel Pastikan Belajar Jarak Jauh Nyaman dengan Jaringan Broadband Berkualitas
- Agustus 2020, Riau Inflasi 0,05 persen
- Dinas Kopdagrin Kuansing Ikuti Pelatihan Tajaan Kemenperin
- Sawit Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi Riau
- Dimasa Pandemi, BP Jamsostek Cabang Duri Terapkan One to Many
- Hapernas 2020, BNI Targetkan 2.904 Akad KPR Massal
- Ada Model Cilik Riau, Permintaan Uang Rupiah Edisi Khusus Cukup Tinggi
- Kerja Solid di Semester I 2020, BSM Cetak Laba Rp 719 Miliar
- APKASINDO Dorong Gubri Terbitkan Pergub Tataniaga TBS
- Wagubri Buka Riau Syaria Week 2020
- Jaringan Telkomsel Lumpuh, Warga Pekanbaru Antri Beli Kartu Seluler Baru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com