Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Kamis, 24 September 2020 14:00
Gubri Pastikan Besok Jokowi Resmikan Tol Permai Secara Virtual

Kamis, 24 September 2020 13:56
M Harris Mundur, Ketua Tim Pemenangan Adi Sukemi-M.Rais Dijabat H Zakri

Kamis, 24 September 2020 13:52
KPU Tetapkan Nomor Urut Lima Pasangan Peaerta Pilkada Inhu

Kamis, 24 September 2020 13:38
Satgas Gaklin Prokes Covid 19 Inhil Bersama Yayasan Vioni Bersaudara Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Kamis, 24 September 2020 12:55
Lebih Gagah, Stylish dan Modern, Agung Toyota Perkenalkan New Hilux

Kamis, 24 September 2020 12:50
Lewat Webinar, Petani Binaan Asian Agri Berbagi Kisah Sukses

Kamis, 24 September 2020 12:03
KPU Rohil Tetapkan Nomor Urut 4 Pasangan Peserta Pilkada

Kamis, 24 September 2020 11:39
162 ASN Terapar Covid-19, Terbanyak di RSUD Arifin Achmad dan Inspektorat

Kamis, 24 September 2020 11:21
Ini Nomor Urut Paslon Pilkada Bengkalis

Kamis, 24 September 2020 10:49
Ditetapkan KPU, Berikut ini Nomor Urut 3 Peserta Pilkada Kuansing

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 4 Agustus 2020 20:08
Pekan Ini, Harga TBS Sawit Riau Naik

Penurunan produksi akibat fenomena alam membuat harga TBS Sawit di Riau naik. Kenaikan sebesar Rp 13,17 perkilogram.

Riauterkini-PEKANBARU-Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit Riau pekan ini mengalami kenaikan. Kenaikan sebesar Rp13,17 per kilogram (0,71%) dari harga pekan lalu.

Menurut Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau Defris Hatmaja usai rapat harga sawit, kenaikan ini disebabkan kurangnya suplai CPO.

"Harga TBS kelapa sawit periode 5–11 Agustus 2020 mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur kelapa sawit, dengan jumlah kenaikan terbesar terjadi pada kelompok umur 10-20 tahun sebesar Rp13,17 per kilogram (0,71%) dari harga pekan lalu. Harga pembelian TBS petani untuk periode seminggu kedepan naik menjadi Rp 1.873,60 per kilogram.

“Kenaikan harga TBS periode ini dipicu oleh penurunan produksi akibat fenomena alam, hal ini terlihat dari seringnya perusahaan tidak melakukan penjualan mingguan karena CPO yang dihasilkan diprioritaskan untuk memenuhi kontrak berjangka sebelumnya,” jelasnya.

Dia menambahkan, suplai yang menurun atau berkurang diikuti dengan permintaan yang melonjak tentunya membuat harga minyak kelapa sawit terkerek naik. Kenaikan permintaan ekspor datang dari India, selain itu harga CPO minggu ini juga dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak nabati lainnya.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Lewat Webinar, Petani Binaan Asian Agri Berbagi Kisah Sukses
- Diskopdagrin Kuansing Ajari UMKM Dapat Bantuan Usaha di Masa Pandemi Covid - 19
- Wiraland Gelar Kontes Foto Instagram, Berhadiah Sepeda Brompton
- Bupati Kuansing Terus Upayakan Harga Jual Getah Karet Mahal
- Menuju Sentra Jeruk Nipis, RAPP Bantu Ribuan Bibit Petani Dua Desa di Kuansing
- Bupati Kuansing, Himbau Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur untuk Pertanian
- Pandemi Corona, BPJS Ketenagakerjaan Beri Peserta Layanan Ekstra
- Bupati Inhil dan Istri Meninjau Proses Panen Madu di Kecamatan Gaung
- Hari Pelanggan Nasional, PLN Luncurkan Layanan Super Merdeka untuk UMKM/IKM
- Telkomsel Pastikan Belajar Jarak Jauh Nyaman dengan Jaringan Broadband Berkualitas
- Agustus 2020, Riau Inflasi 0,05 persen
- Dinas Kopdagrin Kuansing Ikuti Pelatihan Tajaan Kemenperin
- Sawit Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi Riau
- Dimasa Pandemi, BP Jamsostek Cabang Duri Terapkan One to Many
- Hapernas 2020, BNI Targetkan 2.904 Akad KPR Massal
- Ada Model Cilik Riau, Permintaan Uang Rupiah Edisi Khusus Cukup Tinggi
- Kerja Solid di Semester I 2020, BSM Cetak Laba Rp 719 Miliar
- APKASINDO Dorong Gubri Terbitkan Pergub Tataniaga TBS
- Wagubri Buka Riau Syaria Week 2020
- Jaringan Telkomsel Lumpuh, Warga Pekanbaru Antri Beli Kartu Seluler Baru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com