Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 28 September 2020 21:38
Bunda PAUD Inhil Jadi Pembicara Utama Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Episode 3

Senin, 28 September 2020 21:17
169 Advokat di Pekanbaru Dilantik dan Diambil Sumpah

Senin, 28 September 2020 20:51
Pilih "ES4", Ini yang Bakal Dinikmati Masyarakat di Duri, Bengkalis

Senin, 28 September 2020 20:45
Polda Riau Dalami Dugaan Perambahan Hutan dan Pencucian Uang Sihol Pangaribuan

Senin, 28 September 2020 20:42
Dua Pekan Dirawat, Dokter FH Hutahuruk Meninggal Karena Corona

Senin, 28 September 2020 20:06
Hari Ini, Jubir Covid - 19 Kuansing Rilis 5 Pasien Positif Corona

Senin, 28 September 2020 19:56
Tekan Angka Penyebaran Covid - 19, PDAM TT Cabang Duri Tebar Ratusan Masker

Senin, 28 September 2020 18:47
Kasus Covid-19 di Riau Capai 7 Ribu Lebih

Senin, 28 September 2020 17:48
Jawab Tudingan, Rektor UIN Suska Riau Sampaikan Klarifikasi ke Kemenag

Senin, 28 September 2020 17:31
IPMAKA Resmi Dilantik

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 24 Agustus 2020 17:59
Wagubri Buka Riau Syaria Week 2020

Wagubri membuka secara resmi Riau Syaria Week 2020. Kegiatan ini diharapkan menciptakan agen agen ekonomi syariah di Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Wagubri Edy Natar Nasution, Senin (24/8/20) secara resmi membuka Riau Syaria Week yang akan digelar mulai 24-30 Agustus 2020. Dalam sambutannya secara virtual, Wagubri mengatakan bahwa Riau Syaria Week 2020 yang diinisiasi oleh BI Kpw Riau ini diharapkan dapat menyaring agen agen ekonomi syariah di Sumatera dan Riau khususnya.

Menurut Wagubri, Pemprov Riau mendukung penyelenggaraan pelaksanaan Riau Syaria Week 2020. Pelaksanaan nya diharapkan menjadi stimulus perekonomian nasional ditengah Pendemi covid 19 dimana banyak sekali pelaku usaha baik besar maupun kecil di seluruh sektor usaha yang terdampak pandemi covid 19.

"Para pelaku usaha di Riau diharapkan dapat merubah strategi usahamya. Yaitu dengan mengembangkan usaha melalui virtual," terangnya.

Menurutnya, ada 2 strategi yang diterapkan pemerintah untuk pengembangan dunia usaha sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi Riau.Yaitu trategi intervensi dan garansi terhadap product IKM dan UMKM.

"Jumlah IKM di Riau sebanyak 10.106 unit dan UMKM sebanyak 263 000 unit. Dengan penguatan pelaku usaha IKM maupun UMKM, diharapkan dapat menjadi percepatan pertumbuhan ekonomi Riau," katanya saat membuka Riau Syariah Week.

Wagubri menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Riau berharap kegiatan Riau Syaria Week 2020 yang ditaja BI Kpw Riau ini dapat mendorong pertumbuhan perekonomian di Riau.

Pemimpin BI Kpw Riau, Decymus mengatakan Riau Sharia Week 2020 merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh BI Riau dan merupakan bagian dari Festival Ekonomi Syariah (FeSyar) di tingkat regional Sumatera dan ISEF (Indonesia Sharia Economic Festival) untuk tingkat nasional dan internasional. Kegiatan Riau Sharia Week 2020 akan dilaksanakan selama 1 minggu. Mulai tanggal 24 s.d 30 Agustus 2020 secara semi virtual.

Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan dalam 1 minggu tersebut adalah terbagi menjadi 2 besaran kegiatan yaitu, Syariah Forum dan Syariah Fair. Syariah Forum, Webinar Kemandirian Ekonomi Pesantren – Succes Story Ponpes Al Ittifaq, Webinar & Sertfikasi Halal kepada UMKM binaan/mitra Bank Indonesia di Provinsi Riau, Workshop Kreasi Kain Tenun Riau agar dapat diterima oleh masyarakat global dan Workshop Wirausaha Muda Syariah.

Sementara Syariah Fair akan digelar 7 perlombaan. Pemilihan Pesantren Unggulan se - Riau, Lembaga ZISWAF terbaik se - Riau, Wirausaha Muda Syariah (khusus milenial, max 30 tahun), Kreasi Busana Muslim menggunakan kain khas daerah Riau, Kesenian Tari Islam (khusus milenial, max 22 tahun), Acapella Nasyid (khusus milenial, max 25 tahun), dan Kreasi Hijab serta Showcasing produk – produk UMKM unggulan berkualitas premium secara virtual (bagian dari Karya Kreatif Indonesia).

"Pangsa pasar syariah yang besar dan terus bertumbuh di Indonesia, khususnya di Riau adalah peluang yang menjanjikan untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu motor penggerak perekonomian dan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berkelanjutan dan mengedepankan prinsip - prinsip keadilan," terangnya.

Selain itu, tambahnya, gaya hidup masyarakat dalam mengkonsumsi barang dan jasa bersertifikat halal yang terus meningkat dan bertambahnya global player dalam memasok rantai nilai halal dunia (Global Halal Value Chain) membuat ekonomi syariah menjadi penting. Oleh karena itu, menurut Decymus penyelenggaraan kegiatan ekonomi dan keuangan syariah di dalam negeri ataupun di Riau tidak boleh berhenti dari sisi sebagai konsumen utama rantai nilai halal dunia, tetapi juga harus bisa memperluas media penetrasi domestik terhadap barang – barang halal bersertifikat halal yang berkualitas dan berstandar internasional.

"Apalagi ditengah pandemi dan kondisi ekonomi saat ini, diperlukan dukungan kepada pelaku Pesantren, Lembaga ZISWAF, UMKM dan Pekerja Ekonomi Kreatif untuk diberikan motivasi dan wadah naik kelas agar bisa menembus pasar domestik dan internasional dengan berlandaskan prinsip – prinsip ekonomi dan keuangan syariah. Diharapkan Riau Sharia Week 2020 dapat dijadikan wadah untuk mewujudkan hal – hal tersebut," terangnya.

Decymus berharap Riau Sharia Week 2020 dapat menjadi sebuah event yang dapat menjadi outlet/platform untuk menyiarkan ajaran islam, terutama ekonomi dan keuangan syariah, yang tidak sebatas hanya pada aspek kajian namun juga dalam bentuk praktik. Kemudian juga diharapkan melalui kegiatan ini lahir agen – agen ekonomi dan keuangan syariah dari pihak pesantren, lembaga ZISWAF, pelaku UMKM dan pelaku ekonomi kreatif yang dapat menularkannya kepada orang disekitarnya.

"Saya berharap usaha maupun bisnis agen – agen ekonomi dan keuangan syariah yang terlibat dalam Riau Sharia Week 2020 ini dapat direplikasi atau menjadi motivasi bagi orang lain dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang baru dan berkontribusi dalam pembentukan PDRB Riau maupun Indonesia," terangnya.

Kegiatan Riau Sharia Week 2020 inienurut Decymus merupakan suatu rangkaian kegiatan menuju Fesyar Sumatera dan ISEF 2020.

"Setelah kegiatan Riau Sharia Week 2020 ini, kami akan membawa pemenang dari 7 lomba tersebut ke event FeSyar 2020 tingkat regional Sumatera pada tanggal 1 s.d 15 September mendatang di Sumatera Barat secara virtual. Kami juga akan membawa para peserta terpilih ke ajang 7th ISEF di Jakarta pada Oktober 2020 mendatang," pungkasnya.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Heads of Agreement Transisi WK Rokan Ditandatangani
- Lewat Webinar, Petani Binaan Asian Agri Berbagi Kisah Sukses
- Diskopdagrin Kuansing Ajari UMKM Dapat Bantuan Usaha di Masa Pandemi Covid - 19
- Wiraland Gelar Kontes Foto Instagram, Berhadiah Sepeda Brompton
- Bupati Kuansing Terus Upayakan Harga Jual Getah Karet Mahal
- Bupati Kuansing, Himbau Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur untuk Pertanian
- Pandemi Corona, BPJS Ketenagakerjaan Beri Peserta Layanan Ekstra
- Bupati Inhil dan Istri Meninjau Proses Panen Madu di Kecamatan Gaung
- Hari Pelanggan Nasional, PLN Luncurkan Layanan Super Merdeka untuk UMKM/IKM
- Telkomsel Pastikan Belajar Jarak Jauh Nyaman dengan Jaringan Broadband Berkualitas
- Agustus 2020, Riau Inflasi 0,05 persen
- Dinas Kopdagrin Kuansing Ikuti Pelatihan Tajaan Kemenperin
- Sawit Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi Riau
- Dimasa Pandemi, BP Jamsostek Cabang Duri Terapkan One to Many
- Hapernas 2020, BNI Targetkan 2.904 Akad KPR Massal
- Ada Model Cilik Riau, Permintaan Uang Rupiah Edisi Khusus Cukup Tinggi
- Kerja Solid di Semester I 2020, BSM Cetak Laba Rp 719 Miliar
- APKASINDO Dorong Gubri Terbitkan Pergub Tataniaga TBS
- Wagubri Buka Riau Syaria Week 2020
- Jaringan Telkomsel Lumpuh, Warga Pekanbaru Antri Beli Kartu Seluler Baru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com