Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 28 September 2020 21:38
Bunda PAUD Inhil Jadi Pembicara Utama Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Episode 3

Senin, 28 September 2020 21:17
169 Advokat di Pekanbaru Dilantik dan Diambil Sumpah

Senin, 28 September 2020 20:51
Pilih "ES4", Ini yang Bakal Dinikmati Masyarakat di Duri, Bengkalis

Senin, 28 September 2020 20:45
Polda Riau Dalami Dugaan Perambahan Hutan dan Pencucian Uang Sihol Pangaribuan

Senin, 28 September 2020 20:42
Dua Pekan Dirawat, Dokter FH Hutahuruk Meninggal Karena Corona

Senin, 28 September 2020 20:06
Hari Ini, Jubir Covid - 19 Kuansing Rilis 5 Pasien Positif Corona

Senin, 28 September 2020 19:56
Tekan Angka Penyebaran Covid - 19, PDAM TT Cabang Duri Tebar Ratusan Masker

Senin, 28 September 2020 18:47
Kasus Covid-19 di Riau Capai 7 Ribu Lebih

Senin, 28 September 2020 17:48
Jawab Tudingan, Rektor UIN Suska Riau Sampaikan Klarifikasi ke Kemenag

Senin, 28 September 2020 17:31
IPMAKA Resmi Dilantik

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 Agustus 2020 10:28
APKASINDO Dorong Gubri Terbitkan Pergub Tataniaga TBS

Kebun sawit Riau terluas dari provinsi lain. Hingga kini, Riau belum miliki Pergub tata niaga TBS Sawit.

Riauterkini-PEKANBARU-Riau ketinggalan dalam regulasi perkelapa-sawitan. Khususnya soal regulasi yang terkait dengan kepentingan Petani. Provinsi lain yang luas kebun sawitnya hanya seperdelapan luas kebun sawit Riau, sudah punya Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur tataniaga TBS.

Hal itu diungkapkan Ketua DPP APKASINDO Riau, Gulat Medaliemas Manurung, Salasa (25/8/20). Menurutnya, Riau sebagai provinsi terluas kebun sawitnya di Indonesia belum punya Pergub tentang TBS. Bagaimana tidak, luas kebun sawit di Riau mencapai 3,38 juta hektar. Angka ini setara dengan 20,68% dari 16,3 juta hektar luas kebun sawit di Indonesia.

" Mestinya, sejak Permentan 01 Tahun 2018 terbit, sudah harus ada Pergub sebagai turunan. Entah apalah kerja Gubernur dan Kepala Dinas Perkebunan sebelumnya,” kata Gulat.

Kalau saja Pergub sudah ada sejak 2018 kata Gulat, alat kontrol penetapan harga TBS di Riau yang digelar setiap pekan, sudah ada.

Apkasindo berharap Gubernur Riau segera menerbitkan Pergub Tataniaga TBS itu, biar pertanyaan-pertanyaan petani sawit yang mengelola 1,89 juta hektar (56%) kebun sawit di Riau tentang standar Penetapan Harga TBS dan kemana pemanfaatan dana potongan TBS seperti Dana BOTL, terjawab.

Sebab kata Gulat, betapa besar beban yang ditanggung petani atas penjualan TBS mereka. Termasuk potongan timbangan TBS Pekebun di PKS, khususnya PKS Komersial yang mencapai 12%.

Faktor efisiensi cangkang hanya Rp10,-. Itu pun hanya kesepakatan di bawah tangan lantaran Pergub belum ada.

“Padahal saat ini harga jual cangkang cukup menggiurkan. Mencapai Rp850 perkilogram, hampir mendekati harga TBS,” katanya.

Lantaran itulah kemudian Gulat berharap semua pihak yang terkait dengan perkelapa-sawitan di Riau segera duduk bersama membahas tataniaga TBS itu.

“Ini sangat berbahaya jika dibiarkan terus. Kalau mau cepat, bandingkan saja Pergub Tataniaga TBS provinsi lain yang sudah ada. Intinya, dengan Pergub Tataniaga TBS akan jelas bagaimana perhitungan, tahapan penetapan harga TBS dan potongan-potongan yang mengurangi harga TBS Pekebun. Gubernur Riau harus bergerak cepat dan saya yakin Pak Gubernur Riau pasti berpihak kepada Pekebun. Apalagi saat ini semua terdampak Covid-19. Pekebun butuh perhatian serius pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan Tataniaga TBS yang sangat multy player effect itu,” terang Gulat.

Ada Potongan Tak Lazim di Harga TBS Petani

Berkas Tim Kelompok Kerja Penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Pekebun di Provinsi Riau periode 12-18 Agustus 2020 terdapat angka-angka berupa potongan-potongan tak lazim di harga beli TBS pekebun/petani plasma dan swadaya.

Semisal harga Free On Board (FOB) Crude Palm Oil(CPO) Rp9.068,18 dan Kernel (Inti Sawit) Rp4.743,51. Rendemen --- kadar minyak --- CPO 0,2049 dan Kernel 0,0496. Ongkos angkut CPO ke pelabuhan dipatok Rp186,40 perkilogram. Ini berarti, harga bersih CPO di pabrik adalah Rp8.881,78 dan Kernel Rp4.743,51. Perusahaan menambahkan biaya pemasaran CPO untuk dalam negeri sebesar Rp42,34 perkilogram sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pedoman Penetapan Harga TBS Pekebun.

Hal itu membuat harga bersih CPO di pabrik, menjadi Rp8.839,44. Padahal untuk menentukan harga TBS Pekebun menurut Permentan nomor 1 tahun 2018 tadi adalah gabungan dari hasil pengalian harga bersih masing-masing produk di pabrik, dengan rendemennya.

Dengan dikuranginya biaya pemasaran itu, harga TBS petani menjadi Rp 2.046,48. Padahal jika tidak dibebankan kepada Pekebun, harga TBS yang bisa dinikmati masih di angka Rp2.055,15.

Bukan hanya itu, potongan di harga TBS sawit petani juga di bebani biaya pengolahan TBS sebesar Rp123,39 perkilogram. Biaya penyusutan nilai ekonomis peralatan pabrik yang menyusut Rp32,49 perkilogram dan Biaya Operasional Tidak Langsung (BOTL) Rp49,72 perkilogram.

Setelah semua ongkos-ongkos tadi diakumulasikan, harga beli TBS petani menjadi hanya Rp1.840,87 perkilogram.

Potongan penyusutan dalam seminggu, mencapai Rp1,9 miliar. Jumlah itulah yang ditanggung petani. Termasuk beban untuk BOTL dengan berbagai potongan yang tak lazim.

Pada lampiran Permentan Nomor 1 Tahun 2020 tadi disebutkan bahwa poin-poin pengeluaran dalam BOTL tadi antara lain; Cost Of Money (bunga dan biaya bank, asuransi keamanan pengiriman uang) yang nilainya hingga 1,33 persen, penyusutan timbangan CPO dalam transportasi 0,30 persen serta kegiatan penetapan harga TBS, pembinaan pekebun dan kelembagaan Pekebun 1 persen.

Data Tim Pokja penetapan harga TBS Pekebun di Riau periode 12-18 Agustus 2020 disebutkan total TBS Petani yang dibeli adalah 59.357.264 kilogram. TBS ini menghasilkan CPO sebanyak 8.863.080 kilogram dan Kernel 450.000 kilogram. Hitungan ini baru hanya dari 10 perusahaan yang bersepakat dalam penetapan harga TBS itu meski di Riau, ada sekitar 192 Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Nah, terkait ongkos BOTL tadi, kalau yang dipotong adalah Rp49,72 perkilogram TBS (2,63% x Harga TBS x Total TBS petani yang dibeli 10 PKS), maka duit yang terkumpul sudah lebih dari Rp2,9 miliar seminggu. Kalau sebulan, angka ini membengkak menjadi Rp11,6 miliar.

Kalau satu persen saja dari harga TBS per mingguan penetapan harga TBS itu menjadi biaya pembinaan petani dan kelembagaan petani sesuai Permentan Nomor 01 Tahun 2018 tadi, maka dalam sepekan, petani dan lembaganya mendapat gelontoran duit Rp1,12 miliar atau Rp4,48 miliar dalam sebulan.

Terkait potongan harga TBS petani, tidak sepeserpun duit ini mengalir ke petani maupun kelembagaan petani. Lalu dimana duit ini parkir.

Dosen Pasca Sarjana Universitas Islam Riau, (UIR) Dr. M. Nurul Huda, SH.MH, menduga ada permainan oknum-oknum yang terlibat di dalamnya.

“Ini bukan duit sedikit. Sangat berarti bagi para petani. Saya minta ini segera dibuka dan diusut penggunaannya,” pinta Nurul.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Heads of Agreement Transisi WK Rokan Ditandatangani
- Lewat Webinar, Petani Binaan Asian Agri Berbagi Kisah Sukses
- Diskopdagrin Kuansing Ajari UMKM Dapat Bantuan Usaha di Masa Pandemi Covid - 19
- Wiraland Gelar Kontes Foto Instagram, Berhadiah Sepeda Brompton
- Bupati Kuansing Terus Upayakan Harga Jual Getah Karet Mahal
- Bupati Kuansing, Himbau Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur untuk Pertanian
- Pandemi Corona, BPJS Ketenagakerjaan Beri Peserta Layanan Ekstra
- Bupati Inhil dan Istri Meninjau Proses Panen Madu di Kecamatan Gaung
- Hari Pelanggan Nasional, PLN Luncurkan Layanan Super Merdeka untuk UMKM/IKM
- Telkomsel Pastikan Belajar Jarak Jauh Nyaman dengan Jaringan Broadband Berkualitas
- Agustus 2020, Riau Inflasi 0,05 persen
- Dinas Kopdagrin Kuansing Ikuti Pelatihan Tajaan Kemenperin
- Sawit Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi Riau
- Dimasa Pandemi, BP Jamsostek Cabang Duri Terapkan One to Many
- Hapernas 2020, BNI Targetkan 2.904 Akad KPR Massal
- Ada Model Cilik Riau, Permintaan Uang Rupiah Edisi Khusus Cukup Tinggi
- Kerja Solid di Semester I 2020, BSM Cetak Laba Rp 719 Miliar
- APKASINDO Dorong Gubri Terbitkan Pergub Tataniaga TBS
- Wagubri Buka Riau Syaria Week 2020
- Jaringan Telkomsel Lumpuh, Warga Pekanbaru Antri Beli Kartu Seluler Baru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com