Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 15 Januari 2021 21:29
4 Sembuh, Pasien Covid-19 di Kuansing Bertambah 8 Orang

Jum’at, 15 Januari 2021 21:02
Tunaikan Kewajiban Demokrasi, Ketua KPU Bengkalis Ikut Nyoblos Anggota BPD

Jum’at, 15 Januari 2021 19:39
Gerebek Warung di PT SJI, Lima Pria Digelandang ke Polsek Kunto Darussalam

Jum’at, 15 Januari 2021 18:13
Tahun Anggaran Berakhir, Proyek Jalur Dua Airmolek Inhu Tetap Dikerjakan

Jum’at, 15 Januari 2021 18:03
Polda Riau Periksa 13 Saksi Terkait Sampah di Pekanbaru

Jum’at, 15 Januari 2021 17:44
Bertambah 170, Total Kasus Covid-19 di Riau Tembus 27 Ribu Lebih

Jum’at, 15 Januari 2021 17:17
H Permata Tewas Ditembak Petugas, Kepala BC Tebilahan Mengaku Belum Mengetahui

Jum’at, 15 Januari 2021 17:16
Mulai Hari Ini APBD Bengkalis 2021 Sudah Bisa Digunakan

Jum’at, 15 Januari 2021 17:03
Polisi Bekuk Jambret Anak Pejabat Tinggi Polda Riau

Jum’at, 15 Januari 2021 11:01
Iwan Patah Sebut Banjir Menahun di Pekanbaru Akibat tak Punya Master Plan

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 30 Agustus 2020 09:20
Sawit Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi Riau

Pekan terakhir harga TBS sawit naik. Ekonomi petani sawit di Riau membaik, akan mendorong konsumsinya dan berdampak efek domino.

Riauterkini-PEKANBARU-Ekonomi Riau berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2020 mencapai Rp168,10 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp117,56 triliun. Dibandingkan dengan triwulan sebelumnya mengalami tumbuh minus 4,49 persen dan selama semester I-2020, tumbuh minus 0,50 dibandingkan semester I tahun lalu.

Hal itu diungkapkan Ekonom Universitas Riau, Dahlan Tampubolon P.hd, Ahad (30/8/20). Menurutnya, di Sumatera, Riau berada di urutan kedua setelah Sumatera Utara dan di secara nasional urutan ke-6 pembentuk PDB. Diharapkan pada penggal kedua tahun 2020, terjadi pertumbuhan yang cukup untuk menggerakan ekonomi agregat sehingga hingga akhir tahun bisa tumbuh 2,32 persen.

"Perkembangan ekonomi Riau sangat bergantung perbaikan ekonomi global, khususnya China sebagai tujuan ekspor utama," terangnya.

Di masa pandemi wabah covid ini, tambahnya, ekonomi Riau maupun nasional anjlok menyebabkan penurunan kesejahteraan masyarakat. Namun ada berkah di saat wabah, ekonomi Cina masih tumbuh sehingga harga CPO membaik. Harga sawit di Riau minggu terakhir di atas Rp. 1500 per kg untuk umur 4 tahun dan di atas Rp. 2000 per kg untuk umur di atas 10 tahun, karena harga CPO sudah mencapai di atas Rp. 9000 per kg.

"Di dalam struktur ekonomi Riau menurut pengeluaran, 41,79% terbentuk dari pengeluaran konsumsi rumah tangga, tumbuh minus 5,8% (dibanding periode yang sama tahun lalu). Kalau ekonomi petani sawit di Riau membaik, akan mendorong konsumsinya. Konsumsi pokok diperoleh dari masyarakat sekitar, yang bukan hanya petani sawit. Setelah kebutuhan primernya terpenuhi, petani sawit menghabiskan konsumsinya untuk kebutuhan sekunder, maka bisa kita lihat di hari Sabtu dan Ahad kemarin antrian masuk di Mal Pekanbaru dan café yang mulai beroperasi hingga malam," terangnya.

Sektor jasa-jasa yang tumbuh minus perlahan terbantu dengan adanya peningkatan konsumsi masyarakat, terutama petani sawit ini. Hunian hotel mulai membaik dengan okupansi yang jauh lebih tinggi dibanding April dan Mei. Ini akan memperbaiki peluang kerja, dan para pekerja yang dirumahkan akan kembali bekerja. Dengan demikian mereka kembali punya penghasilan dan memiliki daya beli untuk menggerakkan ekonomi.

Sektor akomodasi dan penyediaan makan minum paling terpukul ketika April hingga akhir Juni, akan kembali membaik di Agustus ini karena perilaku kebiasaan baru masyarakat dalam menghadapi covid dan juga daya beli yang semakin baik dimana ada lebih 580 ribu kepala keluarga petani sawit yang menikmati keberkahan harga sawit.

Bukan hanya sektor akomodasi yang bergerak dengan membaiknya pendapatan petani sawit. Sektor perdagangan dan reparasi juga semakin baik. Kebutuhan petani sawit yang selama ini belum terpenuhi, akan dibeli saat pendapatan mereka membaik. Pergerakan uang di Riau dari sektor perdagangan dan reparasi 10,33% dari PDRB, kalau kinerja sektor ini membaik, akan mendorong perbaikan ekonomi Riau, terutama di perkotaan yang selama ini terdampak Covid.

Demikan halnya dengan reparasi atas kenderaan yang dimiliki oleh petani sawit. Ketika harga TBS rendah dan adanya pembatasan pergerakan manusia, mereka menahan untuk mengurangi mobilitas, selain keperluan mendesak. Saat ini, pendapatan mereka membaik dan adanya kelonggaran pergerakan manusia, mereka akan semakin memerlukan reparasi.

Alur melingkar ekonomi antar sektor dan juga sisi pengularan konsumsi di saat harga TBS membaik akan mendorong kenaikan ekonomi secara perlahan. Inilah keberkahan dari kenaikan harga sawit di Riau.

Pekanbaru bukan penghasil sawit, tapi Pekanbaru sangat merasakan kenaikan harga sawit, dari konsumsi masyarakat yang melakukan pergerakan ke kota untuk memenuhi kebutuhannya juga menikmati akhir pekannya.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Warga Kecamatan Kampar Kiri Optimalkan Lahan Agrowisata
- Dikeluhkan Nasabah, Anggota DPRD Pelalawan Sorot Kualitas ATM BRK
- UEK SP Maju Bersama Perdana Laksanakan MKPT di Pekanbaru
- Desember 2020, Riau Alami Inflasi 0,55 Persen
- ASITA Nilai Tak Diizinkannya Turis Luar Negeri Masuk Adalah Langkah yang Baik
- Kunjungan Meningkat, Mal di Pekanbaru Libatkan Unsur TNI/POLRI Jaga Kedisiplinan Masyarakat
- Harga Getah Karet Lewat Apkarkusi Kuansing Tembus Rp11 Ribu Perkilogram
- Gerai Serbu PPJI Rohul Ludes Diserbu Warga Pasirpengaraian
- Kreatif, Emak-emak Mekar Jaya Ubah Lidi Sawit jadi Sumber Uang
- Sasar Pasar Anak Muda, Wiraland Ciptakan Slogan Cinta Itu Butuh Rumah, Bro
- Pertagas Kembali Raih Gold Rank di Asia Sustainability Reporting Rating 2020
- HUT 28 Pelindo Jadi Momentum Perkokoh Kerjasama dengan Pengguna Jasa
- Tunaiku, Aplikasi Amar Bank Dukung Inklusi Keuangan Indonesia
- Disprindag Bekerjasama PT.Heldy Putra Inhil Gelar Operasi Pasar Gas 3 Kg
- Pertagas Borong Penghargan di Ajang Celebvation PGN 2020
- Bapenda Kuansing Optimis Capai Target PAD 2021
- Webinar Ketahanan Pangan Usai, PWI-SPS Riau Siapkan Bantuan Bergulir Rp100 Juta
- Presiden Lepas Ekspor Nasional Serentak,
RAPP dan APR Ekspor Kertas dan Rayon ke Berbagai Negara

- Mix Makan dan Ngopi, Warung Lapan Enam Dilaunching
- PT. CPI Terima Penghargaan SKK Migas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com