Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 25 Nopember 2020 05:57
Bubarkan Paksa Deklarasi Tolak Rizieq Shihab, Ketua FPI Pekanbaru Ditetapkan Jadi Tersangka

Rabu, 25 Nopember 2020 05:47
Innalillahi Wainnalilahi Rojiun, Cawako Dumai Eko Suharjo Wafat

Selasa, 24 Nopember 2020 19:46
Terima vonis Amril Mukminim, Jaksa Banding Istrinya Dinyatakan tak Terlibat

Selasa, 24 Nopember 2020 18:45
Hari Ini, Pasien Covid-19 di Riau Bertambah 138 Kasus

Selasa, 24 Nopember 2020 18:01
Positif Tidak Ada, 6 Pasien Covid-19 Kuansing Sembuh

Selasa, 24 Nopember 2020 17:42
Pilkada Kuansing, Kelompok Tani Pangean Nyatakan Dukungan untuk Pasangan BERMITRA 

Selasa, 24 Nopember 2020 17:09
Pilkada Bengkalis, Bawaslu Minta KPU Lakukan Perbaikan DPT

Selasa, 24 Nopember 2020 16:38
Rektor UIN Suska Pekanbaru Dipecat

Selasa, 24 Nopember 2020 15:25
Berbincang Ekonomi Syariah, Anak Wapres Silaturahim ke LAMR

Selasa, 24 Nopember 2020 14:36
Pengelola BUMDes se Riau diminta Tingkatkan Wawasan

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 20 Oktober 2020 13:42
BPKH Tunjuk Mandiri Syariah Beri Layani Kustodian

Mandiri Syariah dipercaya dan ditunjuk BPKH sebagai pemberi layanan Kustodian senilai Rp5,5 Triliun. Untuk mengadministrasikan efek syariah senilai Rp5,5, triliun milik BPKH.

Riauterkini-PEKANBARU-PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) mendapatkan kepercayaan dan penunjukkan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai Bank Umum Syariah penyedia layanan Kustodian untuk mengadministrasikan efek syariah senilai Rp5,5, Triliun milik BPKH.

Penunjukkan tersebut disahkan melalui penandatanganan perjanjian kerjasama pengadministrasian Layanan Bank Kustodian atas Investasi Efek Syariah oleh Mandiri Syariah kepada BPKH.

Seremonial penandatanganan dilakukan secara virtual oleh Kepala Badan Pelaksana Dr. Anggito Abimanyu, MSc dan Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari disaksikan Komisaris Utama Mandiri Syariah Mulya E Siregar, Ketua Dewan Pengawas BPKH Yuslam Fauzi, Direktur Finance, Strategy and Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho, Direktur Distribution and Sales Mandiri Syariah Anton Sukarna dan Anggota Badan Pelaksana BPKH di Jakarta, Senin (19/10/20).

Dalam sambutannya Toni EB Subari mengungkapkan apresiasi atas kepercayaan dan amanah BPKH kepada Mandiri Syariah untuk mengadministrasikan portfolio investasi efek syariah yang dikelolah oleh BPKH.

“Sebagai lembaga negara pengelola dana calon Jemaah Haji seluruh Indonesia, tugas dan amanah BPKH menginspirasi kami untuk turut serta mendukung kegiatan BPKH dalam melakukan pengelolaan dana calon Jemaah Haji Indonesia, antara lain melalui pemberian layanan Kustodian atas investasi efek syariah BPKH,” kata Toni.

Lebih lanjut Toni menambahkan kerjasama ini merupakan bentuk nyata dukungan BPKH kepada bank syariah dan layanan investasi pasar modal syariah di Indonesia.

Sementara itu Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Dr. Anggito Abimanyu, MSc menyatakan dalam mengelola investasi syariah, BPKH berupaya kaffah menggunakan layanan berbasis syariah termasuk Kustodian Bank Umum Syariah.

“BPKH mendukung pengembangan industri keuangan syariah termasuk jasa-jasa pelayanannya, dan berharap langkah BPKH tersebut diikuti oleh investor lain,” ungkap Anggito.

Selain itu menurut Anggito langkah BPKH menunjuk Mandiri Syariah sebagai pemberi layanan Kustodian untuk mengadministrasikan efek syariah merupakan salah satu bentuk dukungan rencana merger 3 Bank Syariah BUMN oleh pemerintah dan mewujudkan mimpi Road Map Indonesia sebagai Hub-Bank Syariah terbesar di dunia.

Hal tersebut juga ujungnya berdampak pada peningkatan pelayanan kepada jamaah haji di Indonesia secara tidak langsung. BPKH berkomitmen untuk terus meningkatkan nilai manfaat dana kelolaan haji bedasarkan prinsip syariah, aman, akuntabel dan transparan.

Hingga saat ini, Mandiri Syariah merupakan Bank Umum Syariah pertama yang memiliki layanan Kustodian yang terdiri dari Core Custody (Safekeeping) serta Fund Administration (Pengadministrasian reksadana), serta layanan Wali Amanat (agen pemantau, agen jaminan, Agen pembayaran).

Sejak diluncurkan pertengahan tahun 2019, Kustodian Mandiri Syariah sudah mendapatkan kepercayaan dari nasabah perbankan, perusahaan asuransi dan manajer investasi dan korporasi, serta lebih dari 2.000 nasabah retail dengan total Asset Under Custody sebesar 3,8 Triliun.

Adapun secara umum, perkembangan produk pasar modal syariah yang terdiri dari saham syariah, sukuk korporasi, reksa dana Syariah, dan sukuk negara mengalami pertumbuhan yang positif dalam 5 tahun terakhir.

Pertumbuhan ini dapat dilihat dari jumlah produk, nilai kapitalisasi, nilai outstanding, maupun nilai aktiva bersih. Kustodian merupakan bentuk komitmen Mandiri Syariah untuk melengkapi layanan sebagai bank umum syariah terbesar di Indonesia dalam memenuhi kebutuhan ekosistem pasar modal syariah Indonesia.

Mandiri Syariah optimis, potensi perkembangan pasar modal syariah di Indonesia masih sangat besar. Seperti halnya BPKH yang memaknai secara kaffah pengelolaan investasinya, Mandiri Syariah melihat stakeholders lainnya dari sektor perbankan, asuransi, manajer investasi dan korporasi, lembaga pemerintah, hingga nasabah ritel yang berinvestasi pada efek syariah, memiliki kebutuhan untuk menyimpan efek syariahnya di Kustodian bank umum syariah.

Untuk itu, Mandiri Syariah berkomitmen akan terus mendukung perkembangan pasar modal syariah di Indonesia. Ia berharap ke depannya akan semakin banyak Lembaga Keuangan Syariah yang akan menggunakan layanan Kustodian Mandiri Syariah,” katanya.

“Kami juga berharap BPKH sebagai investor besar di pasar modal syariah Indonesia akan terus meningkatkan portfolio efek syariahnya. Semoga kerjasama Kustodian ini dapat menjadi syi’ar bersama dalam mendukung perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia serta turut memberikan nilai manfaat optimal bagi jamaah haji dan kemaslahatan umat,” pungkas Toni.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Siap Dirikan Pabrik Pengolahan Limbah,
Tim Daehan E & C Co.Ltd. dari Korea Selatan Kunjungi Inhil

- Pengamat Ekonomi Riau Akui, Program Apkarkusi Mursini Bisa Naikkan Harga Karet
- Kantor Kas BNI Pasa Ateh Bukittinggi Pindahan
- Lindungi Masyarakat Tertipu Investasi Bodong dan Fintech,
ISEI Kom UIN Suska Riau Gelar Webinar Nasional

- Penerbangan Sehat di Bandara SSK II, Cegah Penularan Covid-19
- Ditarget Selesai di 2022, Gubri Buka Groundbreaking SPAM Pekanbaru-Kampar
- Rayakan Hari Jadi ke-19, Electronic City Suguhkan Program B19 Surprize
- HUT ke-9, OJK Salurkan Bantuan untuk Masjid dan Panti Asuhan
- Waspada, Investasi Ilegal Kain Marak di Masa Pandemi
- Telkomsel Suguhkan Serial Dibalik Lubang Kunci Lewat MAXStream
- Gubri Harap Startup E-commerce Riau Bangkitkan Ekonomi Nasional
- Upaya Pelindo 1 Dumai Genjot Layanan Peti Kemas Internasional
- Biaya Pengawasan Pengecatan 1 Flyover Capai Rp64 Juta Per Bulan
- Sesuai Instruksi Bupati Yopi, UMK Inhu 2021 Naik jadi Rp 3.082.808
- Dirut Optimis BRK Syariah Tuntas Pertengahan 2021
- Jelang Tutup Tahun 2020, PAD Kuansing Baru Terealisasi 51 Persen
- OJK Gelar Bulan Inklusi Keuangan 2020
- Permudah Wajib Pajak, Bapenda Kuansing Launching Aplikasi e-BPHTB
- Harga Karet Tembus Rp11 Ribu, Petani Kuansing Puji Program Mursini
- Kelapa Sawit Sumber Penting PAD Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com