Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 5 Desember 2020 19:00
Jumlah Pasien Sehat Covid-19 Lebih Banyak Dibanding Positif

Sabtu, 5 Desember 2020 15:28
Pasien Positif Covid-19 di Kuansing Hari ini Kembali Nihil

Sabtu, 5 Desember 2020 15:27
Ibunda Pj. Bupati Tutup Usia, Dandim 0303/Bengkalis Sampaikan Belasungkawa

Sabtu, 5 Desember 2020 15:06
Pilkada, Bawaslu Bengkalis Ingatkan Paslon Patuhi Aturan

Sabtu, 5 Desember 2020 14:51
726 Lulusan Umri Diwisuda, Acrom Casani Tampil sebagai Pemuncak Tingkat Universitas

Sabtu, 5 Desember 2020 13:25
Optimis Menangi Pilkada Pelalawan, Tim HT Fokus Kawal Pencoblosan 9 Desember

Sabtu, 5 Desember 2020 12:44
Polres Inhil Gelar Pengamanan Perlintasan Persepeda di Tembilahan

Sabtu, 5 Desember 2020 12:41
Kabur ke Sumbar, Polda Riau Tangkap Pelaku Penganiaya Guru Ngaji Pesantren TDM

Sabtu, 5 Desember 2020 10:24
Utusan Riau Juara III Seleksi Abdiyasa Teladan Tingkat Nasional

Sabtu, 5 Desember 2020 08:12
Merasa Difitnah, Hendri Along Bersiap Lapor ke Polisi

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 25 Oktober 2020 14:18
Petani Aren di Kaiti Rohul Kesulitan Pemasaran dan Perlu Pembinaan

Petani aren di Kaiti Desa Rambah Tengah Barat, Rohul, kesulitan memasarkan gula aren, dan masih perlu pembinaan.

Riauterkini-PASIRPENGARAIAN- Kelompok petani aren atau enau di Kaiti Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), mengaku kesulitan memasarkan produk. Petani mengharapkan pembinaan dari pemerintah.

Jamaluddin Nasution gelar Sutan Tuah, Ketua Kelompok Tani Aren di Kaiti Desa Rambah Tengah Barat, mengaku petani aren di daerahnya cukup banyak.

Dalam sehari, ungkap Jamaluddin, para petani bisa menghasilkan air aren atau nira sekira 500 liter. Bila diolah menjadi gula aren bisa menjadi 250 kilogram (Kg).

Pria berusia 50 tahun ini mengungkapkan untuk membuat 1 Kg gula aren memerlukan 5 liter air nira.

Gula aren yang diproduksi secara tradisional dibuat dalam bentuk batangan tersebut dijual Rp 25 ribu per Kg di pasaran.

Namun, diakui Jamaluddin, karena kesulitan memasarkan gula aren dan kurangnya pembinaan dari pemerintah, tidak sedikit petani aren menjual air nira ke warung tuak. Apalagi membuat gula aren membutuhkan beberapa jam.

Menurut pria yang pernah menjabat Kepala Desa Rambah Tengah Barat ini, bila air nira sebelum diolah dijual kepada pemilik warung tuak bisa dihargai Rp 5.000 per liter. Namun sebagian petani lebih memilih mengolah air nira menjadi gula aren.

Salah satu alasan petani menjual air nira ke warung tuak, kata Jamaluddin, karena sulitnya memasarkan gula aren. Apalagi selama ini kurangnya pembinaan dari pemerintah.

"Ini yang terus upayakan, bagaimana air nira ini bisa diproduksi sebagai oleh-oleh khas dari Rokan Hulu, selain gula aren," kata Jamaluddin saat berbincang dengan riauterkinicom, Ahad (25/10/2020).

Jamaluddin juga Pimpinan Kerapatan Adat Huta Haiti, mengakui untuk membantu ekonomi petani, ia sengaja membuka warung, tepat di sebelah Kantor Desa Rambah Tengah Barat, atau di Tempat Wisata Budaya Boru Namora Suri Andung Jati.

Di warungnya yang sederhana tersebut, Jamaluddin mengolah air nira menjadi minuman kopi yang biasa disebut masyarakat Rohul kopi nira atau kopi enau.

Selain kopi nira, sambung Jamaluddin lagi, di warungnya tersebut juga menyediakan kopi dengan pemanis gula aren.

"Sebenarnya air nira ini bisa diolah berbagai macam produk, seperti permen. Namun kami perlu semacam pembinaan dari instansi terkait. Ini juga untuk menyelamatkan generasi muda kita," pungkas Jamaluddin.***(zal)



Loading...


Berita lainnya..........
- Presiden Lepas Ekspor Nasional Serentak,
RAPP dan APR Ekspor Kertas dan Rayon ke Berbagai Negara

- Mix Makan dan Ngopi, Warung Lapan Enam Dilaunching
- PT. CPI Terima Penghargaan SKK Migas
- Musdalil Amri Siap Pimpin DPD REI Riau
- Kantor Baru BNI KCP Pasar Sungai Guntung Kantor Cabang Tembilahan Diresmikan
- Bapenda Pekanbaru Optimis Pajak Daerah Tahun 2020 Capai Target
- UMK Kuansing 2021 Ditetapkan Sebesar 3 Juta Lebih
- Siap Dirikan Pabrik Pengolahan Limbah,
Tim Daehan E & C Co.Ltd. dari Korea Selatan Kunjungi Inhil

- Lindungi Masyarakat Tertipu Investasi Bodong dan Fintech,
ISEI Kom UIN Suska Riau Gelar Webinar Nasional

- Penerbangan Sehat di Bandara SSK II, Cegah Penularan Covid-19
- Ditarget Selesai di 2022, Gubri Buka Groundbreaking SPAM Pekanbaru-Kampar
- Rayakan Hari Jadi ke-19, Electronic City Suguhkan Program B19 Surprize
- HUT ke-9, OJK Salurkan Bantuan untuk Masjid dan Panti Asuhan
- Waspada, Investasi Ilegal Kain Marak di Masa Pandemi
- Telkomsel Suguhkan Serial Dibalik Lubang Kunci Lewat MAXStream
- Gubri Harap Startup E-commerce Riau Bangkitkan Ekonomi Nasional
- Upaya Pelindo 1 Dumai Genjot Layanan Peti Kemas Internasional
- Biaya Pengawasan Pengecatan 1 Flyover Capai Rp64 Juta Per Bulan
- Sesuai Instruksi Bupati Yopi, UMK Inhu 2021 Naik jadi Rp 3.082.808
- Dirut Optimis BRK Syariah Tuntas Pertengahan 2021


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com