Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 12 Mei 2021 08:28
FKIJK Riau Laksanakan Vaksin Covid-19

Rabu, 12 Mei 2021 08:12
Jelang Idul Fitri, DPW IKA UII Jogja Wilayah Riau Berbagi Sembako

Selasa, 11 Mei 2021 22:24
Berkah Ramadhan, Pengurus Kopertim Kecamatan Tambusai Buka Puasa Bersama

Selasa, 11 Mei 2021 20:47
Serentak, Delapan Pj Kades Dilantik Camat Seberida Inhu

Selasa, 11 Mei 2021 19:03
Jelang Idul Fitri, PGN Pastikan Progres Pembangunan Proyek Infrastruktur Gas Bumi Sesuai Jadwal

Selasa, 11 Mei 2021 17:13
Polsek Pangkalan Lesung Imbau Soal Prokes di Pasar

Selasa, 11 Mei 2021 17:05
Operasi Polsek Ukui dan Tim Yustisi Sasar Pusat Keramaian

Selasa, 11 Mei 2021 16:59
Tzu Chi dan PT PSPI–APP Sinar Mas Region Riau Berbagi di Bulan Ramadhan

Selasa, 11 Mei 2021 16:58
Polsek Bunut Pastikan Masyarakat Terapkan Prokes Saat Beraktivitas

Selasa, 11 Mei 2021 16:36
Polsek Kuala Kampar Kembali Gelar PPKM

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 21 Nopember 2020 18:04
Lindungi Masyarakat Tertipu Investasi Bodong dan Fintech,
ISEI Kom UIN Suska Riau Gelar Webinar Nasional


Banyaknya masyarakat yang menjadi korban investasi bodong, mendorong ISEI Kom UIN Suska Pekanbaru mengadakan web seminar nasional. Harapannya, masyarakat semakin cerdas berinvestasi, terutama saat pandemi ini.

Pekanbaru-Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau mengadakan web seminar (webinar) nasional dengan tema Lliterasi Keuangan: Investasi Bodong dan Pinjaman Online (Fintech), Rabu (18/11/20).

Dikatakan oleh Ketua ISEI Kom UIN Suska Riau Darnilawati, SE, M.Si, seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam investasi bodong yang saat ini banyak ditawarkan.

"Selain itu kami juga ingin memberikan pemahaman dan wawsan kepada masyarakat tentang pinjaman online ini. Harapannya, masyarakat tidak terjebak dan mengetahui perusahaan investasi legal dan ilegal serta tidak mudah tergiur dengan pinjaman online ini," kata Darnilawati kepada media.


Dimoderatori oleh Darnilawati langsung, web seminar ini menghadirkan narasumber Kepala Otorisat Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Riau Yusri, serta Kepala Bursa Efek Indonesia Riau Emon Suleiman.

Panitia menyelenggarakan seminar ini sejak pukul 08.00-11.00 WIB melalu zoom meeting. Peserta datang dari kalangan mahasiswa, dosen, guru, pelajar, wirausahawan, karyawan, auditor dan sebagainya. Jumlah yang mendaftar mencapai 502 orang, dimana 323 orang di antaranya memberikan feedback dalam webinar tersebut. Para peserta ini datang tidak saja dari Riau, melainkan juga hampir seluruh provinsi di Indonesia.

"Tingginya animo masyarakat dalam mengikuti webinar ini menunjukkan bahwa maraknya praktek investasi bodong saat ini. Pelaku memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat tentang investasi dan fintech dan dengan iming-iming keuntungan yang diberikan dalam waktu yang singkat, maka banyak masyaratak yang terjebak dan dirugikan," terus Darnilawati lagi.

Kepala OJK Wilayah Riau Yusri, dalam webinar tersebut mengatakan bahwa kasus investasi illegal selama 2020 sebanyak 394 kasus dari total 838 kasus yang terjadi selama 5 tahun terakhir di Indonesia. Total kerugian mencapai lebih kurang Rp92 triliun.

"Dengan maraknya investasi illegal saat ini ditambah lagi masa Pandemic Covid-19 maka diharapkan masyarakat dapat dengan cerdas memilih investasi dengan cara 2L yaitu Legal dan Logis," kata Yusri.

Sementara Emon selaku Kepala BEI Riau mengatakan justru investasi di masa Pandemi ini malah naik dibandingkan investasi di tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah mengerti betapa pentingnya investasi ke depan untuk kenyamanan finansialnya.

"Namun masyarakat masih belum cerdas dalam memilih investasi yang legal sehingga mudah ditipu oleh perusahaan investasi bodong. Hal inilah yang membuat masyarakat tergiur untuk melakukan investasi baik secara kontan memberikan uangnya atau melalui transfer kepada perusahaan investasi bodong," tuturnya.

Masyarakat perlu mengenal ciri-ciri perusahaan bodong tersebut, di antaranya tidak memiliki izin, tidak memiliki kantor yang tetap atau kantornya berpindah-pindah, menjanjikan imbal hasil yang tidak wajar dalam waktu yang singkat, menawarkan investasi yang bebas resiko.

Beberapa perusahaan illegal yang populer di masyarakat yang telah dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi di antaranya Vtube, PT. Kampung Kurma Indonesia, HIPO, CV. Tri Manunggal Jaya, E-Dinar Coin dan Multi Digital Poin.

"Di samping itu bagi masyarakat yang ditawarkan investasi yang mencurigakan agar dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157 atau dapat mengakses investment alert portal pada www.ojk.go.id untuk mengetahui daftar perusahaan investasi illegal," sebut yusri.***(yan)

Loading...


Berita lainnya..........
- Katanya 77 Jaringan Bank Siap Layanii, Faktanya Masyarakat Susah Tukar Uang Kecil
- Jaringan Kantor Bank Layani Penukaran Uang 'Ampaw' Lebaran 2021
- Ekonomi Masyarakat Kuansing Terimbas Macetnya Proyek Pemkab
- Realisasi APBD Proyek Fisik Kuansing Belum Berjalan 
- April 2021, Riau Alami Inflasi 0,15 Persen
- Waspada, EDCCash Penipuan Investasi Berkedok Aset Kripto Berskema Piramida
- BOB PT BSP Pertamina Hulu Kembali Raih Penghargaan Zero Accident Award
- Cek Ketersediaan Sembako, Pemkab Kuansing Sidak ke Pasar Telukkuantan
- BPKH Resmi Dukung Konversi Bank Riau Kepri Menjadi Syariah
- Penyekatan Mudik Lebaran jadi Momok Pengelola Travel di Kuansing
- Ketua BWI Dukung Konversi Bank Riau Kepri Syariah
- JFX Catat Perdagangan Bursa Timah Murni Capai 2,5 Juta Lot
- BPJS Ketenagakerjaan Realisasasikan Kenaikan Manfaat Beasiswa 
- Wapres RI Dukung Konversi Bank Riau Kepri Syariah.
- Demi PSU Pilkada Rohul PT Torganda Libur Operasi dan Rugi Rp70 Miliar
- Awal Ramadhan 2021, Harga Getah Karet di Kuansing Cenderung Turun
- BI Perkirakan Kebutuhan Tunai Ramadhan dan Lebaran 2021 Rp 4,5 Triliun
- PT EPN Gelar Groundbreaking Fuel Terminal Inhil
- Maret 2021, Ekspor Riau Capai 1,79 Miliar USD
- Kondisi Harga Sebako di Kuansing pada Pekan Pertama Puasa 2021


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com