Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 5 Desember 2020 19:00
Jumlah Pasien Sehat Covid-19 Lebih Banyak Dibanding Positif

Sabtu, 5 Desember 2020 15:28
Pasien Positif Covid-19 di Kuansing Hari ini Kembali Nihil

Sabtu, 5 Desember 2020 15:27
Ibunda Pj. Bupati Tutup Usia, Dandim 0303/Bengkalis Sampaikan Belasungkawa

Sabtu, 5 Desember 2020 15:06
Pilkada, Bawaslu Bengkalis Ingatkan Paslon Patuhi Aturan

Sabtu, 5 Desember 2020 14:51
726 Lulusan Umri Diwisuda, Acrom Casani Tampil sebagai Pemuncak Tingkat Universitas

Sabtu, 5 Desember 2020 13:25
Optimis Menangi Pilkada Pelalawan, Tim HT Fokus Kawal Pencoblosan 9 Desember

Sabtu, 5 Desember 2020 12:44
Polres Inhil Gelar Pengamanan Perlintasan Persepeda di Tembilahan

Sabtu, 5 Desember 2020 12:41
Kabur ke Sumbar, Polda Riau Tangkap Pelaku Penganiaya Guru Ngaji Pesantren TDM

Sabtu, 5 Desember 2020 10:24
Utusan Riau Juara III Seleksi Abdiyasa Teladan Tingkat Nasional

Sabtu, 5 Desember 2020 08:12
Merasa Difitnah, Hendri Along Bersiap Lapor ke Polisi

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 21 Nopember 2020 18:04
Lindungi Masyarakat Tertipu Investasi Bodong dan Fintech,
ISEI Kom UIN Suska Riau Gelar Webinar Nasional


Banyaknya masyarakat yang menjadi korban investasi bodong, mendorong ISEI Kom UIN Suska Pekanbaru mengadakan web seminar nasional. Harapannya, masyarakat semakin cerdas berinvestasi, terutama saat pandemi ini.

Pekanbaru-Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau mengadakan web seminar (webinar) nasional dengan tema Lliterasi Keuangan: Investasi Bodong dan Pinjaman Online (Fintech), Rabu (18/11/20).

Dikatakan oleh Ketua ISEI Kom UIN Suska Riau Darnilawati, SE, M.Si, seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam investasi bodong yang saat ini banyak ditawarkan.

"Selain itu kami juga ingin memberikan pemahaman dan wawsan kepada masyarakat tentang pinjaman online ini. Harapannya, masyarakat tidak terjebak dan mengetahui perusahaan investasi legal dan ilegal serta tidak mudah tergiur dengan pinjaman online ini," kata Darnilawati kepada media.


Dimoderatori oleh Darnilawati langsung, web seminar ini menghadirkan narasumber Kepala Otorisat Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Riau Yusri, serta Kepala Bursa Efek Indonesia Riau Emon Suleiman.

Panitia menyelenggarakan seminar ini sejak pukul 08.00-11.00 WIB melalu zoom meeting. Peserta datang dari kalangan mahasiswa, dosen, guru, pelajar, wirausahawan, karyawan, auditor dan sebagainya. Jumlah yang mendaftar mencapai 502 orang, dimana 323 orang di antaranya memberikan feedback dalam webinar tersebut. Para peserta ini datang tidak saja dari Riau, melainkan juga hampir seluruh provinsi di Indonesia.

"Tingginya animo masyarakat dalam mengikuti webinar ini menunjukkan bahwa maraknya praktek investasi bodong saat ini. Pelaku memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat tentang investasi dan fintech dan dengan iming-iming keuntungan yang diberikan dalam waktu yang singkat, maka banyak masyaratak yang terjebak dan dirugikan," terus Darnilawati lagi.

Kepala OJK Wilayah Riau Yusri, dalam webinar tersebut mengatakan bahwa kasus investasi illegal selama 2020 sebanyak 394 kasus dari total 838 kasus yang terjadi selama 5 tahun terakhir di Indonesia. Total kerugian mencapai lebih kurang Rp92 triliun.

"Dengan maraknya investasi illegal saat ini ditambah lagi masa Pandemic Covid-19 maka diharapkan masyarakat dapat dengan cerdas memilih investasi dengan cara 2L yaitu Legal dan Logis," kata Yusri.

Sementara Emon selaku Kepala BEI Riau mengatakan justru investasi di masa Pandemi ini malah naik dibandingkan investasi di tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah mengerti betapa pentingnya investasi ke depan untuk kenyamanan finansialnya.

"Namun masyarakat masih belum cerdas dalam memilih investasi yang legal sehingga mudah ditipu oleh perusahaan investasi bodong. Hal inilah yang membuat masyarakat tergiur untuk melakukan investasi baik secara kontan memberikan uangnya atau melalui transfer kepada perusahaan investasi bodong," tuturnya.

Masyarakat perlu mengenal ciri-ciri perusahaan bodong tersebut, di antaranya tidak memiliki izin, tidak memiliki kantor yang tetap atau kantornya berpindah-pindah, menjanjikan imbal hasil yang tidak wajar dalam waktu yang singkat, menawarkan investasi yang bebas resiko.

Beberapa perusahaan illegal yang populer di masyarakat yang telah dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi di antaranya Vtube, PT. Kampung Kurma Indonesia, HIPO, CV. Tri Manunggal Jaya, E-Dinar Coin dan Multi Digital Poin.

"Di samping itu bagi masyarakat yang ditawarkan investasi yang mencurigakan agar dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157 atau dapat mengakses investment alert portal pada www.ojk.go.id untuk mengetahui daftar perusahaan investasi illegal," sebut yusri.***(yan)

Loading...


Berita lainnya..........
- Presiden Lepas Ekspor Nasional Serentak,
RAPP dan APR Ekspor Kertas dan Rayon ke Berbagai Negara

- Mix Makan dan Ngopi, Warung Lapan Enam Dilaunching
- PT. CPI Terima Penghargaan SKK Migas
- Musdalil Amri Siap Pimpin DPD REI Riau
- Kantor Baru BNI KCP Pasar Sungai Guntung Kantor Cabang Tembilahan Diresmikan
- Bapenda Pekanbaru Optimis Pajak Daerah Tahun 2020 Capai Target
- UMK Kuansing 2021 Ditetapkan Sebesar 3 Juta Lebih
- Siap Dirikan Pabrik Pengolahan Limbah,
Tim Daehan E & C Co.Ltd. dari Korea Selatan Kunjungi Inhil

- Lindungi Masyarakat Tertipu Investasi Bodong dan Fintech,
ISEI Kom UIN Suska Riau Gelar Webinar Nasional

- Penerbangan Sehat di Bandara SSK II, Cegah Penularan Covid-19
- Ditarget Selesai di 2022, Gubri Buka Groundbreaking SPAM Pekanbaru-Kampar
- Rayakan Hari Jadi ke-19, Electronic City Suguhkan Program B19 Surprize
- HUT ke-9, OJK Salurkan Bantuan untuk Masjid dan Panti Asuhan
- Waspada, Investasi Ilegal Kain Marak di Masa Pandemi
- Telkomsel Suguhkan Serial Dibalik Lubang Kunci Lewat MAXStream
- Gubri Harap Startup E-commerce Riau Bangkitkan Ekonomi Nasional
- Upaya Pelindo 1 Dumai Genjot Layanan Peti Kemas Internasional
- Biaya Pengawasan Pengecatan 1 Flyover Capai Rp64 Juta Per Bulan
- Sesuai Instruksi Bupati Yopi, UMK Inhu 2021 Naik jadi Rp 3.082.808
- Dirut Optimis BRK Syariah Tuntas Pertengahan 2021


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com