Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 14 April 2021 22:51
Tingkatkan Kinerja, Pola Pembinaan Personel Polri Harus Tepat

Rabu, 14 April 2021 22:04
Ramadan, Lapas Bengkalis Taja Pesantren Kilat

Rabu, 14 April 2021 19:30
Tim Yustisi Gabungan Jaring 40 Warga pak Pakai Masker di Ujung Batu

Rabu, 14 April 2021 15:40
Personel Polsek Pangkalan Kerinci Sasar Tempat Rawan Kriminalitas

Rabu, 14 April 2021 15:34
Polsek Kerumutan Ingatkan Warga Tetap Patuhi Prokes Selama Ramadhan

Rabu, 14 April 2021 15:25
Tekan Kriminalitas, Polsek Pangkalan Lesung Gencar Lakukan Patroli C3

Rabu, 14 April 2021 15:17
Polsek Kuala Kampar Beri Teguran Pelanggar Prokes

Rabu, 14 April 2021 15:08
Polsek Teluk Meranti dan TNI Gelar Operasi Yustisi Lintas Bono

Rabu, 14 April 2021 15:00
Pulau Bengkalis Sulit BBM, Pemkab Bengkalis Warning SPBU

Rabu, 14 April 2021 10:19
Awal Ramadan, Masyarakat Pulau Bengkalis Hajab Cari Bensin

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 3 Maret 2021 13:33
Rendahnya Harga Beli TBS di PT PAS Dikeluhkan Petani Sawit Inhu

Sejumlah petani sawit Inhu mengeluhkan sikap PT PAS. Membeli TBS dengan harga lebih murah dari ketetapan resmi.

Riauterkini - PEKANBARU - Penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) oleh Dinas Perkebunan Riau telah ditetapkan kemarin Senin (02/03/21). Namun belakangan harga tersebut tidak dapat dirasakan maksimal oleh warga. Seperti halnya Warga Desa Pematang Jaya, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, yang mengeluhkan TBS sawit milik rakyat yang hanya dihargai Rp 1.970 oleh PT Persada Agro Sawita (PAS). Padahal, Pemprov Riau menetapkan harga sawit Rp 2.297, sangat jauh selisih dengan yang dihargai PT PAS.

Yanto Effendi selaku petani di desa Pematang Jaya mengatakan harga beli yang diterapkan PT PAS berbeda-beda. "Kalau DO lokal dihargai Rp 1.970, padahal perusahaan lain sampai Rp 2.050, kami heran dengan perilaku perusahaan ini," kata Rabu (03/03/21).

Yan mempertanyakan mengapa ada perlakuan berbeda dengan masyarakat desanya. Karena TBS Dar masyarakat daerah lain justru dihargai tinggi oleh PT PAS tersebut.

"Jelas ini jadi tanda tanya besar bagi masyarakat. Kami sangat dirugikan ini," bebernya.

Mewakili petani lain, Yan merasa kecewa dengan managemen PT PAS yang dianggap "mencekik leher" rakyat.

"Di Desa kami sendiri ada pabrik sawit milik PT PAS, tapi harganya gak memadai. Bahkan buah orang yang jauh justru diistimewakan. Kalau buka pabrik di daerah orang, ya hargailah orang-orang di daerah ini. Kami bukan minta diistimewakan, tapi hanya minta diperhatikan saja. Jangan lah terlalu menindas dan menekan masyarakat," rutuknya lagi.

Sementara itu, Manager Pemasaran PT PAS Bambang saat dikonfirmasi riauterkini.com mengaku baru tiga bulan bekerja di PT PAS. "Lagi pembenahan. Karena kondisi pabrik lagi susah. Makanya saya lagi pembenahan dari segala aspek," katanya.

Menurut Bambang, harga yang diterapkan PT PAS sudah jauh lebih bagus. "Karena say lagi pengecekan buah lokal kita. Malah pot buah sudah saya standartkan," terangnya.

"Kemarin pengambilan terlalu tinggi di bawah sehingga harga ke petani jadi rendah. Bagaimanapun buah seputran Tetap sy pertahankan," tambahnya.

Sementara terkait selisih harga dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, Bambang mengaku tidak tahu. Namun Ia kembali menegaskan bahwa harga ram saat ini memang bervariasi. "Pelan-pelan pasti saya naikan. Pengarahan sudah kita sampaikan ke petani, agar buah dipanen bagus agar pot bisa rendah," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja menjelaskan harga sawit saat ini mengalami kenaikan. Sehingga, saat ini harga sawit mencapai Rp2.297,14 per kilogram.

"Ini dipengaruhi oleh kembali meningkatnya harga jual CPO dan kernel di beberapa perusahan yang menjadi sumber data," kata Defris.

Sedangkan untuk harga jual CPO (Crup Palm Oil), PT PTPN V mengalami kenaikkan harga sebesar Rp245,84 per Kg, PT Sinar Mas Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp223,87 per Kg, dan PT Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp297,80 per Kg.

Selanjutnya, kenaikan juga terjadi di PT Asian Agri Group sebesar Rp242,50 per Kg, PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan harga sebesar Rp287,40 per Kg dari harga minggu lalu.

Sementara untuk harga jual Kernel terjadi di PT Astra Agro Lestari Group yang mengalami kenaikan harga sebesar Rp83,00 per Kg, PT Asian Agri Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp116,00 per Kg, PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan harga sebesar Rp113,18 per Kg dari harga minggu lalu.

"Untuk pekan ini sendiri, harga CPO sebesar Rp9.976,89 dan harga kernel Rp7.143,36," tandasnya.***(arl)

Loading...


Berita lainnya..........
- Ramadhan Hari Pertama, Harga Cabe dan Ayam Ras Naik
- Paguyuban Dosen LLDIKTI UNILAK Bahikan Ratusan Nasi Boc Lewat Keroncongantar.com
- IWARA RAPP Promosikan Busana Berbahan Viscose di Riau International Fashion Festival 2021
- BI-Kemenko Perekonomian RI Gelar FEKDI 2021
- BOB PT BSP-Pertamina Hulu Lantik General Manager Baru
- Permudah Pembayaran Tagihan Pajak dan Lainnya, Bank Riau Kepri Jalin Kerjasama Dengan PT. Pos Indonesia
- OJK Minta Optimal Mitigasi Resiko,
Sulit Menjamin Pembobolan Rekening tak Terulang di BRK

- Tambah Dokter Spesialis Tulang, Pantai Hospital Ayer Keroh Perkuat Squad Ahli Orthopedi
- Konversi Bank Riau Kepri Syariah Beri Jaminan Kepada Nasabah
- Dermaga C Pelindo Dumai Perdana Layani Ekspor Peti Kemas Internasional
- 18 Desa dan 4 BUMDes di Karimun mendapat penghargaan dari Bank Riau Kepri
- Nasabah Non Muslim di Batam. Kompak Dukung Konversi Syariah Bank Riau Kepri
- Pengurus Gabki Riau Periode 2020-2025 Dilantik
- Pasar Moderen Kuansing, Masih Kekurangan Tenaga Pengelola
- Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional,
PT RAPP Fasilitasi Mitra Kerja dengan Penyuplai dan Jasa Finansial

- Transisi Alih-kelola Blok Rokan Capai Kemajuan Signifikan
- Dukung Stabilisasi Harga Bahan Pangan Pokok, BI Kpw Riau Serahkan Bantuan Chiller Room
- OJK: Hati-hati Tawaran Investasi Bodong
- RAPP Raih CSR Terbaik di Kabupaten Pelalawan
- Petani Binaan PT RAPP Ceritakan Sukses Budidaya Nanas Ratu di Nasional e-Learning KLHK


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com