Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 11 April 2021 17:49
Surati Panglima TNI dan Kapolri, KSP Minta Lindungi Petani Gondai

Ahad, 11 April 2021 16:44
Kadis LHK Riau Panen Madu Kelulut Bersama Masyarakat Kampar

Ahad, 11 April 2021 16:30
Dihadiri Menteri Sandiaga Uno,
Malam ini Dispar Riau Luncurkan Aplikasi Jemari dan Kalender Pariwisata 2021


Ahad, 11 April 2021 14:51
Penegakan Prokes Polsek Kerumutan tak Kenal Hari Libur

Ahad, 11 April 2021 14:44
Polsubsektor Pelalawan Pantau Prokes Jalan Koridor PT RAPP

Ahad, 11 April 2021 14:41
Angin Kencang di Kuansing Terbangkan Atap Rumah dan Tumbangkan Pohon

Ahad, 11 April 2021 14:38
Sambut Ramadhan 1442 H, Pemkab Meranti Gelar Zikir Akbar dan Sholat Subuh Berjamaah

Ahad, 11 April 2021 14:37
Polsek Pangkalan Kuras Tingkatkan Patroli Jalan Raya

Ahad, 11 April 2021 14:28
Polsek Langgam Fokus Patroli C3 dan Prokes

Ahad, 11 April 2021 14:22
Ciptakan Pemuda Modern, Bung Ade Siap Pimpin DPD KNPI Rokan Hulu

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Maret 2021 10:44
Petani Binaan PT RAPP Ceritakan Sukses Budidaya Nanas Ratu di Nasional e-Learning KLHK

Petani binaan PT RAPP menjadi pembicara di ajang Nasional e-Learning KLHK. Ia menceritakan sukses budidaya Nanas Ratu.

Riauterkini-PANGKALAN KERINCI – Tak pernah terpikirkan sebelumnya oleh Sunardi (46) petani nanas di Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak ini menjadi salah satu pembicara pada kegiatan e-learning Pelatihan Holtikultura di Kawasan Hutan yang diselenggarakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) yang mengusung tema “Bimbingan Teknis dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat di Dalam Kawasan Hutan”.

Sunardi mengaku sempat merasa canggung dalam penyampaian materi Budidaya Nanas Ratu di Lahan Gabut Kampung Penyengat. Kendati demikian, ayah dua orang anak ini akhirnya percaya diri menyampaikan kepada para puluhan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saya memaparkan program pertanian yang berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat di Kampung Penyengat, yaitu budidaya nanas ratu. Saya berharap semangat ini bisa menular kepada para petani lainnya untuk dapat meningkatkan pendapatan,” katanya ketika dihubungi, Kamis (4/3/2021)

Pemilihan komoditi Nanas Ratu ini, dikatakan Sunardi, memiliki nilai strategis karena dapat berproduksi dengan baik di lahan gambut dangkal. Tanaman ini juga toleran terhadap lahan dengan pH rendah dan tahan kekeringan. Selain itu, budidaya nanas secara masif dapat mencegah kebakaran lahan.

Sunardi dan Kelompok Tani (Koptan) Bina Tani merasa beruntung dibina oleh Program Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) sejak tahun 2014. Koptan yang ia ketuai mendapat pembinaan kemudian melakukan studi banding nanas ke Tanjung Kuras. Selain itu, mereka juga memperoleh bantuan Sarana Produksi (Saprodi) dan pemasaran produk.

“Saat ini Koptan Bina Tani kami sudah memiliki kebun nanas sekitar 50 hektar dan keuntungan bisa mencapai puluhan juta per orang. Keberhasilan ini juga berhasil menularkan warga kampung kami. Saat ini 70% dari warga Kampung Penyengat bertanam nanas,” tuturnya.

Kasubdit Rencana Kerja Usaha dan Produksi Hutan Tanaman, Ditjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, KLHK, Hendro Wijanarko mengatakan pelatihan ini sebagai upaya membekali teknis terkait budidaya atau produksi tanaman hotikultura, pengemasan dan pemasarannya. Bimbingan Teknis (Bimtek) ini pengembangan hotikultura ini sangat penting dalam meningkatkan kapasitas petani mitra IUPHH untuk berkompetisi memenangkan penetrasi pasar.

“Saya yakin dengan penerapan agroforestri untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dengan pengembangan hotikultura akan lebih meningkatkan kesejahteraan petani mitra dan produksi hutan. ” jelas Hendro.

Sementara itu, program e-learning ini dibagi dalam beberapa sesi yaitu pembuatan kompos, pengembangan hotikultura melalui pola agroforestri, budidaya madu, pemanfaatan embung untuk budidaya ikan dana kegiatan peternakan dan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB).***(rls)

Loading...


Berita lainnya..........
- Paguyuban Dosen LLDIKTI UNILAK Bahikan Ratusan Nasi Boc Lewat Keroncongantar.com
- IWARA RAPP Promosikan Busana Berbahan Viscose di Riau International Fashion Festival 2021
- BI-Kemenko Perekonomian RI Gelar FEKDI 2021
- BOB PT BSP-Pertamina Hulu Lantik General Manager Baru
- Permudah Pembayaran Tagihan Pajak dan Lainnya, Bank Riau Kepri Jalin Kerjasama Dengan PT. Pos Indonesia
- OJK Minta Optimal Mitigasi Resiko,
Sulit Menjamin Pembobolan Rekening tak Terulang di BRK

- Tambah Dokter Spesialis Tulang, Pantai Hospital Ayer Keroh Perkuat Squad Ahli Orthopedi
- Konversi Bank Riau Kepri Syariah Beri Jaminan Kepada Nasabah
- Dermaga C Pelindo Dumai Perdana Layani Ekspor Peti Kemas Internasional
- 18 Desa dan 4 BUMDes di Karimun mendapat penghargaan dari Bank Riau Kepri
- Nasabah Non Muslim di Batam. Kompak Dukung Konversi Syariah Bank Riau Kepri
- Pengurus Gabki Riau Periode 2020-2025 Dilantik
- Pasar Moderen Kuansing, Masih Kekurangan Tenaga Pengelola
- Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional,
PT RAPP Fasilitasi Mitra Kerja dengan Penyuplai dan Jasa Finansial

- Transisi Alih-kelola Blok Rokan Capai Kemajuan Signifikan
- Dukung Stabilisasi Harga Bahan Pangan Pokok, BI Kpw Riau Serahkan Bantuan Chiller Room
- OJK: Hati-hati Tawaran Investasi Bodong
- RAPP Raih CSR Terbaik di Kabupaten Pelalawan
- Petani Binaan PT RAPP Ceritakan Sukses Budidaya Nanas Ratu di Nasional e-Learning KLHK
- Resto D,Perahu Hotel Inhil Pratama Luncurkan Promo Sambut Ramadhan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com