Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 14 April 2021 22:51
Tingkatkan Kinerja, Pola Pembinaan Personel Polri Harus Tepat

Rabu, 14 April 2021 22:04
Ramadan, Lapas Bengkalis Taja Pesantren Kilat

Rabu, 14 April 2021 19:30
Tim Yustisi Gabungan Jaring 40 Warga pak Pakai Masker di Ujung Batu

Rabu, 14 April 2021 15:40
Personel Polsek Pangkalan Kerinci Sasar Tempat Rawan Kriminalitas

Rabu, 14 April 2021 15:34
Polsek Kerumutan Ingatkan Warga Tetap Patuhi Prokes Selama Ramadhan

Rabu, 14 April 2021 15:25
Tekan Kriminalitas, Polsek Pangkalan Lesung Gencar Lakukan Patroli C3

Rabu, 14 April 2021 15:17
Polsek Kuala Kampar Beri Teguran Pelanggar Prokes

Rabu, 14 April 2021 15:08
Polsek Teluk Meranti dan TNI Gelar Operasi Yustisi Lintas Bono

Rabu, 14 April 2021 15:00
Pulau Bengkalis Sulit BBM, Pemkab Bengkalis Warning SPBU

Rabu, 14 April 2021 10:19
Awal Ramadan, Masyarakat Pulau Bengkalis Hajab Cari Bensin

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 5 April 2021 16:32
BI-Kemenko Perekonomian RI Gelar FEKDI 2021

Dorong integrasi ekosistem ekonomi dan keuangan digital Bank Indonesia bersama Kemenko Ekonomi RI menggelar Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021.

Riauterkini-PEKANBARU-Mendorong integrasi ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan efisien, baik di pusat maupun di daerah, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian) bersama Kementerian/Lembaga, asosiasi dan pelaku industri menyelenggarakan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021. Bertemakan “Bersinergi dalam Akselerasi Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Indonesia”, FEKDI digelar selama 4 hari berturut-turut pada 5-8 April 2021 secara virtual dengan format peluncuran (launching), pameran (showcase), diskusi, wawasan pimpinan (leader’s insight), dan gelar wicara (talkshow).

Menurut Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto, FEKDI menjadi wadah untuk melakukan sinergi kebijakan dan landasan implementasi berbagai inisiatif pengembangan dan perluasan ekonomi dan keuangan digital untuk mengakselerasi transformasi digital dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Kerangka Strategi Nasional Ekonomi Digital disusun dengan memperhatikan kompleksitas dan keterkaitan berbagai kebijakan antarotoritas serta kebutuhan para pemangku kepentingan, baik di pusat maupun di daerah.

"Strategi Nasional Ekonomi Digital, yang ditopang pilar-pilar utama yaitu talenta digital, riset dan inovasi, infrastruktur fisik dan digital serta dukungan kebijakan dan regulasi bertujuan untuk mewujudkan visi utama yakni pertumbuhan ekonomi yang sustainable dan inklusif dengan mengoptimalkan potensi ekonomi digital," terangnya.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan BI mendukung upaya bersama dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui langkah-langkah percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Langkah-langkah tersebut antara lain, mendorong akselerasi digitalisasi keuangan melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) sekaligus mendorong kesuksesan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI), mempersiapkan fast payment 24/7 pembayaran ritel menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) guna mempercepat penyelesaian transaksi, mendorong digitalisasi perbankan melalui standardisasi Open Application Programming Interfaces (Open API), dan terus mendorong elektronifikasi transaksi keuangan daerah.

“Upaya tersebut perlu didukung oleh langkah-langkah reformasi regulasi melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) Sistem Pembayaran yang telah diterbitkan BI untuk mendorong inovasi sistem pembayaran dengan memperhatikan manajemen risiko dan siber,” kata Perry.

Bersampena pelaksanaan FEKDI 2021, dilakukan peluncuran Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) sebagaimana Keputusan Presiden Nomor 3 tahun 2021. Pembentukan Satgas P2DD bertujuan untuk mempercepat dan memperluas digitalisasi daerah, terutama untuk mendorong implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) yang dapat meningkatkan transparansi transaksi keuangan daerah, mendukung tata kelola, dan mengintegrasikan sistem pengelolaan keuangan daerah dalam rangka mengoptimalkan pendapatan daerah, serta mendukung pengembangan transaksi pembayaran digital di masyarakat guna mewujudkan keuangan yang inklusif, serta meningkatkan integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional.

Dalam rangka penguatan koordinasi antara Pusat dan Daerah, di tingkat daerah juga dibentuk TP2DD, baik untuk tingkat Provinsi, Kabupaten maupun Kota yang diketuai oleh Kepala Daerah. Jumlah TP2DD yang telah terbentuk sebanyak 135 baik di tingkat Provinsi maupun Kotamadya/Kabupaten di seluruh Indonesia.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Ramadhan Hari Pertama, Harga Cabe dan Ayam Ras Naik
- Paguyuban Dosen LLDIKTI UNILAK Bahikan Ratusan Nasi Boc Lewat Keroncongantar.com
- IWARA RAPP Promosikan Busana Berbahan Viscose di Riau International Fashion Festival 2021
- BI-Kemenko Perekonomian RI Gelar FEKDI 2021
- BOB PT BSP-Pertamina Hulu Lantik General Manager Baru
- Permudah Pembayaran Tagihan Pajak dan Lainnya, Bank Riau Kepri Jalin Kerjasama Dengan PT. Pos Indonesia
- OJK Minta Optimal Mitigasi Resiko,
Sulit Menjamin Pembobolan Rekening tak Terulang di BRK

- Tambah Dokter Spesialis Tulang, Pantai Hospital Ayer Keroh Perkuat Squad Ahli Orthopedi
- Konversi Bank Riau Kepri Syariah Beri Jaminan Kepada Nasabah
- Dermaga C Pelindo Dumai Perdana Layani Ekspor Peti Kemas Internasional
- 18 Desa dan 4 BUMDes di Karimun mendapat penghargaan dari Bank Riau Kepri
- Nasabah Non Muslim di Batam. Kompak Dukung Konversi Syariah Bank Riau Kepri
- Pengurus Gabki Riau Periode 2020-2025 Dilantik
- Pasar Moderen Kuansing, Masih Kekurangan Tenaga Pengelola
- Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional,
PT RAPP Fasilitasi Mitra Kerja dengan Penyuplai dan Jasa Finansial

- Transisi Alih-kelola Blok Rokan Capai Kemajuan Signifikan
- Dukung Stabilisasi Harga Bahan Pangan Pokok, BI Kpw Riau Serahkan Bantuan Chiller Room
- OJK: Hati-hati Tawaran Investasi Bodong
- RAPP Raih CSR Terbaik di Kabupaten Pelalawan
- Petani Binaan PT RAPP Ceritakan Sukses Budidaya Nanas Ratu di Nasional e-Learning KLHK


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com