Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 19 Oktober 2021 11:44
10 Bulan, PN Bengkalis Tangani 719 Perkara Pidana

Selasa, 19 Oktober 2021 10:22
Pemprov Riau Lakukan Penilaian Kecamatan Berkinerja Baik

Selasa, 19 Oktober 2021 10:17
Target 2024, Listrik Pulau Bengkalis Terkoneksi dengan Jaringan Bawah Laut dari Sumatera

Selasa, 19 Oktober 2021 09:58
Hasil Dinekrosi, Harimau Terjerat di Bengkalis Mati Kelaparan

Selasa, 19 Oktober 2021 09:52
Berita dan Video,
Tim KPK Geledah Kantor dan Rumah Bupati Kuansing


Selasa, 19 Oktober 2021 09:29
KPK Membenarkan Bupati Kuansing Kena OTT

Selasa, 19 Oktober 2021 07:18
Kabarnya, Bupati Kuansing Terjaring OTT KPK

Senin, 18 Oktober 2021 23:29
Raungan Sirine Iringi Pembukaan MTQ XLVI Kecamatan Mandau

Senin, 18 Oktober 2021 22:45
Selain Bupati Walikota, Gubri Buat Surat Untuk BPN dan Polres

Senin, 18 Oktober 2021 22:39
Belasan Santri Tiga Pesantren Jalani Vaksinasi Massal

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 13 September 2021 15:31
LandX Kenalkan Model Patungan Bisnis Lewat Aplikasi Kepada Anak Muda di ISCFF 2021 Riau

Di ajang ISCFF 2021 Riau, LandX memperkenalkan model patungan bisnis melalui aplikasi. Terutama untuk pelaku usaha dan kaum milenial di Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Sebagai pemilik bisnis, salah satu komponen yang paling penting adalah modal. Dengan modal yang cukup, bisa mengembangkan bisnis jadi lebih besar lagi sekaligus memastikan memiliki cukup dana sebagai biaya operasional. Namun, di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang, akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM.

Melihat permasalahan itu, pemerintah hadir untuk memfasilitasi pelaku UMKM dan siap untuk menggelontorkan dana. Tahun 2021 jumlah usaha mikro kecil dan menengah di Riau sebanyak 341.695 pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) telah mendapatkan bantuan produktif usaha mikro (BPUM) dari pemerintah pusat.

Namun terkait pengembangan UMKM yang berdaya saing, masih terganjal dengan rendahnya pengetahuan masyarakat akan literasi keuangan, yang baru menyentuh 37% dari total penduduk di Indonesia. Permasalahan minimnya literasi keuangan ini juga berdampak besar terhadap jumlah masyarakat yang melakukan investasi atau menjadi seorang investor.

Guna mendorong peningkatan minat investasi terhadap usaha UMKM di Indonesia serta meningkatkan angka kesadaran inklusi keuangan terus bertumbuh melalui literasi, PT Numex Teknologi Indonesia atau yang populer dengan nama LandX menyelenggarakan Indonesia Security Crowdfunding Forum 2021 (ISCFF 2021) bertema Patungan bisnis di tengah masa pandemi melalui metode Securities Crowdfunding”, Senin (13/9/21).

ISCFF 2021 adalah rangkaian kegiatan edukasi inklusi keuangan yang mengundang para pelaku bisnis, pakar investasi dan investor yang sebagian besar anak muda melalui kegiatan webinar, UMKM Clinic serta forum interview yang akan diselenggarakan di 12 kota di Indonesia. Dengan mengangkat tema “Patungan bisnis di tengah masa pandemi melalui metode Securities Crowdfunding”. LandX menghadirkan beberapa pakar keuangan dan UKM yang akan memberikan anak muda di daerah Pekanbaru, Riau, tips dan trik model investasi yang sedang menjadi tren saat ini.

Selain anak muda, ISCFF 2021 juga mengajak para pelaku UMKM yang berada di Pekanbaru, Riau yang memiliki potensi besar dalam mendorong pembangunan ekonomi di Indonesia maupun daerah.

Romario Sumargo, Co-Founder CMO LandX, mengungkapkan, ”ISCFF ini merupakan wujud nyata komitmen LandX dalam meningkatkan literasi masyarakat akan finansial dikala pandemi yang sangat dirasakan oleh para pelaku usaha UMKM saat ini. Dengan 2.8 juta potensi anak muda yang berada di Riau menurut data yang dikeluarkan BPS pada 2019, kami berharap literasi yang kami berikan dapat meningkatkan jumlah anak muda yang melakukan investasi atau menjadi seorang investor.

Menurutnya, prinsip hidup anak muda yang biasa disebut dengan kaum milenial adalah menikmati hidup saat ini, tapi, jangan sampai terlena dengan kehidupan jadi melupakan keamanan finansial untuk masa depan. Pandemi Covid-19 yang sudah berjalan dari tahun lalu juga memberikan kesadaran untuk berinvestasi guna mencapai kemapanan finansial, hidup hanya sekali tetapi jangan membuatnya justru merana. Investasi pada dasarnya membuat uang bekerja untuk Anda Investasi emang terbilang lebih pasti ketimbang berbisnis dan seseorang tidak harus pontang-panting cari klien atau pelanggan. Investasi adalah penanaman modal pada suatu badan/lembaga, barang-barang berharga, atau perusahaan, dengan tujuan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Tetapi, banyak anak muda juga yang terjebak dengan mentality jackpot, yang beranggapan bisa mendapatkan instant return dengan hanya tidur dan bangun lalu dapat keuntungan besar. Tidak semua anak muda paham bagaimana cara berinvestasi yang baik dan mengetahui resikonya.

" Dengan adanya ISCFF 2021 ini, kami berharap dapat meningkatkan literasi masyarakat akan finansial terutama keuangan dan investasi digital serta dapat melahirkan iklim investasi yang positif bagi masyarakat Indonesia. Selain itu,  sektor usaha UMKM dapat segera bangkit melakukan adaptasi dengan bantuan inovasi teknologi & permodalan digital guna menjaga keberlangsungan usaha di masa pandemi," terangnya.

Event ISCFF 2021 juga dilakukan untuk mendukung UKM agar dapat bertransformasi ke digital, agar dapat bertahan pada kondisi saat ini dan mengikuti perubahan zaman yang serba daring. Data terbaru dari asosiasi e-commerce menyebutkan bahwa UMKM yang sudah menggunakan digital naik cukup signifikan, yakni dari 13 persen pada tahun lalu menjadi 23,9 persen atau 15,2 juta UMKM. Hal ini berbanding lurus dengan event yang diadakan oleh LandX dan menjadi kunci pemulihan ekonomi secara nasional ke depannya.

LandX adalah platform equity crowdfunding, di mana telah digunakan oleh 55 ribu pengguna (investor) yang berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk pengembangan usaha yang dilakukan oleh bisnis, UMKM, dan usaha rintisan (startup) secara online, dan mendapatkan saham sebagai imbalannya.

Sejak berizin OJK, LandX sudah berhasil menyalurkan dana hingga 106,54 miliar rupiah kepada 20 pelaku usaha rintisan dan telah membagikan dividen sebesar 1,94 miliar rupiah kepada para investornya.

R Bagus Oka Ketua HIPMI Pekanbaru mengatakan bahwa pandemi Covid 19 sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Pekanbaru bahkan di Riau. UMKM menjadi pihak yang terkena secara langsung wabah pandemi Covid 19.

"Pandemi Covid 19 berdampak langsung terhadap pelaku usaha. Terutama di lini UM. Diharapkan pengenalan model investasi dan permodalan yang dibawa LANDX dapat menggeliatkan perekonomian di Pekanbaru dan Riau umumnya," terangnya.

Menurutnya, pandemi Covid 19 membuat UMKM saat ini terkendala untuk survive. Karena Cash flow nya rusak. Padahal pada kondisi seperti saat ini pelaku usaha itu hanya mengharapkan mampu bertahan, dan itu kaitannya dengan keuntungan.

Securities crowdfunding 

Securities crowdfunding adalah metode pengumpulan dana yang dilakukan oleh para pemilik modal dengan cara patungan, dan bertujuan untuk memberikan pembiayaan modal bagi pemilik UMKM. Biasanya, pembiayaan yang dilakukan secara online melalui website atau aplikasi ini memungkinkan para pemilik modal untuk mendapatkan kepemilikan melalui saham, surat bukti kepemilikan utang atau obligasi, serta surat tanda kepemilikan bersama (sukuk). 

Dengan sistem securities crowdfunding, mempertemukan investor dan pihak yang membutuhkan dana sangatlah mudah karena dapat dipertemukan melalui suatu platform secara online. Keuntungan yang didapat investor dalam bentuk dividen atau bagi hasil dari keuntungan usaha yang dibagikan secara periodik. 

Sementara itu, para pelaku UMKM akan mendapatkan sumber dana untuk ekspansi bisnis atau untuk biaya operasional selama pandemi agar bisnisnya tetap berjalan hanya dengan kewajiban yang sangat ringan, yaitu dengan bagi hasil laba usaha.

Securities crowdfunding sudah memiliki payung hukum yang jelas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diatur dalam peraturan OJK yakni POJK Nomor 57/POJK.04/2020 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi (Securities Crowdfunding).*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Program CSR, Bank Riau Kepri Bangun Surau Selensen Point
- Holding Perkebunan Perkuat Green Energy dan Dukung Dekarbonisasi
- Perkuat Bisnis dan Transfer Knowledge Perbankan Syariah, Bank Riau Kepri Lakukan MoU dengan BSI
- Tingkatkan PAD Dishub Kuansing Bakal Maksimalkan Layanan KIR dan Terminal
- PT SPR Kerjasama PT SAI Perdagangan Komoditi Antar Daerah
- Bank Riau Kepri Dinilai Miliki Kinerja yang Bagus Versi BPKH
- CMSE 2021, Peningkatan Investasi Pasar Modal Dorong Kebangkitan Ekonomi Nasional
- Pinjol Illegal, OJK Riau Ingatkan Masyarakat Riau Agar Waspada
- Peningkatan Komsumsi Diaebut Pertamina Picu BBM Langka di Pekanbaru
- Bank Riau Kepri Sosialisasikan Fitur QRIS ke OPD di Pemerintah Kota Batam
- Sukses Sejahterakan Petani, Dirut Holding Perkebunan Ingin Nasionalisasikan Pola PTPN V
- Gerak Cepat, PHR WK Rokan Lampaui Target Sumur Pengeboran
- Dikeluhkan, Nasabah KK BNI Duri Hanya Dilayani Seorang CS
- Hari Ozon Internasional 2021, KTH Bukik Ijau Kuansing Terima Penghargaan
- Bupati Kuansing Puji Ketekunan Petani Padi Gunung Kesiangan
- Selama Oktober 2021, OJK Gelar Bulan Inklusi Keuangan
- September 2021, Riau Alami Inflasi 0,19 persen
- Tingkatkan Keandalan Operasi Hulu Migas, Pertamina Perluas Digitalisasi di Sumatera
- Petani di Kuansing, Sukses Budidayakan  Pepaya, Sepekan Bisa Hasilkan 2 Ton
- Petani Tebing Tinggi Simandolak Swasembada Pangan 


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com