Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 27 Nopember 2021 17:14
Terpilih Aklamasi, Mastur Nahkodai APINDO Inhu

Sabtu, 27 Nopember 2021 15:38
Gelar Rakerwil 2021, AMSI Riau Bahas Program Kerja 2022

Sabtu, 27 Nopember 2021 15:34
Gubernur Riau Promosikan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Riau

Sabtu, 27 Nopember 2021 14:48
Monitor dan Evaluasi, Pembimbing Residensi Mahasiswa STIKes HTP Datangi Dinkes Bengkalis

Sabtu, 27 Nopember 2021 13:10
Diwarnai Kue Ultah dan Tembang Armada,
Festival Lagu Daerah Piala Camat Mandau 2021 Resmi Dibuka


Sabtu, 27 Nopember 2021 12:03
TAPD Pekanbaru Gelar Rapat Pembahasan APBD Tahun 2022 dengan Banggar DPRD

Sabtu, 27 Nopember 2021 10:17
Tanam Perdana Sawit Rakyat, Erick Thohir Apresiasi PTPN V Sediakan Bibit Unggul ke Petani

Sabtu, 27 Nopember 2021 10:13
Proyek Terus Digesa, Inilah Masalah Pengerjaan IPAL Pekanbaru

Sabtu, 27 Nopember 2021 09:10
Pramuka Enam Kali Berturut-turut, MTs Riyadhatul Jannah Sialang Panjang Kembali Juara Umum Perkemahan Pramuka

Sabtu, 27 Nopember 2021 08:12
Buka Kenduri Riau, Erick Tohir Siap Fasilitasi Pelaku Ekonomi Kreatif

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 1 Oktober 2021 15:59
September 2021, Riau Alami Inflasi 0,19 persen

Pada bulan September 2021, Riau mengalami inflasi sebesar 0,19 persen. Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga di sepuluh indeks kelompok pengeluaran.

Riauterkini-PEKANBARU-Provinsi Riau pada bulan September 2021 mengalami inflasi sebesar 0,19 persen dengan IHK 105,99. Hal itu dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Misfaruddin saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS), Jumat (1/10/21) didampingi Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Riau, Agus Nuwibowo.

Dikatakan, pada September 2021, Riau mengalami inflasi sebesar 0,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,99. Inflasi Tahun Kalender (Januari - September) 2021 sebesar 0,79 persen dan inflasi Tahun Ke Tahun (September 2020 - September 2021) sebesar 2,25 persen.

"Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami Inflasi yaitu, Kota Pekanbaru mengalami inflasi sebesar 0,19 persen, Kota Dumai sebesar 0,10 persen dan Kota Tembilahan mengalami inflasi sebesar 0,41 persen," jelasnya.

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sepuluh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok transportasi sebesar 0,40 persen, diikuti oleh kelompok kesehatan sebesar 0,38 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,36 persen, kelompok  perlengkapan,  peralatan  dan  pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,26 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,13 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,12 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,10 persen, kelompok  penyediaan  makan dan minuman/restoran  sebesar  0,09  persen,  kelompok  informasi,  komunikasi,  dan  jasa  keuangan  sebesar  0,08  persen,  kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,05 persen.

"Sedangkan satu kelompok lainnya yaitu kelompok pendidikan relatif stabil dibanding bulan sebelumnya," rincinya.

Menurut Misfaruddin, Komoditas yang memberikan andil peningkatan harga pada September 2021, antara lain : cabai merah, ayam hidup, minyak goreng, daging ayam ras, sewa rumah,  tomat,  angkutan  udara,  ikan  serai,  tarif  air  minum  pam,  dan  tarif rumah sakit. Sementara komoditas yang memberikan andil penurunan harga, antara lain: telur ayam ras, bawang merah, jengkol, petai, kentang, anggur, kelengkeng, bawang putih, daun seledri dan udang basah.

Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, delapan belas kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 0,60 persen, diikuti oleh Kota Bukittinggi sebesar 0,53 persen dan Kota Tembilahan sebesar  0,41  persen.  Sementara  itu  deflasi  terjadi  di  enam  kota,  dengan deflasi  tertinggi yaitu  di  Kota  Meulaboh  sebesar  0,59  persen,  diikuti  Kota Lhokseumawe  sebesar  0,16  persen  dan  Kota  Gunung  Sitoli  sebesar  0,13 persen.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Tanam Perdana Sawit Rakyat, Erick Thohir Apresiasi PTPN V Sediakan Bibit Unggul ke Petani
- Ditutup, 5 Gubernur Terima Penghargaan di NSF
- BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 4,7-5,5% Tahun 2022
- Ibu Rumah Tangga di Kuansing Keluhkan Kenaikan Harga Minyak Goreng
- Di Northern Sumatera Forum, Bupati Siak Kupas Tuntas Kontribusi Industri Migas
- Jelang Akhir Tahun, Harga Timah di JFX Capai 40.200 USD Per-Metric Ton
- 100 Hari, PHR Berhasil Bor 100 Sumur
- Apical Naik ke Peringkat 2 dalam SPOTT Penilaian Minyak Sawit 2021
- Bupati M Adil Menerima Kunjungan FSPTI Kepulauan Meranti
- BPDPKS Evaluasi Internal dan Manfaat PE Terhadap Petani Sawit
- Didukung PHR-BRGM, Produk Unggulan 10 Desa di Rohil-Siak Masuki Pasar Digital
- 100 Hari Pasca Alih Kelola, WK Rokan Berhasil Bor 90 Sumur dan Naikkan Produksi
- Berlangsung Lancar, RUPSLB Bank Riau Kepri Tetapkan Pengurus Baru
- Bincang Bersama Media, Ekonomi Riau Tumbuh Positif di 2021
- BEI Gelar Sharia Investment Week 2021
- Mesin ATM Rusak, Bikin Nasabah BNI di Duri Meradang
- Apical Group Gandeng Pemangku Kepentingan Industri Sawit Luncurkan Inisiatif Berkelanjutan
- BI, OJK, AFTECH dan AFSI Gelar Bulan Fintech Nasional.
- Polisi Dalami Laporan Dugaan Pelecehan Mahasiswi Unri
- Pekerja Kopsa-M Sujud Syukur Gaji Ditalangi PTPN V


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com