Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 25 Oktober 2021 11:28
Ujian AKM di SDN 140 Pekanbaru Digelar dalam Genangan Banjir

Senin, 25 Oktober 2021 10:29
Amblas, Jalan Lobak Pekanbaru Terancam Putus

Senin, 25 Oktober 2021 10:02
Jajakan Togel dan KIM, Pria Paruh Baya di Suriname, Bengkalis Ditangkap

Senin, 25 Oktober 2021 09:58
IDI Kuansing Bagikan 140 Paket Sembako dan Al-Quran 

Ahad, 24 Oktober 2021 21:15
Usai Lantik Pengurus, Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan Jajal Lapangan Tenis Indoor DPRD Riau

Ahad, 24 Oktober 2021 20:48
Dirut BRK Diminta Gerak Cepat Lengkapi Syarat Konversi ke Syariah

Ahad, 24 Oktober 2021 18:43
Ketua KBB Riau: Peringati Maulid, Jadikan Pemersatu Bubuhan Banjar

Ahad, 24 Oktober 2021 17:29
Ketum PAN Ogah Bahas Irwan Nasir, Tapi Siap Dukung Syamsuar Walau Sudah di Golkar

Ahad, 24 Oktober 2021 15:54
Kisruh Pengelolaan Kebun, Petani Kopsa-M Nyatakan Sikap

Ahad, 24 Oktober 2021 15:47
Ketum PAN Lantik Pengurus DPW/DPD PAN Riau

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 13 Oktober 2021 13:59
Pinjol Illegal, OJK Riau Ingatkan Masyarakat Riau Agar Waspada

Satgas Waspada Investasi menemukan ada 151 pinjol tak berijin. OJK Riau mengimbau warga Riau untuk waspada.

Riauterkini-PEKANBARU- Satuan Tugas Waspada Investasi menemukan 151 financial technology (fintech) peer to peer lending  dan 4 entitas tanpa izin. 4 entitas penawaran investasi tanpa izin di bulan Agustus 2021 antara lain PT Bimasakti Kapital Abadi - Sewa Collateral BG/SBLC dari Prime Bank, Monetize Instrument Bank; PT Danamas Mandiri Investa - Penyelenggara usaha modal ventura tanpa izin; PT Generasi Berdampak Indonesia (Panak.id) - Kegiatan equity crowdfunding tanpa ijin; dan PT Tanijoy Agriteknologi Nusantara - Kegiatan equity crowdfunding tanpa ijin.

Terkait temuan 151 financial technology (fintech) peer to peer lending  dan 4 entitas tanpa izin oleh Satgas Waspada Investasi, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Riau, Muhammad Lutfi membenarkannya.

Kepala OJK Perwakilan Riau meminta warga Riau khususnya untuk lebih waspada dalam bertransaksi dengan pinjol. Ia juga meminta media massa untuk menginformasikan kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui informasi tersebut.

"Mohon bantuan memblast ke masyarakat agar waspada terhadap hal hal tersebut. Selalu ingat kata 2L Legal & Logis agar masyarakat tidak terjebak dan dirugikan," imbau Lutfi, Rabu (13/10/21).

Sementara Kepala Sub Bagian Pengawasan Pasar Modal, OJK Perwakilan Riau, Muhammad Yamin beberapa waktu sebelumnya mengatakan bahwa banyaknya kasus penipuan pinjaman online (Pinjol) belakangan ini jadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meski begitu, kemungkinan masih ada aplikasi pinjol ilegal yang bisa menjebak konsumen dengan iming-iming pinjaman cepat dan mudah.

Menurutnya, banyaknya kasus penipuan pinjaman online (Pinjol) belakangan ini jadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meski begitu, kemungkinan masih ada aplikasi pinjol ilegal yang bisa menjebak konsumen dengan iming-iming pinjaman cepat dan mudah.

Oleh karena itu, agar persoalan serupa tak terjadi lagi, masyarakat harus rutin diberikan edukasi tantang pinjaman online agar tidak terjebak dalam permainan Pinjol nakal. Tak hanya OJK, media juga dituntut untuk berperan serta di dalamnya agar kasus-kasus seperti itu tak terulang.

Menurut Yamin ada banyak modus dilakukan oleh Pinjol nakal untuk menjerat korbannya, seperti menawarkan pinjaman melalui SMS/WhatsApp.

"Padahal, penyelenggara pinjaman online legal yang terdaftar dan berizin di OJK dilarang menyampaikan penawaran melalui sarana komunikasi pribadi tanpa persetujuan pengguna," ujarnya.

Modus lainnya, pinjol ilegal kerap mengiklankan produknya dengan menggunakan nama yang mirip seperti fintech lending legal untuk mengelabui korbannya.

Selain itu juga, masyarakat juga perlu waspada terhadap 'uang nyasar' ke rekening korbannya, karena menurut Yamin ini juga yang sering dilakukan Pinjol nakal.

"Agar terhindar dari itu semua, berikut ini adalah ciri-ciri pinjol ilegal seperti, tidak terdaftar/berizin di OJK, Alamat penyelenggara tidak jelas/aneh dan sering berganti nama, Sumber informasi yang menawarkan pinjaman tidak dikenal, misalnya SMS dari nomor asing, pop-up iklan di website atau aplikasi; Website atau aplikasi yang meminta akses penuh secara otomatis atas data di perangkat, selain Camera, Microphone, dan Location (CAMILAN) dan Riwayat pelayanan penyelenggara kurang baik, penagihan cenderung dilakukan secara kasar dan tidak etis serta melawan hukum," terangnya.

Untuk mengecek penyelenggara pinjol legal yang terdaftar di OJK, bisa menghubungi nomor 157 atau mengirim pesan ke WhatsApp 081157157157.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Apical Group Kembali Ikut Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021
- Bank Riau Kepri serahkan CSR pada Pemprov Riau untuk Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai
- Sub Holding Gas Pertamina Laksanakan Sosialisasi ROW di Desa Harapan Baru
- Program CSR, Bank Riau Kepri Bangun Surau Selensen Point
- Holding Perkebunan Perkuat Green Energy dan Dukung Dekarbonisasi
- Perkuat Bisnis dan Transfer Knowledge Perbankan Syariah, Bank Riau Kepri Lakukan MoU dengan BSI
- Tingkatkan PAD Dishub Kuansing Bakal Maksimalkan Layanan KIR dan Terminal
- PT SPR Kerjasama PT SAI Perdagangan Komoditi Antar Daerah
- Bank Riau Kepri Dinilai Miliki Kinerja yang Bagus Versi BPKH
- CMSE 2021, Peningkatan Investasi Pasar Modal Dorong Kebangkitan Ekonomi Nasional
- Pinjol Illegal, OJK Riau Ingatkan Masyarakat Riau Agar Waspada
- Peningkatan Komsumsi Diaebut Pertamina Picu BBM Langka di Pekanbaru
- Bank Riau Kepri Sosialisasikan Fitur QRIS ke OPD di Pemerintah Kota Batam
- Sukses Sejahterakan Petani, Dirut Holding Perkebunan Ingin Nasionalisasikan Pola PTPN V
- Gerak Cepat, PHR WK Rokan Lampaui Target Sumur Pengeboran
- Dikeluhkan, Nasabah KK BNI Duri Hanya Dilayani Seorang CS
- Hari Ozon Internasional 2021, KTH Bukik Ijau Kuansing Terima Penghargaan
- Bupati Kuansing Puji Ketekunan Petani Padi Gunung Kesiangan
- Selama Oktober 2021, OJK Gelar Bulan Inklusi Keuangan
- September 2021, Riau Alami Inflasi 0,19 persen


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com