Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Kamis, 1 Oktober 2020 08:57
Pemprov Riau Perpanjang Pemutihan Pajak Kendaraan Hingga 15 Desember

Kamis, 1 Oktober 2020 06:50
RT dan RW Duri Timur Kembalikan SK, Dewan Baru Tau Ada Pemotongan Insentif

Kamis, 1 Oktober 2020 06:40
Dua Kasi Berganti, Kajari Pekanbaru Minta Tingkatkan WBBM

Rabu, 30 September 2020 20:43
Bertambah 352, Sebaran Kasus Covid-19 Hari Ini Tersebar Seluruh Daerah di Riau

Rabu, 30 September 2020 20:25
Polres Inhil Beri Siraman Rohani dan Pembinaan Mental Tahanan

Rabu, 30 September 2020 20:21
Refleksi Hari Kesaktian Pancasila,
Indonesia Alami Deviasi, Distorsi dan Disorientasi


Rabu, 30 September 2020 20:19
Bupati Inhil Gelar Diskusi Permasalahan Kegiatan Ibadah Jemaat HKBP di Tembilahan

Rabu, 30 September 2020 20:07
Peduli Cicurug, Mapala Poltek Bengkalis Galang Dana

Rabu, 30 September 2020 18:44
Sempat Kabur, Pemilik Dompeng PETI Maut di Kuansing Berhasil Diringkus Polisi

Rabu, 30 September 2020 18:40
Kodim 0314/Inhil dan Polres Inhil Goro Massal Bersihkan Parit

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 6 April 2011 20:24
Perlancar Distribusi BBM,
Pertamina Segera Bangun Pipanisasi Dumai-Pekanbaru


Belajar dari kelangkaan BBM yang belum lama ini melanda Riau, Pertamina merancang solusi tepat. Bakal dibangun jalur distribusi BBM lewat pipanisasi dari Dumai ke Pekanbaru.

Riauterkini-PEKANBARU- Dalam rangka mengantisipasi terjadinya kelangkaan stok BBM akibat hambatan pasokan, PT Pertamina (Persero) berencana membangun pipanisasi distriusi BBM dari Dumai ke Pekanbaru sepanjang 300 kilometer.

"Tidak ada jalan lain untuk memperlancar distribusi BBM di Riau, selain pipanisasi sepanjang 300 kilometer dari kilang Dumai ke depot Siak di Pekanbaru," tutur GM Fuel Retail & Marketing Pertamina Regional I Sumatera Bagian Utara Gandhi Sriwidodo kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu (6/4/11).

Rencana tersebut disampaikan Gandhi kepada Gubernur Riau M Rusli Zainal dan dalam pertemuan dengan Dewan Energi Nasional (DEN) di Kantor Gubernur Riau. Solusi tersebut disampaikan Ghandi, sebagai bantahan atas tudingan DEN, bahwa Pertamina tak punya solusi mengatasi kelangkaan BBM yang sering terjadi di Riau.

Dalam kesempatan itu, Ghandi mengatakan, bahwa pipanisasi distribusi BBM menjadi keniscayaan, mengingat infrastruktur jalan dan sungai di Riau, yang digunakan Pertamina untuk distribusi daya dukungnya semakin minim.

"Misalnya Sungai Siak, makin lama makin dangkal dan sempit, menyebabkan terbatasnya kapal yang bisa masuk ke depot Pertamina Sei Siak di Pekanbaru maksimal hanya kapasitas 2.600 kiloliter," paparnya.

Sementara, permintaan BBM terus meningkat hingga sebanyak 52 kapal perbulan atau rata-rata dua kapal harus merapat ke depot dalam sehari. Jumlah tersebut naik sangat signifikan dibandingkan kondisi tahun 2004, yaitu cukup 30 kapal per bulan untuk memenuhi kebutuhan BBM di Pekanbaru dan sekitarnya.

Hambatan distribusi melalui Sungai Siak, lanjutnya, juga disebabkan adanya larangan berlayar pada malam hari dapat menghambat suplai melalui tanker. Kemudian, konstruksi jembatan di sungai itu sangat rendah, sehingga membuat ketinggian kapal yang masuk ke terminal Sei Siak terbatas. "Akibatnya, ketersediaan BBM di depot Sei Siak hanya bisa bertahan hingga enam hari apabila terjadi gangguan distribusi," ujarnya.

Sedangkan untuk mengandalkan transportasi BBM lewat darat, Pertamina menilai kondisi jalan di Riau tidak ideal. Bergelombang dan banyak lubang. "Kalau lewat darat terlalu banyak resikonya dan tidak bisa dilakukan secara massal," tuturnya.

Lebih lanjut Ghandi mengatakan, bahwa rencana pipanisasi distribusi BBM dari Dumai ke Pekanbaru akan ditanggung sepenuhnya oleh Pertamina, namun diharapkan pemerintah daerah membantu penyediaan lahan.

Seemntara itu, anggota DEN Prof Rinaldy Dalimi mengatakan Pertamina harus bersinergi dengan pemerintah daerah di Riau untuk menanggulangi hambatan distribusi. Hal itu untuk mencegah terjadinya lagi kelangkaan BBM jenis premium di Riau pada bulan Maret lalu akibat kegagalan produksi di kilang Dumai.***(mad)

Loading...


Berita lainnya..........
- Heads of Agreement Transisi WK Rokan Ditandatangani
- Lewat Webinar, Petani Binaan Asian Agri Berbagi Kisah Sukses
- Diskopdagrin Kuansing Ajari UMKM Dapat Bantuan Usaha di Masa Pandemi Covid - 19
- Wiraland Gelar Kontes Foto Instagram, Berhadiah Sepeda Brompton
- Bupati Kuansing Terus Upayakan Harga Jual Getah Karet Mahal
- Bupati Kuansing, Himbau Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur untuk Pertanian
- Pandemi Corona, BPJS Ketenagakerjaan Beri Peserta Layanan Ekstra
- Bupati Inhil dan Istri Meninjau Proses Panen Madu di Kecamatan Gaung
- Hari Pelanggan Nasional, PLN Luncurkan Layanan Super Merdeka untuk UMKM/IKM
- Telkomsel Pastikan Belajar Jarak Jauh Nyaman dengan Jaringan Broadband Berkualitas
- Agustus 2020, Riau Inflasi 0,05 persen
- Dinas Kopdagrin Kuansing Ikuti Pelatihan Tajaan Kemenperin
- Sawit Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi Riau
- Dimasa Pandemi, BP Jamsostek Cabang Duri Terapkan One to Many
- Hapernas 2020, BNI Targetkan 2.904 Akad KPR Massal
- Ada Model Cilik Riau, Permintaan Uang Rupiah Edisi Khusus Cukup Tinggi
- Kerja Solid di Semester I 2020, BSM Cetak Laba Rp 719 Miliar
- APKASINDO Dorong Gubri Terbitkan Pergub Tataniaga TBS
- Wagubri Buka Riau Syaria Week 2020
- Jaringan Telkomsel Lumpuh, Warga Pekanbaru Antri Beli Kartu Seluler Baru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com