Logo RTC
Kapolres Dumai Tindaklanjuti Aktivitas Kejahatan Illegal Logging

RIAUTERKINI.COM -DUMAI- Kapolres Dumai tindaklanjuti laporan media sosial adanya aktivitas illegal logging yang terjadi di wilayah Kecamatan Sungai Sembilan.

Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto berjanji segera menindaklanjuti. "Trims infonya kita segera tindak lanjuti, mungkin ada orang yang bisa kita mintain info dan menunjukan aktifitas illegall logging di Area PT Diamond Raya Timber," jawabnya, Rabu (23/11/2022).

"Upaya-upaya kita lakukan patroli dan nanti bersama dinas kehutanan serta PT Diamond selaku pemilik konsesi di areal tersebut," jelasnya kepada media ini menjawab beberapa pertanya yang diajukan.

"Coba sampaikan ke dinas kehutanan juga ya pak karena mereka yang harusnya paling berkompeten dalam UU tersebut kita hanya memback up mereka. Kita tugas banyak banget yang harus di bagi dari vaksin, antisipasi preman kejahatan jalanan, kebakaran lahan, banjir dll," timpal Nurhadi Ismanto.

Illegal logging adalah sebuah bentuk aktivitas manusia dalam mengeksploitasi sumberdaya hutan di luar sistem pengelolaan hutan lestari yang dilakukan oleh orang atau kelompok tertentu secara sistematis baik dalam sebuah jaringan maupun cara-cara lain untuk kepentingan perorangan atau kelompok dengan cara illegal.

Kategori illegal logging menurut Pasal 50, antara lain: mengerjakan dan atau menggunakan dan atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah (ilegal), merambah kawasan hutan, melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan, membakar hutan,dll.

Menurut Inpres Nomor 5 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Penebangan Kayu Illegal (Illegal Logging) dan Peredaran Hasil Hutan Illegal di Kawasan Ekosistem Leuser dan Taman Nasional Tanjung Puting, illegal logging adalah penebangan kayu di kawasan hutan dengan tidak sah.

Illegal logging ini termasuk berbagai kegiatan penebangan, pengangkutan, dan penjualan kayu yang tidak mendapatkan ijin resmi dari pemerintah setempat.

Sebagai data pendukung, bahwa belakangan ini Kayu dari hutan Dumai tepatnya di wilayah Kecamatan Sungai Sembilan yang sudah menjadi olahan terlihat keluar dari barak.

Ironisnya, kejahatan lingkungan berat itu tak tersentuh aparat penegak hukum. Ini terlihat dari bebasnya, mobil pengangkut kayu olahan dari hasil babat hutan Dumai.

Sebagaimana media ini rangkum di lapangan, tampak beberapa mobil mengakut kayu olahan dengan cara menggunakan grobak modifikasi dengan muatan banyak.

Terpantau oleh media, kayu hasil babat hutan yang sudah di olah menjadi bahan untuk kebutuhan bangunan rumah itu silir berganti keluar dari wilayah Sungai Sembilan.

Untuk lokasi tepatnya berada di jalan linta menuju kawasan Senepis dan Batu Tritip, Kecamatan Sungai Sembilan. Kejahatan lingkungan sudah berlangsung sejak lama.

Pembabatan hutan secara membabi buta di kawasan Senepis dan Batu Teritip di duga sudah terorganisir secara rapi. Sehingga aktivitas tanpa ada hambatan dari siapapun.

Kabar yang beredar dilapangan, otak pelaku pembabatan hutan inisial SG. Padahal hutan Senepis termasuk kawasan konservasi yang dilindungi oleh Negara Indonesia.

Aparat hukum yang sejatinya menegakkan aturan seharusnya bisa mengambil tindakan tegas dengan menangkap para pelaku kejahatan lingkungan tersebut.

"Sudahlah tidak usah kali beritakan, toh juga tidak ditangkap. Capek-capek ajak kau tulis, aparat sudah tidak peduli dengan apa yang kau tulis," ucap pria berbadan buntal itu.

Ketika media menyinggung apakah ada dana keamanan? Pria berkulit hitam itu hanya dia dan tidak mau menjawab apa yang media tanyakan. "No komen ya bos," katanya singkat.

Salah satu warga yang enggan namanya di sebutkan, meminta Kapolda Riau Mohammad Iqbal untuk bisa bertindak dalam memberantas para mafia kayu di Kota Dumai.

"Apalagi beliau sudah pernah menjabat di Kota Dumai, tentu sudah paham sekali kondisi daerah ini. Jangan sampai hutan kita ludes akibat ulah para mafia kayu ini," harapnya.

Menurutnya, selama ini para mafia kayu sudah banyak mengeluarkan kayu olahan dari hasil perambahan hutan yang terjadi di daerah Senepis, Kecamatan Sungai Sembilan Dumai.

"Sudah ada ribuan ton kubik kayu mereka keluarkan dari dalam hutan. Memang sih, dulu ada yang tertangkap. Tapi yang tertangkap adalah pemain kecil," jelasnya.

Melalui media ini, dia berharap ada upaya penindakan tegas dari aparat hukum. Karena pembalakan liar sangat tidak di benarkan oleh undang-undang yang ada di Indonesia.*(had)

BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Jumat, 25 Nopember 2022

Elegan dan Mewah, Honda WR-V Mengaspal di Riau

Honda WR-V resmi meluncur di jalanan Riau. Hadir dengan elegan dan mewah.

Rabu, 02 Nopember 2022

Adira Finance Pekanbaru, Gelar SOBAT Expo 2022

Adira Finance Pekanbaru, Gelar SOBAT Expo 2022.

Galeri
Rabu, 17 Agustus 2022

Galeri,
Momentum HUT ke-77 RI, Gubri Ajak Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia, Gubernur Riau ( Syamsuar mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Advertorial
Selasa, 08 Nopember 2022

Advertorial,
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau Terima Kunjungan Konsultasi dan Koordinasi Pansus DPRD Rohul

Ketua Komisi III DPRD Riau Terima Kunjungan Konsultasi dan Koordinasi Pansus DPRD Kabupaten Rohul.

Advertorial
Sabtu, 05 Nopember 2022

Advertorial,
992 Wisudawan UMRI Dikukuhkan, Athina Ibanez Oktaviolla Raih Pemuncak Tingkat Universitas

992 Wisudawan UMRI Dikukuhkan, Athina Ibanez Oktaviolla Raih Pemuncak Tingkat Universitas.

Galeri
Minggu, 14 Agustus 2022

Galeri,
Peringati Hari Konservasi Alam Nasional 2022, Gubri Syamsuar Tanam Pohon di Tahura SSH

Sempena Hari Konservasi Alam Nasional 2022, Gubri menanam pohon di Tahura Sultan Syarif Hasyim.

Advertorial
Kamis, 03 Nopember 2022

Advertorial,
Ketua DPRD Riau Dukung AMSI Perbaiki Ekosistem Bisnis Media

Konsistensi AMSI Riau memulihkan ekosistem bisnis media direspon legislator. Ketua DPRD Riau siap seiring-sejalan.

Berita Lainnya

Rabu, 30 Nopember 2022

Reses di Balik Alam, Masyarakat Doakan Syaiful Ardi Jadi Ketua DPRD


Rabu, 30 Nopember 2022

Ketua Komisi III Menjadi Narasumber Rakorwasda Provinsi Riau 2022


Rabu, 30 Nopember 2022

Indonesia Sustainable Fashion Conference Integrasikan Rantai Keberlanjutan di Industri Tekstil Dalam Negeri


Rabu, 30 Nopember 2022

Anggota Komisi I Mardianto Manan Hadiri Serah Terima 3 Eks Venue PON dari Pemprov ke UIR


Rabu, 30 Nopember 2022

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Tim OVOC IPB Kembangkan Komoditas Nanas dan Mangrove Penampi, Bengkalis


Rabu, 30 Nopember 2022

Stargazer, Cara Hyundai Manjakan Pengemudi


Rabu, 30 Nopember 2022

Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur, Pria di Siak Ini Ditahan


Rabu, 30 Nopember 2022

Hingga Oktober 2022, Tercatat 172 Kasus HIV dan 138 AIDS di Pekanbaru


Rabu, 30 Nopember 2022

Rugikan Negara Rp2,9 M, Dua ASN Panwaslu Bengkalis 2015 Divonis 7 Tahun Penjara dan Wajib Ganti Rp1,468 M


Rabu, 30 Nopember 2022

AGPAII Kampar Gelar Event Akbar untuk Para Guru Agama Islam di Mahligai Bungsu Bangkinang


Rabu, 30 Nopember 2022

Reses Sederhana, Septian Nugraha Hadir di Kelurahan Gajah Sakti


Rabu, 30 Nopember 2022

Ali Azhar: Buruknya Kinerja Pemda Inhil Karena Lemahnya Fungsi Pengawasan Legislatif


Rabu, 30 Nopember 2022

Direktorat Intelkam Polda Riau Silaturahmi ke RPBD di Kabupaten Kuansing


Rabu, 30 Nopember 2022

Siapkan Strategi, Bawaslu Kampar Gelar Rapat Fasilitasi Penanganan Pelanggaran


Rabu, 30 Nopember 2022

Ungkap Kasus Narkoba dan Pembunuhan, 99 Personel Polres Bengkalis Terima Penghargaan


Rabu, 30 Nopember 2022

Tingkatkan Mutu Pelayanan Bibit, BPDAS Inrok Kunjungi Persemaian Rumpin


Rabu, 30 Nopember 2022

BRK Syariah Raih Penghargaan Bank Syariah Terbaik Kategori BPD


Selasa, 29 Nopember 2022

Putranya Disuntik Berkali-kali Mencari Pembuluh Darah, Ayah di Duri Ini Sesalkan Sikap Tim Medis RSUD Mandau


Selasa, 29 Nopember 2022

Personel Berprestasi Dapat Reward dari Kapolres Meranti


Selasa, 29 Nopember 2022

Kejari Inhil Musnahkan Barang Bukti Tindak Pidana, Narkotika dan Barang Rampasan