Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
UNFPA, AVPN, dan Campaign for Good Dorong Investasi Strategis Atasi Krisis Fertilitas Sesungguhnya di Indonesia



Riauterkini-JAKARTA– Di tengah kekhawatiran seputar penurunan angka kelahiran, laporan UNFPA tentang Situasi Kependudukan Dunia 2025 memberikan bukti bahwa krisis fertilitas yang sesungguhnya bukanlah karena orang tidak ingin memiliki anak, melainkan karena mereka tidak mampu menciptakan keluarga yang mereka inginkan. Berdasarkan data baru dari survei UNFPA/YouGov yang mencakup 14 negara—termasuk Indonesia—laporan tersebut menemukan bahwa lebih dari 60% responden di seluruh dunia sebenarnya ingin memiliki dua anak atau lebih. Di Indonesia, persentasenya bahkan lebih tinggi, yaitu lebih dari 70%. Namun, satu dari lima orang di seluruh dunia memperkirakan tidak akan memiliki jumlah anak yang mereka inginkan.

Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA), jaringan investasi sosial AVPN, dan platform penyaringan komunitas Campaign for Good, menyelenggarakan acara dialog tingkat tinggi bertema “Beyond the Numbers: Investing in Indonesia’s Future Families” hari ini (23/02) di Jakarta. Menghadirkan sekitar 70 perwakilan pemerintah, pemimpin sektor swasta, dan organisasi filantropi, diskusi tersebut membingkai ulang perdebatan global tentang fertilitas, dan mendorong sektor swasta dan filantropi Indonesia untuk berinvestasi dalam kebijakan yang mendukung otonomi reproduksi—hak individu untuk secara bebas dan aman memutuskan apakah, kapan, dan dengan siapa ia ingin memiliki anak.

Dr. Aleksandar Sasha Bodiroza, Direktur Regional UNFPA Asia-Pasifik ad interim, menekankan pentingnya hak asasi manusia dalam isu ini selama diskusi panel. “Otonomi reproduksi adalah hak asasi manusia fundamental dan landasan pembangunan berkelanjutan,” katanya. “Untuk mengatasi krisis fertilitas yang sesungguhnya, kita harus mengatasi kenaikan biaya hidup, ketidakpastian pekerjaan, dan beban pengasuhan yang tidak merata. Ini adalah investasi strategis dalam ketahanan ekonomi jangka panjang dan sumber daya manusia.”

Prof. Budi Setiyono, Sekretaris Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), menyororti tantangan yang dihadapi Indonesia dalam membangun keluarga, seperti pembangunan sumber daya manusia, mengatasi dispartias dalam tingkat kelahiran, dan meraup bonus demografi. “Keluarga berencana adalah strategi ekonomi yang membangun kualitas sumber daya manusia. Berinvestasi pada keluarga berencana mengurangi biaya layanan kesehatan, meningkatkan pendidikan, partisipasi dan produktivitas perempuan, dan meningkatkan kualitas penduduk usia produktif,” kata Prof. Budi Setiyono, Sekretaris Menteri Kependudukan dan Keluarga Berencana (Kemendukbangga/BKKBN). “Kita perlu bekerja lebih dekat dengan sektor swasta yang secara langsung memengaruhi keputusan dan stabilitas keluarga… Kemitraan publik-swasta meningkatkan jangkauan dan dampak layanan, dan menciptakan ketahanan demografis jangka panjang.”

Peran sektor swasta sebagai mitra pembangunan menjadi benang merah diskusi. “Indonesia telah mengambil langkah penting dengan UU No. 4/2024 tentang kesejahteraan ibu dan anak, yang mengatur cuti ayah,” kata Mercy Francisca, Wakil Ketua Britcham Indonesia dan Chief Legal & Government Relation Officer Prudential Life Assurance. “Prudential memberikan cuti ayah selama 20 hari kerja untuk membangun ketahanan keluarga… Kalau kita serius tentang masa depan keluarga Indonesia, sektor swasta harus merancang sistem di mana kinerja tinggi dan kesejahteraan berdampingan satu sama lain.”

Charlie Hartono, Country Director AVPN Indonesia, menyimpulkan diskusi ini dalam pidato penutupannya. “Respons terhadap tantangan fertilitas memerlukan kolaborasi strategis lintas sektor. Sebagai jaringan investasi sosial, AVPN berperan sebagai penghubung dan katalisator, mendorong pertukaran pengetahuan, mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, serta memperkuat sinergi antara filantropi dan sektor swasta untuk menghadirkan solusi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya. “Akses terhadap pilihan dan informasi yang memadai merupakan bagian penting dalam memperkuat partisipasi ekonomi, ketahanan keluarga, serta mendukung pembangunan Indonesia dalam jangka panjang.”

Cari tahu lebih lanjut tentang krisis fertilitas sesungguhnya di https://www.unfpa.org/swp2025. ***(rls/yan)

keterangan foto: Sekretaris Menteri Kemendukbangga Prof. Budi Setiyono menekankan keluarga berencana sebagai investasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kemitraan publik-swasta menjadi instrumen utama dalam mengatasi disparitas angka kelahiran dan mempercepat pencapaian bonus demografi. (Foto: Itsnain G. Bagus/UNFPA Indonesia)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Senin, 13 April 2026

Ribuan Masyarakat Ujung Batu Tumpah Ruah Saksikan Heat Show-Off Honda Exclusive AT

Heat Show-Off Honda Exclusive AT di Kung Batu, Rohul sukses. Disaksikan ribuan pengunjung.

Galeri
Jumat, 06 Maret 2026

Momen Hangat Safari Ramadan, Plt Gubri SF Hariyanto Santuni Anak Yatim di Bagansiapiapi

Momen Hangat Safari Ramadan, Plt Gubri SF Hariyanto Santuni Anak Yatim di Bagansiapiapi

Advertorial
Rabu, 08 April 2026

Enam Dekade Menjemput Berkah: BRK Syariah Perkuat Ekonomi Daerah di Usia ke-60

Enam Dekade Menjemput Berkah: BRK Syariah Perkuat Ekonomi Daerah di Usia ke-60

Advertorial
Senin, 06 April 2026

Honda Premium Matic Day di Mal SKA Pekanbaru Sedot Antusias Ribuan Pengunjung

Kehadiran Honda Premium Matic Day di Mal SKA Pekanbaru direspon positif. Ribuan pengunjung antusias berdatangan.

Galeri
Kamis, 05 Maret 2026

Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026, Menko Polkam RI: Jaga Alam Tanggung Jawab Kita

Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026, Menko Polkam RI: Jaga Alam Tanggung Jawab Kita

Advertorial
Minggu, 29 Maret 2026

Bina UMKM Desa, Cara PT Sari Lembah Subur Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat Sekitar

PT Sari Lembah Subur punya cara khusus meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Melakukan pembinaan ekonomi.

Berita Lainnya

Rabu, 15 April 2026

Bupati Kuansing Minta BJN Perbaiki Jalan Telukkuantan - Pekanbaru Jelang MTQ


Rabu, 15 April 2026

‎Perkuat Tata Kelola, PT BPR Gemilang (Perseroda) Raih Penghargaan TOP BUMD Awards 2026 di Jakarta ‎


Rabu, 15 April 2026

Evaluasi Menyeluruh Panipahan, Polda Riau Lakukan Rotasi Besar dan Perkuat Perang Melawan Narkoba


Rabu, 15 April 2026

PalmCo Kawal Pemulihan Pascabanjir Tapanuli Selatan hingga Tuntas


Rabu, 15 April 2026

Buronan dan Pengedar Perusak Saraf di Batsol Bengkalis Kembali Diringkus


Rabu, 15 April 2026

"Jalan Hidup Anak Pujud". Biografi Mantan Gubri Saleh Djasit Diluncurkan


Rabu, 15 April 2026

Aparat Polsek Tanah Putih Ajak Masyarakat Kompak Wujudkan Lingkungan Damai Bebas Narkoba


Selasa, 14 April 2026

Tingkatkan Disiplin dan Kepatuhan Hukum, Personel Kodim 0314/Inhil Ikuti Sosialisasi Ops Gaktib dan Yustisi 2026


Selasa, 14 April 2026

Haru dan Penuh Syukur, Zaimar Wujudkan Impian Haji Setelah 10 Tahun Menunggu


Selasa, 14 April 2026

KDRT di Bengkalis, Suami Seret dan Cakar Istri Dipolisikan


Selasa, 14 April 2026

Polisi Pelalawan Gelar Razia THM, Tegaskan Zero Tolerance Narkoba


Selasa, 14 April 2026

Cinta Tetap Bersatu di Balik Jeruji: Tahanan Polsek Pujud Resmi Menikah di Mapolsek


Selasa, 14 April 2026

Wabup Kuansing Pimpin Rapat Mediasi Sengketa HGU PT CRS dan PT WN


Selasa, 14 April 2026

Guru Tersangka SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak Tidak Ditahan, Ini Alasannya


Selasa, 14 April 2026

Peduli Lingkungan, Polsek Ukui Tanam Pohon di Mako


Selasa, 14 April 2026

APSAI Pekanbaru Gelar Halal Bihalal, Perkuat Kolaborasi dan Bahas Program 2026


Selasa, 14 April 2026

BRI Serahkan Ambulans dan 3.000 Paket Sembako di HUT ke-80 TNI AU


Selasa, 14 April 2026

Kenang Jejak Perjuangan, Bupati Simalungun Ziarah ke Makam Raja Sang Naualuh Damanik di Bengkalis


Selasa, 14 April 2026

Oknum PPPK Pemkab Inhu dan 4 Pengedar Sabu Ditangkap Polres Inhu


Selasa, 14 April 2026

Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba. Polsek Kateman Gelar Razia Tempat Hiburan